Cerita Kehangatan Trending

Rutilahu Tuntas 100 Persen: Sentuhan Kasih TMMD 129 Hadirkan Hunian Layak Bagi Mbah Saelah

Rutilahu Tuntas 100 Persen: Sentuhan Kasih TMMD 129 Hadirkan Hunian Layak Bagi Mbah Saelah

Kebahagiaan Mbah Saelah (63) setelah rumahnya direhabilitasi 100 persen lewat program TMMD ke-129 Kodim 0813 Bojonegoro menjadi bukti nyata gotong royong yang hangat. Renovasi meliputi dinding, lantai, atap, sanitasi, dan ventilasi, yang dikerjakan bersama prajuit TNI dan warha setempat. Kisah ini mengingatkan bahwa keadiran negara tidak hanya membangun fisik, tapi juga menumbuhkan rasa kebersamaan dan harapan bagi warga desa, terutama lanjsia.

Senja di Desa Kesongo, Bojonegoro, terasa berbeda bagi Mbah Saelah (63). Wanita paruh baya itu berdiri di ambang pintu rumahnya yang baru selesai direnovasi, matanya berkaca-kaca. Dinding-dinding kokoh kini menggantikan bilik bambu yang dulu rapuh, lantai bersih dan rapi tak lagi becek saat hujan. Semua berkat program Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) yang digarap Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Kodim 0813 Bojonegoro. "Alhamdulillah, rumah saya sekarang sudah selesai. Terima kasih banyak kepada bapak-bapak TNI dan semua warga yang sudah membantu," ucapnya dengan suara bergetar haru.

Gotong Royong yang Menyatukan Harapan

Proses rehabilitasi rumah Mbah Saelah berlangsung hampir satu bulan penuh. Namun, waktu terasa singkat karena kebersamaan dan semangat gotong royong antara prajurit TNI dan warga setempat begitu kuat. Setiap pagi, Prada Candra dan rekan-rekan satgas sudah tiba di lokasi, menyapa Mbah Saelah dengan senyuman sebelum mulai bekerja. Mereka bahu-membahu mengangkat bata, mencampur semen, hingga mengecat dinding. Warga desa pun ikut serta, membawa makanan ringan atau sekadar menemani sambil ngobrol. Mbah Saelah sendiri tak bisa diam; ia ikut menyajikan minuman teh hangat untuk para prajurit. "Mereka seperti anak sendiri, sabar dan selalu ceria. Rasanya rumah ini bukan hanya jadi lebih bagus, tapi juga penuh kenangan indah," tuturnya.

Kehangatan itu terasa hingga detail terkecil. Bagi Mbah Saelah, setiap pukulan palu dan susunan bata bukan sekadar renovasi fisik, melainkan jahitan yang menyatukan kembali harapan untuk hidup lebih nyaman. Program TMMD ke-129 ini memang berfokus pada pembangunan infrastruktur dan rehabilitasi rumah bagi warga kurang mampu, terutama lansia seperti Mbah Saelah. Di Bojonegoro, program ini berhasil menyelesaikan 100 persen target Rutilahu di Desa Kesongo.

Manfaat Langsung untuk Lansia dan Warga Desa

Apa saja yang berubah di rumah Mbah Saelah? Berikut beberapa perbaikan yang membuatnya kini layak huni:

  • Dinding kokoh: Dinding bambu diganti dengan bata dan semen, sehingga lebih aman dari angin dan hujan.
  • Lantai bersih: Lantai tanah kini dilapisi semen yang rata, mudah dibersihkan dan tidak becek.
  • Atap baru: Atap bocor sudah diganti dengan seng baru, membuat rumah lebih teduh.
  • Sanitasi sederhana: Dibangun MCK kecil di belakang rumah untuk memudahkan Mbah Saelah mandi dan ke toilet tanpa harus keluar.
  • Ventilasi udara: Jendela baru dipasang agar sirkulasi udara dan cahaya matahari masuk, rumah jadi lebih sehat.

Manfaat ini langsung dirasakan Mbah Saelah. Ia tak lagi khawatir saat hujan turun, atau tersandung karena lantai berlubang. "Saya bisa tidur nyenyak sekarang. Rumah rasanya lebih hangat, lebih aman. Terima kasih TMMD, terima kasih Pak Tentara," ucapnya sambil tersenyum.

Bagi Prada Candra, kebahagiaan Mbah Saelah adalah pencapaian terbesar. "Kami hanya menjalankan tugas, tapi melihat senyum ibu, rasanya semua capek hilang. Ini bukti bahwa negara hadir untuk warganya," katanya. Semangat gotong royong yang kuat antara prajurit dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan program ini. TMMD ke-129 di Bojonegoro tidak hanya membangun tembok dan atap, tapi juga jembatan kedekatan antara TNI dan warga desa.

Malam tiba di Desa Kesongo, lampu dari rumah Mbah Saelah menyala redup, namun kehangatan di dalamnya tak terbantahkan. Program Rehabilitasi Rutilahu ini menjadi pengingat bahwa di tengah kesibukan pembangunan, sentuhan kasih dan perhatian pada warga lansia adalah napas yang tak boleh padam. Semoga kisah Mbah Saelah menginspirasi desa-desa lain di Bojonegoro dan sekitarnya, untuk terus bergotong royong, saling peduli, dan mewujudkan hunian layak bagi setiap warga. Karena rumah bukan sekadar tempat berteduh, tapi juga pelukan hangat dari sesama.

Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni TNI Manunggal Membangun Desa
Terkait
  • Topik: Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni, TNI Manunggal Membangun Desa
  • Tokoh: Mbah Saelah, Prada Candra
  • Organisasi: TNI Manunggal Membangun Desa, Kodim 0813 Bojonegoro
  • Tempat: Desa Kesongo, Bojonegoro

Artikel terkait