Pagi masih gelap di Kampung Laut, Cilacap. Suara ombak berpadu dengan derit perahu kayu yang mulai merapat. Di tengah hiruk-pikuk nelayan yang bersiap melaut, ada satu sosok yang tak asing lagi. Bripka Adi, anggota Polsek Kawunganten yang menjabat sebagai Polisi RW di Desa Ujunggagak, sudah berada di dermaga. Dengan senyum ramah, ia menyapa para nelayan satu per satu. Tak hanya soal keamanan, ia hafal nama mereka, bahkan tahu jaring siapa yang robek diterjang ombak semalam. Pagi ini, ia bersama beberapa warga sibuk memilin tali nilon dan memperbaiki jaring milik Pak Karno yang rusak. “Bapak Polisi ini seperti saudara sendiri. Setiap ada masalah, langsung datang tanpa diminta,” ujar Pak Karno sambil terus menganyam jaring.
Saudara di Tengah Laut
Bripka Adi bukan sekadar aparat keamanan. Di Kampung Laut, ia adalah tetangga, teman, dan tempat curhat warga. Setiap hari, ia menyusuri lorong-lorong desa, dari rumah ke rumah, hingga ke tengah laut. Program Polisi RW yang diusung Kapolri Jenderal Sigit memang membawa polisi lebih dekat dengan warga. Bripka Adi tak hanya mengurusi keamanan, tapi juga ikut merasakan getirnya hidup nelayan. Ia tahu kapan musim ikan sepi, kapan harga jaring mahal, dan kapan ombak ganas menerjang. “Kami di sini satu keluarga. Kalau ada yang susah, kami bantu,” kata Bripka Adi sambil mengencangkan simpul jaring.
Program Polisi RW: Mendekatkan Bhayangkara ke Pelosok
Program Polisi RW telah membawa perubahan nyata di Desa Ujunggagak. Polisi kini hadir di tengah warga bukan hanya saat ada razia atau laporan kriminal. Lewat program ini, setiap RW memiliki satu polisi yang bertanggung jawab. Bripka Adi adalah contoh nyata bagaimana kedekatan itu tercipta. Berikut manfaat yang dirasakan warga:
- Kedekatan emosional – Polisi tidak lagi ditakuti, melainkan dianggap sebagai saudara.
- Bantuan langsung – Saat jaring rusak, perahu bocor, atau ada musibah, polisi ikut turun tangan.
- Informasi cepat – Warga mudah menyampaikan keluhan atau masalah keamanan tanpa harus ke kantor polisi.
- Gotong royong terpelihara – Kebersamaan antara polisi dan warga menguatkan semangat saling membantu.
Bagi Pak Karno, uluran tangan Bripka Adi lebih dari sekadar perbaikan jaring. “Ini bukti bahwa polisi benar-benar peduli. Kami nelayan kecil sering dianggap remeh, tapi beliau tidak pernah pilih kasih,” ujarnya dengan mata berkaca-kaca. Jaring yang sudah diperbaiki kini siap dipakai melaut esok hari. Pak Karno pun berniat membagi hasil tangkapan dengan Bripka Adi, tapi ditolak halus. “Cukup doakan kami selamat,” jawab Bripka Adi sambil tertawa.
Matahari mulai naik di ufuk timur, menerangi perahu-perahu yang akan berlayar. Kampung Laut kembali ramai, namun suasana hati warga terasa lebih hangat. Kehadiran Polisi RW seperti Bripka Adi membuat mereka merasa tidak sendiri. Di tengah ombak dan angin laut, ada saudara yang selalu siap sedia. Semoga program Polisi RW terus mengakar di setiap desa, karena kedekatan bukanlah sekadar program, melainkan rasa saling percaya yang lahir dari hati.