Lapangan di Kecamatan Praya, Lombok Tengah, yang biasa hanya terdengar kicau burung dan gemerisik daun, akhir pekan lalu tiba-tiba berubah menjadi gelora tawa dan semangat. Warga dari berbagai pelosok berduyun-duyun memadati lapangan desa, menarik napas dalam aroma dodol yang baru matang dan warna-warni tenun Lombok yang terbentang. Inilah Festival Desa dan Pameran Hasil Bumi yang digagas dengan hangat oleh TNI AD setempat, sebuah acara yang tak hanya meramaikan sudut desa, tetapi juga menghidupkan denyut ekonomi dan senyum warga.
Gelaran Kebanggaan Desa, Dari Dodol Hingga Tenun
Suasana hangat langsung terasa begitu kaki melangkah masuk. Puluhan stan tertata rapi, dipenuhi oleh hasil bumi dan karya tangan para pelaku UMKM dari desa-desa sekitar. Di satu sisi, Bu Sari dengan cekatan membungkus dodol khasnya yang manis legit, sambil tersenyum lebar melayani pembeli yang tak henti berdatangan. "Biasanya jualan di pinggir jalan, panas dan sepi. Hari ini dagangan laris, hati pun senang," ujarnya, matanya berbinar. Tak jauh dari sana, aneka kerajinan tangan tenun Lombok yang rumit, keripik pisang renyah, hingga madu hutan murni memamerkan kekayaan alam dan kreativitas warga Lombok Tengah. Setiap stan bukan sekadar tempat jualan, melainkan cerita tentang ketekunan dan warisan leluhur yang dijaga turun-temurun.
Lebih Dari Sekadar Pameran, Ini Sentuhan Kedekatan yang Memberdayakan
Festival ini ternyata memiliki makna yang jauh lebih dalam. TNI AD hadir bukan sebagai pengawas, melainkan sebagai sahabat dan fasilitator yang membuka pintu lebar-lebar. Mereka mempertemukan langsung para produsen kecil dengan calon pembeli dari berbagai kecamatan, menciptakan ruang promosi yang selama ini sulit dijangkau. Sambil berbelanja, warga juga disuguhi pertunjukan kesenian tradisional dari sanggar desa, menyatukan gelak tawa, alunan musik, dan kebanggaan akan budaya sendiri. Acara ini adalah bentuk nyata program kedekatan teritorial yang memberikan ekonomi warga suntikan semangat sekaligus penghasilan tambahan. Manfaatnya terasa langsung, seperti yang bisa kita lihat dari senyum para peserta:
- Pasar yang Lebih Luas: Produk lokal dikenal oleh warga dari desa dan kecamatan tetangga.
- Semangat Baru untuk Berwirausaha: Keberhasilan jualan di festival memacu motivasi untuk mengembangkan usaha.
- Pelestarian Budaya dan Produk Lokal: Kesenian dan kerajinan tradisional mendapatkan panggung untuk dikenali dan dicintai generasi sekarang.
- Penguatan Rasa Kebersamaan: Warga dari berbagai desa berkumpul, berinteraksi, dan saling mendukung.
Pada akhirnya, keramaian di lapangan Praya itu adalah gambaran nyata bahwa pembangunan yang paling berarti adalah yang bisa dirasakan langsung di kantong dan kehidupan sehari-hari warga. Setiap transaksi yang terjadi bukan hanya tentang uang, tapi tentang pengakuan atas kerja keras, tentang harapan yang tumbuh, dan tentang tali silaturahmi yang semakin erat. Festival ini mungkin berakhir, namun semangatnya, kehangatannya, dan dampak baiknya untuk ekonomi warga akan terus mengalir, seperti aliran sungai yang membawa kesuburan ke setiap rumah dan hati di pelosok Lombok Tengah. Inilah bukti bahwa ketika gotong royong antara tentara dan rakyat bekerja dengan baik, yang lahir bukan hanya acara seremonial, tetapi harapan baru yang lebih cerah untuk masa depan desa.