Di sebuah desa kecil bernama Long Bagun, di pedalaman Kabupaten Mahakam Ulu, Kalimantan Timur, hiduplah seorang kakek tua bernama Bapak Sutopo. Usianya sudah 94 tahun, namun semangatnya masih membara seperti api perjuangan dulu. Selama puluhan tahun, ia tinggal di sebuah rumah reyot yang bocor setiap kali hujan tiba. Dindingnya sudah lapuk, atapnya bolong-bolong. Tapi kini, semua itu berubah. Sebuah rumah baru yang sederhana namun layak huni telah berdiri di tempat yang sama, berkat uluran tangan para prajurit TNI dan warga desa yang bergotong royong.
Derap Langkah Gotong Royong di Ujung Negeri
Kisah ini bermula saat Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) tiba di Long Bagun. Mereka datang bukan hanya membawa senjata, tapi membawa cangkul, palu, dan semen. Tak butuh waktu lama, seluruh desa bergerak. Ibu-ibu menyiapkan makanan, bapak-bapak ikut mengangkat bambu dan kayu, anak-anak pun ikut mengantarkan air minum untuk para prajurit yang bekerja keras di bawah terik matahari. Dalam waktu sepuluh hari, rumah baru Bapak Sutopo rampung. Rumah itu memiliki dua kamar tidur, dapur yang bersih, dan teras yang teduh. Bukan hanya rumah, para prajurit juga memberikan bantuan sembako serta alat kesehatan untuk kebutuhan sehari-hari sang veteran.
- Rumah baru layak huni: dua kamar, dapur, dan teras – cukup untuk seorang pejuang tua dan keluarganya.
- Bantuan sembako dan alat kesehatan: sebagai bentuk perhatian atas kesehatan dan kebutuhan pokok veteran.
- Gotong royong warga: tenaga, material, dan semangat kebersamaan dari seluruh desa Long Bagun.
Kehangatan yang Tak Pernah Padam
Peresmian rumah baru berlangsung sederhana namun penuh haru. Bupati setempat hadir langsung memotong pita. Saat itulah Bapak Sutopo, dengan mata berkaca-kaca, berucap lirih, “Terima kasih kepada TNI dan semua pihak. Saya sudah tua, tapi masih diperhatikan.” Kalimat itu menggema di hati setiap orang yang hadir. Danrem 091/ASN, Kolonel Agus, menegaskan, “Mereka telah berjuang untuk kemerdekaan, kini giliran kami untuk mengabdi.” Program ini adalah bagian dari bakti sosial TNI dalam rangka HUT RI, namun lebih dari itu, ini adalah bukti bahwa ikatan antara TNI dan rakyat tidak pernah putus, bahkan di pelosok sekalipun.
Kisah di Mahakam Ulu ini mengingatkan kita semua, bahwa di tengah gemerlap kota, masih ada para veteran yang menanti uluran tangan. Dan TNI, bersama warga desa, membuktikan bahwa rumah layak huni bukan sekadar bangunan, melainkan wujud kasih sayang dan penghormatan kepada para pejuang. Di pedalaman Kaltim, veteran itu tidak sendiri. Mereka tetap menjadi bagian dari keluarga besar bangsa. Semoga gemuruh semangat gotong royong ini terus bergema, dan setiap sudut negeri merasakan kehangatan yang tak pernah padam.