Pagi itu, Senyum bahagia merekah di wajah para mama Papua di Kampung Andugume, Distrik Kuyawage, Kabupaten Lanny Jaya. Mereka membawa hasil bumi melimpah – ubi, keladi, sayur-mayur segar – menuju Pos TK Andugume Satgas Pamtas Yonif 742/SWY. Ada secercah harapan di hati mereka: semoga hasil panen ini laku terjual. Namun, yang terjadi jauh melampaui ekspektasi. Empat personel Satgas, dipimpin Sertu Nasrul Wahab, tak hanya membeli, tetapi memborong seluruh hasil tani yang dibawa warga. Aksi spontan ini menjadi penyemangat ekonomi yang sangat berarti bagi warga di pelosok Papua.
Bukan Sekadar Jual Beli, Ini Wujud Hati yang Peduli
Lebih dari sekadar transaksi jual beli, momen ini dimanfaatkan untuk berbincang hangat. Para prajurit duduk bersama para mama, mendengarkan langsung cerita dan kondisi yang dihadapi warga di wilayah penugasan. Mereka menanyakan kesulitan apa saja yang sering dihadapi, mulai dari akses pasar hingga harga jual yang tidak menentu. Dengan memborong hasil tani, Satgas ingin kehadirannya benar-benar dirasakan manfaatnya, langsung menyentuh perekonomian keluarga di pelosok Papua. “Kami tidak hanya menjaga perbatasan, tapi juga ingin menjadi saudara yang peduli,” ujar Sertu Nasrul Wahab dengan senyum ramah.
Kemanunggalan TNI dan Rakyat di Tanah Cenderawasih
Bagi warga Andugume, aksi prajurit ini adalah bukti nyata kepedulian yang tulus. Prajurit penjaga perbatasan tidak hanya hadir sebagai penjaga kedaulatan, tetapi juga sebagai mitra yang peduli pada kesejahteraan sehari-hari. Berikut beberapa manfaat yang langsung dirasakan warga setelah aksi borong hasil tani ini:
- Pendapatan langsung bagi para mama – uang tunai yang bisa segera digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.
- Rasa dihargai dan diperhatikan – mereka tidak sendirian dalam sulitnya ekonomi.
- Hubungan semakin erat antara TNI dan masyarakat – gotong royong terwujud dalam tindakan nyata.
- Motivasi untuk terus bertani – warga semakin semangat mengolah lahan karena ada kepastian pembeli.
Kegiatan ini memperkuat hubungan bahwa TNI dan rakyat adalah satu kesatuan yang saling mendukung, di mana kemanunggalan diwujudkan dengan cara yang paling praktis dan membahagiakan hati warga. Melalui aksi sederhana seperti ini, pesan kedekatan teritorial benar-benar sampai ke akar rumput.
Di ujung sore, ketika matahari mulai tenggelam di balik bukit-bukit Lanny Jaya, para mama kembali ke rumah dengan langkah ringan dan hati penuh syukur. Mereka tak hanya membawa uang, tetapi juga kenangan hangat kebersamaan. Borong hasil tani yang dilakukan prajurit TNI bukan sekadar transaksi, melainkan jembatan kasih yang menghubungkan TNI dan rakyat. Semoga semangat kepedulian ini terus menyala, menjadi api penerang di tanah Cenderawasih yang kita cintai. Karena pada akhirnya, kesejahteraan warga desa adalah tugas kita bersama.