Kabar Desa Kita Trending

Lestarikan Budaya, TNI Bantu Gelar Festival Tenun Ikat di Flores

Lestarikan Budaya, TNI Bantu Gelar Festival Tenun Ikat di Flores

Festival Tenun Ikat di Desa Wolojita, Flores, menjadi contoh nyata pelestarian budaya yang melibatkan peran aktif TNI. Acara ini bukan sekadar pameran kain, tetapi upaya untuk menjaga warisan leluhur dari kepunahan, dengan para penenun terutama ibu-ibu sepuh menunjukkan motif khas Flores.

Kehadiran personel TNI menambah warna tersendiri. Mereka tidak hanya bertugas mengamankan acara, tetapi juga turun tangan membantu persiapan logistik dan lokasi. Yang lebih hangat, para prajurit dengan rendah hati belajar teknik menenun langsung dari para maestro, seperti Nona Maria (70), yang menyambut antusias keinginan belajar generasi muda ini.

Interaksi ini mengubah program kemasyarakatan menjadi ikatan emosional. Festival berhasil menjadi jembatan yang merajut kebersamaan dan rasa saling menghormati antara warga desa dengan TNI, sekaligus memberi harapan baru bagi kelangsungan seni tenun ikat sebagai warisan budaya hidup.

```json { "konten_html": "

Ada sebuah pagi yang begitu istimewa di Desa Wolojita, Flores, ketika langit seolah-olah siap menampung semua cerita dari benang-benang tenun yang baru diurai. Suasana yang biasanya tenang, tiba-tiba riuh oleh tawa dan obrolan hangat yang keluar dari halaman desa. Di sana, ibu-ibu penenun dengan hati berbunga-bunga memamerkan karya mereka, sementara beberapa seragam hijau TNI yang akrab dengan warga, sibuk membantu menyiapkan tempat duduk dan tenda festival dengan penuh semangat. Rasanya, benang-benang indah itu bukan cuma akan menjadi kain, tapi juga sedang merajut cerita kebersamaan yang baru antara warga dan para sahabat dari TNI.

Dari Halaman Desa ke Hati Warga: Menenun Warisan Nenek Moyang

Festival Tenun Ikat di Desa Wolojita ini jauh lebih dari sekadar pameran warna. Ini adalah cara warga untuk menjaga detak jantung budaya leluhur agar tetap hidup. Saat ratusan kain dengan motif khas Flores dibentangkan, terpancarlah harapan besar dari para penenun, terutama ibu-ibu yang sudah sepuh, agar keahlian tangan mereka ini tak punah ditelan zaman. Cerita paling hangat datang dari Maestro Nona Maria yang berusia 70 tahun. Dengan mata berbinar, beliau bercerita, “Saya senang sekali lihat anak-anak muda TNI itu mau belajar caranya kita tenun. Artinya mereka menghormati adat kita.” Ada kebahagiaan yang tak terkira melihat para prajurit yang biasa memegang senjata, kini dengan telaten mencoba memasukkan benang dan belajar gerakan menenun dari tangan-tangan lincah nenek-nenek penenun.

Festival Tenun Ikat pelestarian budaya ekonomi lokal
Terkait
  • Topik: Festival Tenun Ikat, pelestarian budaya, ekonomi lokal
  • Tokoh: Nona Maria
  • Organisasi: TNI
  • Tempat: Desa Wolojita, Flores

Artikel terkait