Kilas Pelosok Trending

Dandim Sragen Ajari Anak-Anak Desa Bertani Hidroponik, Hasilnya untuk Kantin Sehat Sekolah

Dandim Sragen Ajari Anak-Anak Desa Bertani Hidroponik, Hasilnya untuk Kantin Sehat Sekolah

Dandim Sragen, Letkol Inf Arif Rahman, mengajak anak-anak Desa Gemolong belajar hidroponik dengan penuh kehangatan. Program ini tak hanya mengajarkan pertanian modern, tetapi juga menanamkan nilai gizi, tanggung jawab, dan kedekatan emosional antara TNI dengan warga. Dari kegiatan sederhana ini, lahir harapan baru untuk generasi sehat dan mandiri di Sragen.

Suasana di Desa Gemolong, Sragen, pagi itu berbeda. Bukan dentuman atau aba-aba yang terdengar, melainkan riuh rendah tawa anak-anak dan gemericik air yang menyejukkan hati. Letkol Inf Arif Rahman, Dandim Sragen, datang bukan dengan tugas operasi militer biasa. Di tangannya, ia membawa bibit-bibit kecil, pipa paralon, dan wadah-wadah yang penuh harapan. Di sebuah sudut sekolah dasar, ia mengajak puluhan anak-anak setempat untuk memulai petualangan baru: bertani modern tanpa tanah, atau yang dikenal dengan hidroponik.

Petualangan Tanah Air di Atas Rak: Menyemai Harap di Wadah Kecil

Dengan sabar layaknya seorang kakak atau bapak, sang Dandim membimbing tangan-tangan mungil itu. "Lihat, ini bibit kangkung. Kita taruh di rockwool yang sudah basah," ujarnya lembut. Wajah-wajah polos anak-anak Desa Gemolong penuh konsentrasi. Bagi mereka, yang biasanya hanya melihat sawah atau kebun, konsep menanam sayur di dalam air dengan bantuan nutrisi khusus adalah keajaiban pertanian modern. Mereka belajar menyemai, mengatur jarak tanam, dan menghitung tetesan nutrisi. Setiap langkah dilakukan dengan penuh semangat, seolah mereka sedang merakit masa depan yang lebih hijau dan sehat untuk desa mereka.

Program pemberdayaan ini bukan sekadar teori. Kegiatan langsung menyentuh kehidupan nyata. Anak-anak merasakan tanggung jawab merawat tanaman mereka setiap hari. "Nanti kalau sudah besar dan hijau, kita panen bersama!" seru salah seorang bocah dengan mata berbinar. Hasil dari kebun mini hidroponik ini sudah mereka rencanakan: untuk kantin sekolah. "Agar teman-teman bisa makan sayur segar dan jadi kuat!" tambahnya. Di sini, nilai gotong royong dan kepedulian terhadap sesama diajarkan melalui tindakan nyata.

Lebih dari Sekadar Tanaman: TNI Menyemai Ilmu dan Kedekatan

Inisiatif Dandim Sragen ini adalah wujud nyata program teritorial yang kreatif dan menyentuh. TNI hadir tidak hanya sebagai penjaga keamanan, tetapi juga sebagai sahabat dan pembina yang peduli dengan masa depan anak-anak desa. Mereka datang dengan ilmu yang aplikatif, sesuatu yang bisa langsung dirasakan manfaatnya oleh warga. Program ini memberikan banyak manfaat, di antaranya:

  • Keterampilan Baru: Anak-anak diperkenalkan pada teknologi pertanian sederhana yang bisa diaplikasikan di rumah, bahkan di lahan terbatas.
  • Pendidikan Gizi: Menanamkan kesadaran pentingnya mengonsumsi sayuran sehat sejak dini melalui pengalaman menanam sendiri.
  • Penguatan Karakter: Melatih rasa tanggung jawab, kesabaran, dan kerja sama melalui proses merawat tanaman hingga panen.
  • Kedekatan Emosional: Membangun hubungan yang hangat dan penuh kepercayaan antara prajurit TNI dengan generasi muda dan masyarakat Sragen.

Dengan program seperti ini, TNI berhasil menanamkan lebih dari sekadar bibit sayuran. Mereka menanamkan nilai-nilai cinta tanah air yang konkret: mencintai bumi dengan cara merawatnya, dan membangun masa depan dengan ilmu yang bermanfaat. Anak-anak Desa Gemolong tidak hanya akan memanen kangkung atau selada, tetapi juga memanen memori indah tentang bagaimana para prajurit hadir untuk mengajari mereka hal-hal baik.

Kini, di sudut sekolah itu, rak-rak hidroponik berdiri tegak sebagai monumen harapan. Setiap tetes nutrisi dan setiap helai daun yang tumbuh adalah cerita tentang kepedulian yang tumbuh subur di tanah Sragen. Melalui kegiatan sederhana namun penuh makna ini, terasa jelas bahwa pembangunan desa dan masa depan bangsa dimulai dari hal-hal kecil, dari menyentuh hati anak-anak, dan dari komitmen untuk selalu hadir di tengah masyarakat dengan cara yang hangat dan membumi. Semoga dari rak-rak hidroponik ini, lahir generasi baru petani-petani modern dan warga desa yang sehat, cerdas, dan penuh semangat gotong royong.

pertanian hidroponik pembinaan teritorial kantin sehat sekolah
Terkait
  • Topik: pertanian hidroponik, pembinaan teritorial, kantin sehat sekolah
  • Tokoh: Letkol Inf Arif Rahman
  • Organisasi: TNI
  • Tempat: Desa Gemolong, Sragen

Artikel terkait