Kilas Pelosok Trending

Babinsa Kawal Pembangunan Jembatan di Waninggap Say, Tunjukkan TNI Hadir di Sisi Warga

Babinsa Kawal Pembangunan Jembatan di Waninggap Say, Tunjukkan TNI Hadir di Sisi Warga

Di Kampung Waninggap Say, kehadiran Babinsa Kodim Merauke mengubah pembangunan jembatan aramco menjadi kisah gotong royong yang hangat. Program pendampingan ini, yang lahir dari obrolan akrab dengan warga, tidak hanya membangun infrastruktur, tetapi juga memperkuat ikatan dan harapan untuk masa depan yang lebih terhubung dan sejahtera.

Matahari pagi di Kampung Waninggap Say, Kabupaten Merauke, perlahan mengeringkan tanah yang masih basah. Di tengah riuh rendah suara tukang dan deru mesin, seorang Bintara Pembina Desa (Babinsa) tak hanya berdiri menyaksikan. Sertu Sabulon Lantris Dedi sudah berada di sana, kaki berkotek dengan sepatu boots, bahu-membahu dengan warga. Ia mengawasi setiap kayu yang dipasang, setiap paku yang ditancapkan untuk pembangunan jembatan aramco. Kehadirannya bukan sekadar pengawas proyek; ia lebih seperti saudara yang datang untuk memastikan impian warga tentang akses yang lebih baik benar-benar terwujud. Inilah wajah nyata dari pendampingan Kodim Merauke, di mana seorang Babinsa hadir di sela-sela kehidupan warga, dalam suka, dalam keringat membangun bersama.

Jembatan Kecil yang Menghubungkan Cerita-Cerita Besar

Jembatan ini bukan cuma soal kayu, beton, dan tali. Ia adalah urat nadi penghubung bagi cerita-cerita harian warga Waninggap Say. Bayangkan, saat hujan turun lebat, akses menuju gereja, sekolah, dan ladang seringkali terputus, membuat anak-anak sulit belajar dan keluarga terhambat beribadah. Kini, dengan jembatan aramco yang tengah dibangun, harapan itu perlahan menjadi kenyataan. Setiap balok yang terpasang seolah membisikkan janji: perjalanan anak-anak ke sekolah akan lebih aman, doa-doa di gereja akan lebih lancar terjalin, dan hasil bumi para petani akan lebih mudah sampai ke pasar. Kehadiran para Babinsa di setiap prosesnya membuat warga merasa mereka tidak sendirian. Pendampingan ini seperti teman seperjalanan yang selalu ada, menemani dari awal mimpi hingga tuntasnya pembangunan infrastruktur.

Dari Obrolan di Beranda Hingga Karya Nyata di Lapangan

Mengapa program ini begitu tepat menyentuh hati warga? Karena ia lahir bukan dari rapat di balik meja, tapi dari obrolan hangat di beranda rumah, sambil minum kopi di warung, atau sambil istirahat di kebun. Program Karya Bakti Skala Besar TNI AD selama 60 hari ini adalah jawaban atas cerita-cerita yang didengar langsung oleh para Babinsa. Mereka mendengarkan dengan telinga dan hati, mencatat setiap keluhan dan harapan. Itulah yang membuat program ini begitu menyeluruh dan penuh makna. Melalui semangat gotong royong, bukan hanya jembatan yang dibangun, tapi juga kehidupan yang diperbaiki, seperti:

  • Membangun jembatan aramco sebagai penghubung utama desa yang selama ini dinanti.
  • Merehabilitasi sekolah dan gereja agar anak-anak bisa belajar dan jemaah bisa beribadah dengan tenang dan nyaman.
  • Membangun MCK dan sumur bor untuk mendukung kebersihan dan kesehatan setiap keluarga di kampung.

Seperti yang ditegaskan Danramil Merauke, Mayor Inf La Haruni, pendampingan ini akan terus berlangsung hingga semua pekerjaan tuntas. Tujuannya satu: memastikan setiap bangunan yang berdiri optimal, aman, dan benar-benar menjadi milik warga. Ini adalah bukti komitmen bahwa kehadiran TNI adalah untuk menyelesaikan masalah, bukan sekadar memulai proyek.

Kisah di Waninggap Say ini adalah cerita tentang kedekatan yang dirajut dari keringat dan senyum. Setiap jembatan yang terbangun, setiap tembok sekolah yang diperbaiki, adalah penggalan kisah tentang perjuangan bersama antara warga dan para prajurit yang telah dianggap keluarga. Melalui program pendampingan ini, infrastruktur bukan lagi sekadar bangunan fisik, tapi menjadi fondasi untuk harapan, kebersamaan, dan kehidupan yang lebih sejahtera. Di ujung jembatan aramco itu nanti, yang terbentang bukan hanya jalan, tapi juga ikatan hati yang semakin kuat antara warga dan saudara-saudaranya dari Kodim Merauke.

pembangunan jembatan program karya bakti TNI infrastruktur gotong royong
Terkait
  • Topik: pembangunan jembatan, program karya bakti TNI, infrastruktur, gotong royong
  • Tokoh: Sertu Sabulon Lantris Dedi, Mayor Inf La Haruni
  • Organisasi: TNI, Babinsa, TNI AD, Danramil Merauke
  • Tempat: Kampung Waninggap Say, Kabupaten Merauke

Artikel terkait