Suasana hangat dan penuh semangat gotong royong membalut udara Kabupaten Poso selama sebulan penuh. Seperti keluarga besar yang sedang membangun rumah bersama, warga dan prajurit TNI bahu-membahu membersamai Program Serbuan Teritorial yang digelar Kodim 1307/Poso bersama Pemkab setempat, dari 7 Juli hingga 7 Agustus 2026. Bagi warga desa di pelosok Poso, program ini bukan sekadar istilah, tapi kehadiran nyata yang meringankan langkah dan menghangatkan hati. Di sini, obrolan di pinggir jalan bercampur suara ketok palu, menyulam kembali jaringan kehidupan yang selama ini mungkin sempat rapuh.
Ketika Prajurit Turun ke Desa, Membangun Lebih dari Sekadar Fisik
Letkol Arm Edi Yulian Budiargo, Dandim 1307 Poso, dengan suara yang tenang namun tegas, menjelaskan bahwa inti dari kegiatan ini adalah kecepatan dan kepedulian. “Ini untuk memperkuat sinergisitas antara TNI dan seluruh komponen bangsa,” ujarnya. Kata-katanya itu menjadi nyata dalam setiap aksi. Program ini seperti angin segar yang membawa perubahan nyata ke sudut-sudut desa. Bagi Nengah Sudarna, warga Desa Leboni, kehadiran TNI adalah berkah yang tak terduga. Ia bisa menyaksikan langsung bagaimana rumahnya yang membutuhkan perhatian mendapat sentuhan rehabilitasi. Rasanya, beban hidup yang selama ini dipikul perlahan menjadi lebih ringan, karena ada yang peduli dan turun tangan membantu.
Kehangatan program ini terasa dari ragam pekerjaan yang dikerjakan dengan penuh kebersamaan. Bukan cuma satu atau dua lokasi, tapi semangat membangun itu menjalar ke mana-mana. Dengan penuh rasa syukur, warga menceritakan manfaat yang mereka terima:
- Rumah yang Kembali Nyaman: Warga di Desa Leboni kini bisa bernapas lega. Program rehabilitasi rumah warga mengembalikan fungsi tempat tinggal mereka, memberi rasa aman dan teduh untuk keluarga.
- Ibadah yang Makin Khusyuk: Gereja di Tonusu, tempat warga berkumpul beribadah dan bersilahturahmi, diperbaiki. Kini, kegiatan keagamaan dan sosial berlangsung lebih nyaman dan khidmat.
- Air Bersih yang Mengalir Lagi: Di Kelurahan Pamona, pembangunan sumur bor menjawab kebutuhan air bersih sehari-hari. Tak perlu lagi susah payah mencari sumber air, karena kemudahan sudah hadir di depan mata.
- Jalan dan Dermaga yang Diperbaiki: Semangat gotong royong terlihat jelas di Dulumai dan Peura. Di Dulumai, jalan diperbaiki untuk memperlancar aktivitas warga. Sementara di Peura, dermaga direnovasi, menghidupkan kembali denyut nadi perekonomian dan transportasi warga pesisir.
Keringat yang Menyatu, Menjalin Kembali Tali Persaudaraan
Program Serbuan Teritorial ini telah menjadi jembatan emas yang tak ternilai. Ia bukan sekadar proyek fisik, tapi ruang di mana prajurit dan warga duduk sama rendah, berdiri sama tinggi, menyelesaikan pekerjaan dengan keringat yang menyatu. Kemanunggalan itu nyata terasa di setiap lokasi. Kehadiran Tim Wasev dari Staf Teritorial TNI yang turun meninjau langsung seperti memberi afirmasi: program ini serius dan tulus untuk rakyat. Hubungan yang dibangun bukan lagi sekadar hubungan antara institusi dan warga, tapi sudah seperti hubungan antar-saudara, antar-tetangga yang saling peduli.
Di balik semua fasilitas yang diperbaiki, ada nilai lebih penting yang tertanam: rasa percaya dan kebersamaan. Warga tidak lagi melihat seragam sebagai pembatas, tapi sebagai bagian dari komunitas yang sama-sama ingin memajukan desa. Program ini menjadi bukti bahwa pembangunan yang berpihak pada rakyat kecil di pelosok itu mungkin dan nyata. Ia menjadi teladan bagaimana semangat gotong royong antara berbagai elemen bangsa bisa menciptakan perubahan yang berarti dan berkesan.
Kini, seiring berakhirnya program, harapan baru mulai tumbuh di hati warga Poso. Mereka berharap manfaat dari semua perbaikan ini akan terus mengalir, menjadi modal untuk kehidupan yang lebih baik. Yang lebih penting, kehangatan dan kedekatan yang tercipta selama sebulan ini tidak ikut berakhir. Semoga ia tetap hidup, menjadi kenangan indah dan pondasi kuat untuk hubungan yang terus terjaga. Karena pada akhirnya, yang paling berharga dari sebuah pembangunan adalah ketika ia lahir dari rasa peduli dan dikerjakan dengan hati, persis seperti yang telah terjadi di bumi Poso.