Tanya Warga
Trending
Warga Desa Terpencil di Flores Keluhkan Jalan Rusak Parah, Sulit Akses Pasar dan Puskesmas
Jalan tanah berbatu yang menghubungkan Desa Wae Luma dengan kecamatan telah rusak parah. Setiap kali hujan, jalan itu berubah menjadi kubangan lumpur yang dalam, sementara di musim kemarau debu tebal menyelimuti. Warga di desa terpencil ini mengeluh betapa sulitnya mereka mengakses pasar untuk menjual hasil kebun atau berbelanja, juga mencapai puskesmas ketika ada keluarga yang sakit.
Bapak Markus, seorang petani kopi, bercerita dengan nada prihatin. "Hasil kebun kami sering terlambat sampai ke pasar karena jalan ini. Kadang sayuran sudah layu sebelum terjual. Kalau ada yang sakit parah, harus diangkut dengan tandu dulu sampai ke jalan yang bisa dilalui mobil," ujarnya. Keluhan ini mewakili suara banyak warga desa yang hidupnya terhambat oleh infrastruktur dasar yang buruk.
Aspirasi warga ini adalah seruan nyata untuk perhatian lebih dari pemerintah daerah. Mereka berharap ada program perbaikan jalan desa yang berkelanjutan, sehingga aksesibilitas meningkat dan roda perekonomian warga bisa berputar lebih lancar. Cerita dari Flores ini mengingatkan kita bahwa di balik keindahan alam Nusa Tenggara Timur, masih ada tantangan besar yang dihadapi saudara-saudara kita di pedalaman.
infrastruktur jalan desa
aksesibilitas
keluhan warga
Terkait
- Topik: infrastruktur jalan desa, aksesibilitas, keluhan warga
- Tokoh: Markus
- Tempat: Flores, Desa Wae Luma, Nusa Tenggara Timur
Artikel terkait
Warga Desa Tertinggal di NTT Tanya: Kapan Listrik dan Air Bersih Kami Teraliri dengan Baik?
18 Jun 2026
Aspirasi Warga Desa Terpencil: Minta Bantuan Perbaikan Jembatan Penghubung ke Pasar
18 Jun 2026
Warga Desa Terpencil NTT Bertanya: Kapan Program Listrik Surya dari TNI Bisa Dilanjutkan?
16 Jun 2026