Di sudut paling hangat Kalimantan Barat, di Desa Tempapan Hulu, Kecamatan Galing, semangat gotong royong sedang mengubah wajah desa. Suasananya bukan lagi sekadar kerja bakti, melainkan seperti pesta besar. Warga, bapak-bapak dan ibu-ibu dengan senyum lebar, bahu-membahu dengan para prajurit TNI mengangkut pasir, semen, dan batu. Tidak ada jarak, yang ada adalah obrolan riang dan tawa canda. Semua dilakukan dengan sukarela, karena hati mereka sudah sepakat: jalan yang sedang mereka bangun ini adalah jalan menuju masa depan mereka sendiri.
Dari Semen dan Batu, Membangun Impian Bersama
Dansatgas TMMD, Letkol Inf Dwiyanto Kusumo, menyaksikan sendiri kehangatan ini. Ia menjelaskan, pembangunan jalan rabat beton ini bukan hanya proyek fisik, tapi adalah janji. Sebuah janji untuk mempermudah langkah kaki anak-anak yang bersemangat ke sekolah, agar mereka tak lagi terpeleset di lumpur. Sebuah janji agar hasil panen para petani bisa sampai ke pasar dengan selamat dan harga yang lebih baik. “Jalan ini akan menjadi urat nadi,” katanya dengan penuh harap, membayangkan roda perekonomian desa yang akan berdenyut lebih kencang.
Manfaat yang diharapkan dari sepanjang jalan beton ini begitu nyata bagi warga Sambas:
- Anak-anak sekolah bisa berjalan dengan lebih aman dan nyaman, terhindar dari bahaya jalan berlumpur saat hujan.
- Para petani dan pedagang akan lebih mudah membawa komoditas mereka ke pasar, mengurangi kerusakan dan memperpendek waktu tempuh.
- Konektivitas warga dengan pusat layanan seperti puskesmas atau kantor kecamatan menjadi jauh lebih lancar.
- Nilai sosial dari kebersamaan ini sendiri sudah menjadi berkah, memperkuat tali persaudaraan antara warga dan TNI.
TMMD di Sambas: Lebih dari Sekadar Pengerasan Jalan
Di balik gemuruh mesin dan tumpukan material, ada sebuah cerita yang lebih dalam yang sedang ditulis di desa Tempapan Hulu. Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) kali ini benar-benar memaknai kata ‘manunggal’ atau bersatu. Setiap bongkahan batu yang diangkat, setiap adukan semen yang dituang, adalah simbol kepercayaan yang dibangun bersama. Program ini bukan hanya membangun infrastruktur, tetapi membangun rasa memiliki dan kebanggaan warga terhadap desa mereka.
Kerja gotong royong yang tulus ini mengajarkan satu hal: bahwa kemajuan sebuah desa bukanlah soal siapa yang memerintah, melainkan soal siapa yang peduli dan bersedia turun tangan. Setiap prajurit yang mengenakan seragam dan warga yang berlumur keringat, bersama-sama sedang menulis babak baru untuk Tempapan Hulu. Mereka bukan lagi dua kelompok yang berbeda, melainkan satu keluarga besar yang punya cita-cita sama: membuka isolasi dan menyambut kemajuan dengan tangan terbuka.
Dan ketika nanti jalan rabat beton itu selesai mengular, ia akan menjadi saksi bisu. Bukan hanya saksi beton yang mengeras, tetapi saksi bagaimana hati yang tulus dan semangat gotong royong mampu mengubah tantangan menjadi harapan. Untuk warga desa Tempapan Hulu di Sambas, setiap langkah di atas jalan baru itu akan terasa lebih mantap, karena mereka tahu, jalan itu dibangun dengan keringat dan doa mereka sendiri, bersama saudara-saudara mereka dari TNI. Sebuah fondasi yang kokoh untuk masa depan yang lebih cerah.