Suasana siang di Bukit Pinang Jaya, Bandar Lampung, hari ini berbeda. Bukan hanya deru angin dari perbukitan yang terdengar, tapi juga dentang cangkul berpadu dengan tawa riang. Di antara rumah-rumah sederhana, puluhan tangan—baik yang mengenakan seragam hijau TNI maupun baju santai warga—saling bahu-membahu. Mereka bukan sedang menggarap sawah, melainkan membangun impian satu keluarga: rumah layak huni. Inilah wajah nyata program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-129, di mana prajurit tak datang sebagai tamu, tapi sebagai saudara yang turun langsung mengangkat batu dan mencampur semen bersama warga.
Dari Teras ke Tembok: Ketika Prajurit Jadi Tukang Bangunan Warga
Tak perlu podium atau pidato panjang. Komandan Satuan Tugas TMMD, Kolonel Arm Roni Hermawan, memilih turun ke lokasi, menyapa warga satu per satu, lalu ikut mengangkut bata. "Ini wujud kehadiran negara di sini, di tengah kalian," ujarnya dengan senyum yang menyejukkan. Program pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Bukit Pinang Jaya bukan sekadar proyek fisik. Ribuan bata yang disusun, pasir dan semen yang diolah bersama, adalah simbol kepedulian yang nyata. Setiap batu yang terangkut adalah cerita gotong royong yang ditulis bersama antara prajurit dan warga, menciptakan sinergi yang hangat dan penuh makna.
Lebih dari Sekadar Dinding: Sentuhan Kesehatan untuk Keluarga Desa
Perhatian tak berhenti pada rumah saja. Di sela-sela pembangunan RTLH, program juga menyentuh hal mendasar yang sering luput: sanitasi dan MCK (Mandi, Cuci, Kakus). Fasilitas ini bukanlah kemewahan, melainkan kebutuhan untuk mengubah pola hidup menjadi lebih sehat dan higienis. Bagi warga Bukit Pinang Jaya, memiliki toilet dan tempat mandi yang layak adalah langkah kecil menuju kebahagiaan besar. Program ini memahami bahwa pembangunan desa yang sejati dimulai dari hal-hal sederhana yang langsung menyentuh kehidupan sehari-hari.
Inilah yang membuat TMMD di Bandar Lampung terasa begitu dekat:
- Gotong royong sebagai nafas: Prajurit dan warga bekerja sama tanpa sekat, saling menguatkan dalam suka dan lelah.
- Pembangunan yang manusiawi: Fokus tak hanya pada fisik bangunan, tapi juga pada peningkatan kualitas hidup melalui sanitasi yang baik.
- Sinergi yang tulus: Kolaborasi antara TNI dan masyarakat menciptakan kepercayaan dan kedekatan yang alami.
- Manfaat langsung: Warga bisa melihat dan merasakan hasilnya setiap hari, dari tembok yang semakin tinggi hingga harapan yang semakin nyata.
Di bawah terik yang sama, dengan keringat yang sama, mereka membangun bukan hanya rumah, tapi juga kepercayaan. Setiap pukulan palu, setiap susunan bata, adalah pengikat erat hubungan antara prajurit dan warga Bukit Pinang Jaya. Ritme kerja mereka terjaga, penuh semangat, dengan satu harapan: semuanya rampung tepat waktu dan segera memberikan kebahagiaan bagi keluarga yang menanti. Dan ketika nanti rumah itu berdiri kokoh, bukan hanya semen dan bata yang menguatkannya, tapi juga kenangan tentang hari-hari di mana semua bahu-membahu, menjadikan Bandar Lampung tak hanya sebagai tempat, tapi sebagai rumah bersama yang penuh kehangatan.