Tanya Warga Trending

Warga Tanya: Kapan Listrik Masuk ke Dusun Terpencil di Pegunungan Arfak?

Warga Tanya: Kapan Listrik Masuk ke Dusun Terpencil di Pegunungan Arfak?

Di Dusun Warkapi, Pegunungan Arfak, kegelapan telah menjadi teman sehari-hari selama puluhan tahun. Sebuah surat dari pemuda Yance mendorong Babinsa Sertu Markus untuk turun langsung, mendengar keluhan warga, dan mengusulkan program listrik tenaga surya. Dengan semangat gotong royong, warga kini optimis bahwa listrik akan segera menerangi dusun terpencil ini.

Malam di Dusun Warkapi, Pegunungan Arfak, bukanlah malam yang biasa. Di sini, gelap pekat menyelimuti setiap sudut, hanya diterangi oleh lampu minyak tanah yang berkedip-kedip atau suara menderu genset seadanya. Anak-anak kecil terpaksa belajar di bawah cahaya temaram, sementara ibu-ibu merintih saat harus menenun atau memasak di dapur yang gelap. Puluhan tahun lamanya, warga dusun terpencil ini hanya bisa pasrah pada nasib. Namun, secercah harapan mulai menyala ketika sebuah surat sederhana dari seorang pemuda bernama Yance tiba di Koramil setempat. Isinya langsung menusuk hati: “Kami ingin listrik seperti desa lain. Anak-anak susah belajar karena gelap.”

Surat dari Jantung Pegunungan: Suara Hati yang Tak Bisa Dibungkam

Yance bukan seorang pejabat atau tokoh masyarakat. Ia hanyalah pemuda biasa yang setiap hari berpeluh di ladang. Namun, hatinya tak bisa diam melihat adik-adiknya kesulitan mengerjakan PR hanya karena cahaya lampu minyak yang tak cukup terang. Lewat program Tanya Warga, ia memberanikan diri menulis surat. Tanpa basa-basi, Babinsa setempat, Sertu Markus, langsung merespons. Ia berjalan kaki menembus jalan setapak berbatu, menuruni lembah, hingga tiba di Dusun Warkapi. Di sana, ia duduk berhadapan dengan warga, mendengarkan keluh kesah mereka, dan mencatat setiap detail kebutuhan. Dalam percakapan hangat itu, warga mengungkapkan berbagai kesulitan yang mereka hadapi:

  • Harga minyak tanah yang mahal membuat banyak keluarga hanya mampu menyalakan lampu beberapa jam saja.
  • Anak-anak terpaksa belajar di bawah cahaya redup, menyebabkan mata cepat lelah dan semangat belajar menurun drastis.
  • Ibu-ibu kesulitan melakukan pekerjaan rumah tangga seperti menenun atau memasak pada malam hari, sehingga produktivitas terhambat.
  • Tidak ada akses untuk mengisi daya telepon atau peralatan elektronik sederhana, sehingga informasi dari luar sulit dijangkau.
  • Genset yang selama ini diandalkan sering rusak karena suku cadang sulit didapat di dusun terpencil ini.

Gerakan Kedekatan Teritorial: Babinsa Tak Mau Diam

Sertu Markus bukan tipe orang yang hanya mendengar lalu melupakan. Di hadapan warga, ia berjanji lantang: “Kami tidak akan diam. Setiap warga harus punya hak yang sama atas penerangan.” Kata-kata itu bukan sekadar janji kosong. Ia segera menyusun laporan mendetail untuk disampaikan ke pemerintah daerah dan satuan TNI. Usulannya jelas: program listrik tenaga surya yang ramah lingkungan, cocok untuk kondisi geografis Pegunungan Arfak. Meskipun proses masih dalam tahap koordinasi, semangat gotong royong sudah terasa. Warga mulai bergotong-royong membersihkan lahan di sekitar rumah untuk panel surya. Para pemuda membantu Babinsa mendata jumlah kepala keluarga dan titik pemasangan. “Kami optimis, karena ada yang peduli,” ujar Yance dengan mata berbinar. Babinsa pun terus berkoordinasi dengan dinas terkait, memastikan bahwa dusun terpencil ini tidak lagi terlupakan.

Malam itu, di bawah langit Arfak yang bertabur bintang, warga Dusun Warkapi duduk bersama merencanakan masa depan. Mereka tidak lagi membicarakan kegelapan, melainkan cahaya yang sebentar lagi akan menyapa. Dengan semangat gotong royong dan kepedulian dari Babinsa, perlahan tapi pasti, listrik akan masuk ke dusun terpencil ini. Warga yakin, setiap anak akan bisa belajar dengan tenang, setiap ibu akan bisa menenun di malam hari, dan setiap keluarga akan merasakan kehangatan penerangan yang adil. Harapan itu kini bukan lagi angan-angan—ia mulai berakar di tanah Arfak, di hati setiap warga yang percaya bahwa kebersamaan adalah cahaya paling terang.

infrastruktur listrik daerah terpencil
Terkait
  • Topik: infrastruktur, listrik, daerah terpencil
  • Tokoh: Yance, Markus
  • Organisasi: TNI
  • Tempat: Dusun Warkapi, Pegunungan Arfak, Papua Barat

Artikel terkait