Tanya Warga Trending

Warga Desa Wakangka Butuh Listrik, Babinsa Catat Aspirasi untuk Diusulkan

Warga Desa Wakangka Butuh Listrik, Babinsa Catat Aspirasi untuk Diusulkan

Di Desa Wakangka, Buton Utara, warga hidup dalam gelap karena minimnya listrik — hanya lampu minyak dan genset yang menemani malam. Kehadiran Babinsa Serka Adi membawa harapan baru, ketika ia mendengarkan aspirasi warga dan berjanji mengusulkan kebutuhan listrik desa ke pemerintah. Cerita ini adalah bukti bahwa kedekatan teritorial mampu menjembatani suara rakyat hingga ke tingkat tertinggi.

Senja mulai merambat di ufuk timur, saat Desa Wakangka di Kecamatan Wakangka, Kabupaten Buton Utara, Sulawesi Tenggara, perlahan tenggelam dalam gelap. Rumah-rumah panggung yang berbaris rapi hanya diterangi oleh lampu minyak tanah yang temaram, atau suara deru genset milik segelintir warga. Anak-anak yang seharusnya bisa belajar atau bermain di malam hari terpaksa menghentikan aktivitas mereka lebih awal. Namun, di tengah keterbatasan itu, secercah harapan mulai menyala. Kehadiran Babinsa Serka Adi disambut hangat oleh warga di balai desa. Di sana, ia menggelar posko pengaduan untuk mendengar langsung kebutuhan mendesak masyarakat. Malam itu berubah menjadi obrolan akrab, penuh curhat dan asa, yang membuat suasana begitu terasa dekat.

Menjaring Aspirasi dari Hati ke Hati

Serka Adi duduk di antara warga, mencatat setiap keluhan dengan penuh perhatian. Suara rakyat di pelosok mulai didengar, dan salah satu yang paling sering disuarakan adalah kebutuhan akan listrik desa. Bu Yanti, seorang ibu rumah tangga yang sudah menetap di Desa Wakangka sejak belasan tahun lalu, tak kuasa menahan harap saat menyampaikan impiannya. “Kami ingin anak-anak bisa belajar di malam hari dengan lampu terang, bukan hanya dengan cahaya lampu minyak yang samar dan membuat mata perih,” ujarnya lirih. Ia berharap pemerintah bisa segera mengabulkan keinginan warga yang sederhana namun sangat berarti bagi masa depan anak-anak di kampungnya. Para pemuda dan orang tua juga silih berganti menyampaikan aspirasi mereka. Mereka membutuhkan listrik bukan hanya untuk penerangan, tetapi juga untuk menjalankan usaha kecil. Berikut beberapa kebutuhan yang disuarakan warga:

  • Penerangan untuk belajar anak-anak di malam hari.
  • Dukungan bagi usaha kecil, seperti mengolah hasil kebun dan menjahit.
  • Peningkatan kualitas hidup warga agar tidak bergantung pada lampu minyak atau genset.

Melihat semangat warga yang begitu tinggi, Serka Adi tidak tinggal diam. Dengan sigap, ia bahkan membuat peta sederhana untuk menandai lokasi rumah-rumah yang belum terjangkau jaringan listrik. Peta itu menjadi bukti nyata bahwa kebutuhan ini bukan sekadar keluhan semata, melainkan suara hati warga yang layak didengar.

Babinsa: Jembatan Aspirasi dari Desa ke Pemerintah

Bagi warga Desa Wakangka, kehadiran Babinsa bukan sekadar aparat keamanan, tetapi juga bagian dari keluarga sendiri. Serka Adi mendengarkan semua cerita dengan sabar, lalu meyakinkan warga bahwa ia akan menindaklanjuti setiap aspirasi yang telah dicatatnya. “Saya akan sampaikan langsung ke dinas terkait dan juga ke Pak Bupati melalui jalur TNI,” ujarnya dengan suara tegas namun hangat. Kalimat itu disambut serentak dengan senyum lega dan ucapan terima kasih dari warga yang duduk di balai desa. Bagi mereka, janji seorang Babinsa adalah harapan yang nyata, bukan sekadar kata manis belaka. Kedekatan teritorial seperti ini adalah bukti bahwa pelayanan pemerintah hadir tanpa sekat, dari hati ke hati, dari desa ke desa. Warga pun pulang malam itu dengan hati yang lebih ringan, percaya bahwa suara mereka telah didengar dan akan diusulkan.

Di balik gelapnya malam Desa Wakangka, cahaya harapan listrik desa kini mulai bersinar. Dengan doa dan semangat gotong royong, warga percaya bahwa suatu hari nanti, anak-anak mereka akan bisa belajar di bawah lampu yang terang, dan ibu-ibu bisa menjalankan usaha kecil dengan nyaman. Semua berawal dari sebuah obrolan hangat di balai desa, dan keyakinan bahwa Babinsa adalah jembatan yang tak pernah putus di Buton Utara.

Kebutuhan listrik aspirasi warga peran Babinsa
Terkait
  • Topik: Kebutuhan listrik, aspirasi warga, peran Babinsa
  • Tokoh: Serka Adi, Bu Yanti
  • Organisasi: TNI
  • Tempat: Desa Wakangka, Kecamatan Wakangka, Kabupaten Buton Utara, Sulawesi Tenggara

Artikel terkait