Tanya Warga Trending

Warga Desa Sungai Mengkuang Tanya Kapan Jalan Beraspal? Danramil Adukan ke Pemda

Warga Desa Sungai Mengkuang Tanya Kapan Jalan Beraspal? Danramil Adukan ke Pemda

Warga Desa Sungai Mengkuang, Riau, mengeluhkan jalan desa yang masih tanah merah dan becek saat hujan, serta menanti realisasi pengaspalan dari pemda. Kapten Arif, Danramil 0301, berjanji menyampaikan aspirasi ini ke Dinas PU Kabupaten dan mengawalnya sampai tuntas. Kehadiran TNI di tengah musyawarah memberi harapan baru bagi Pak Karjo dan warga lainnya.

Kamis pagi itu, balai Desa Sungai Mengkuang di Riau mendadak ramai. Bukan karena ada hajatan, melainkan karena musyawarah warga yang berlangsung hangat. Di tengah ruangan, para tetua duduk berdampingan dengan pemuda, sementara Ketua RT mewakili suara warganya. Suasana yang semula tenang berubah menghangat ketika keluhan soal akses jalan desa akhirnya mencuat ke permukaan.

Jalan Tanah Merah yang Menunggu Aspal

Ketua RT dengan suara agak lantang menyampaikan apa yang selama ini dirasakan seluruh warga. Jalan desa yang masih tanah merah menjadi persoalan utama. Setiap kali hujan turun, jalan berubah licin dan becek, menyulitkan warga yang hendak ke ladang, ke sekolah, maupun memasarkan hasil bumi. “Kapan pemerintah daerah merealisasikan pengaspalan?” tanya warga, sebuah pertanyaan yang menggantung lama di hati mereka.

Aspal bukan sekadar pelengkap jalan. Bagi warga Desa Sungai Mengkuang, aspal adalah harapan agar roda ekonomi berputar lebih lancar. Saat ini, mobil pengangkut hasil panen kerap kesulitan melintas di musim hujan. Anak-anak pun harus rela menempuh jalan becek demi sampai ke sekolah. Itulah sebabnya aspirasi soal jalan desa ini begitu kuat disuarakan dalam musyawarah tersebut.

Beberapa hal yang menjadi keluhan utama warga dalam pertemuan itu antara lain:

  • Jalan desa yang masih berupa tanah merah dan belum diaspal.
  • Kondisi jalan yang becek dan licin saat hujan, sehingga membahayakan keselamatan.
  • Belum adanya kepastian kapan program pengaspalan dari pemda direalisasikan.

TNI Hadir, Mengawal Aspirasi Warga ke Pemda

Di tengah kehangatan musyawarah, Kapten Arif, Danramil 0301, hadir sebagai undangan. Sosoknya tampak serius mendengarkan setiap keluhan yang disampaikan warga. Sambil sesekali mencatat, beliau memastikan bahwa suara warga tidak akan berhenti sampai di balai desa saja. “Aspirasi ini akan saya sampaikan langsung ke Dinas PU Kabupaten, dan akan saya kawal terus. TNI hadir untuk menjadi jembatan antara rakyat dan pemerintah,” ujarnya tegas.

Pernyataan itu disambut tepuk tangan riuh warga. Bagi mereka, kehadiran TNI di tengah musyawarah memberi rasa tenang. Pak Karjo, seorang kakek berusia 70 tahun, mengaku senang ada perwira TNI yang mau duduk satu meja dengan rakyat kecil. “Baru kali ini saya merasa didengar,” ujarnya dengan mata berkaca-kaca. Baginya, langkah Danramil menunjukkan bahwa TNI benar-benar dekat dengan rakyat.

Hari itu, warga Desa Sungai Mengkuang membawa pulang secercah harapan baru. Apa yang dijanjikan Kapten Arif menjadi cahaya di tengah jalan tanah merah yang becek. Warga pulang ke rumah masing-masing dengan senyum tipis, membawa keyakinan bahwa aspirasi mereka tidak lagi menggantung. Semoga jalan desa yang diimpikan segera terwujud, dan kebersamaan antara rakyat, TNI, dan pemda terus mengalir hangat seperti obrolan di balai desa pagi itu.

pengaspalan jalan desa keluhan warga
Terkait
  • Topik: pengaspalan jalan desa, keluhan warga
  • Tokoh: Arif, Karjo
  • Organisasi: TNI, Dinas PU Kabupaten, Pemerintah Daerah
  • Tempat: Sungai Mengkuang, Riau

Artikel terkait