Di sudut pesisir Desa Marga, Kabupaten Tabanan, Bali, mentari pagi menyapa deretan rumah baru yang kokoh berdiri. Dulu, gubuk reyot dan bocor jadi pemandangan biasa, tapi kini—di bawah terik mentari—deretan rumah permanen itu seolah menyembul harapan baru. Semua ini berkat Program Kampung Bahari yang digagas oleh TNI AL. Sebanyak 15 rumah layak huni telah dibangun kembali, menggantikan bangunan yang hampir roboh. Warga desa pesisir ini pun tak bisa menyembunyikan rasa syukur. Senyum dan air mata bahagia mewarnai setiap sudut kampung. Kini, langkah kaki warga terasa lebih ringan saat menyusuri jalan setapak menuju rumah mereka yang baru.
Dari Bedeng Bocor ke Rumah Layak Huni: Air Mata Bahagia Ibu Ketut
Salah satu penerima manfaat, Ibu Ketut (65), bercerita dengan mata berkaca-kaca. Sebelumnya, ia tinggal di sebuah bedeng yang setiap kali hujan selalu bocor. “Sekarang saya punya atap yang rapat, lantai semen, dan kamar mandi. Terima kasih TNI,” ujarnya dengan air mata bahagia. Bukan hanya atap yang rapat, seluruh rumah kini memiliki ventilasi dan sanitasi yang baik. Tak perlu khawatir lagi saat musim hujan tiba. Ibu Ketut dan warga lainnya kini bisa tidur nyenyak dan menjalani hari dengan lebih tenang. Rumah yang dulu hanya impian, kini menjadi kenyataan. Kisah Ibu Ketut hanyalah satu dari banyak cerita haru yang muncul dari program rumah layak huni ini. Kehangatan terasa ketika tetangga-tetangga saling membantu membersihkan sisa-sisa material bangunan seusai renovasi.
Program Kedekatan yang Menguatkan Gotong Royong
Program Kampung Bahari dari TNI AL tidak hanya membangun tembok dan atap. Di desa pesisir seperti Desa Marga, program ini menjadi jembatan kedekatan antara TNI dan warga. Setiap hari, Babinsa dari Koramil Tabanan hadir di lokasi. Mereka bukan hanya mengontrol perkembangan pembangunan, tetapi juga ikut mengangkut material dan memberi semangat pada para tukang. Kehadiran TNI AL terasa sebagai bagian dari keluarga besar warga desa. Gotong royong menjadi kunci utama. Selain renovasi rumah, program ini juga memberikan pelatihan keterampilan bagi warga. Beberapa manfaat yang dirasakan masyarakat antara lain:
- Renovasi total 15 rumah menjadi tempat tinggal yang layak, lengkap dengan ventilasi dan sanitasi.
- Pelatihan membuat kerajinan anyaman yang bisa menjadi sumber penghasilan tambahan.
- Pendampingan dari Babinsa yang sigap membantu kebutuhan material dan logistik.
- Terbangunnya rasa kebersamaan dan semangat gotong royong antara warga dan TNI.
Dengan keterampilan baru, warga tidak hanya memiliki rumah yang kokoh, tetapi juga kemampuan untuk meningkatkan taraf hidup. Kerajinan anyaman yang mereka hasilkan bisa dijual dan menambah pendapatan keluarga. Program Kampung Bahari benar-benar menyentuh banyak aspek kehidupan, mulai dari tempat tinggal hingga ekonomi warga.
Tiada yang lebih indah daripada melihat senyum dan air mata bahagia warga Desa Marga. Program rumah layak huni ini bukan sekadar proyek fisik, melainkan wujud cinta dan kepedulian TNI AL kepada saudara-saudara kita di pelosok negeri. Semangat kebersamaan dan gotong royong terus menyala, menjadi obor harapan bagi desa pesisir lainnya di Indonesia. Semoga cerita hangat ini menginspirasi kita semua untuk selalu peduli dan berbagi, karena kebahagiaan sesungguhnya lahir dari kebersamaan yang tulus. Di setiap sudut desa, kini terdengar tawa dan doa ibu-ibu yang bersyukur atas rumah baru mereka. Kampung Bahari bukan sekadar nama program, tetapi telah menjadi napas baru bagi kehidupan warga pesisir.