Di Desa Cinta Damai, Aceh, gempa kecil yang mengguncang beberapa waktu lalu meninggalkan luka di hati warga. Mushola Al-Ikhlas, tempat mereka selama ini bersimpuh dan mengaji, ambruk tak tersisa. Namun, dari puing-puing itu, tumbuh tekad yang kuat untuk bangkit kembali. Warga pun tak ragu untuk tanya warga kepada Babinsa Koramil 0105, berharap ada uluran tangan dari TNI. Pagi ini, suasana desa langsung berubah riuh rendah—20 personel TNI bersama warga mulai membersihkan puing dan menyusun batu bata baru, sebuah pemandangan gotong royong yang hangat dan penuh semangat.
Dari Puing Menjadi Harapan: Cerita di Balik Renovasi Mushola
Pak Hamid, Takmir Mushola Al-Ikhlas, bercerita dengan suara bergetar haru. "Kami berinisiatif, tetapi tenaga dan alat terbatas. Alhamdulillah, Pak Babinsa langsung merespons panggilan kami," ujarnya. Babinsa Serma Ali, yang sehari-hari akrab dengan warga, tak mau menunggu lama. Menurutnya, renovasi mushola ini ditargetkan rampung dalam dua minggu. TNI juga tidak hanya datang dengan tenaga, tetapi menyumbangkan kebutuhan pokok seperti semen dan cat. Semua ini membuat warga semakin yakin bahwa rumah ibadah mereka akan kembali berdiri kokoh.
- Pembersihan puing dilakukan sejak pagi hari, diikuti dengan penyusunan batu bata baru yang rapi.
- Bantuan dari TNI berupa semen dan cat meringankan beban warga yang memiliki keterbatasan biaya.
- Ibu-ibu desa turut berperan dengan menyediakan kopi dan kue untuk semua yang bekerja bakti.
Gotong Royong yang Menyatukan: Kisah di Setiap Sudut Gotong Royong
Serma Ali tersenyum lebar saat melihat semangat warga. "Ini bukan hanya bangunan, tapi tempat ibadah yang akan digunakan anak cucu kita. Makanya kami semua kompak," katanya. Suasana kerja bakti benar-benar penuh kebersamaan. Warga dari berbagai usia bergotong royong dengan sukacita, seolah tiada lelah. Anak-anak kecil pun ikut mengangkat puing kecil, sementara para tetua duduk di teras memberikan arahan. Ibu-ibu hilir mudik membawakan minuman, membuat suasana terasa seperti pesta kecil—bukan puing, tapi persatuan yang dirajut.
Hari ini, di Desa Cinta Damai, bukan hanya mushola yang direnovasi, tetapi juga ikatan kemanusiaan yang semakin erat. Warga dan TNI saling bahu-membahu, membuktikan bahwa ketika ada musibah, kebersamaanlah yang jadi obat. "Alhamdulillah, ini berkat gotong royong dan kepedulian TNI. Semoga mushola kami segera berdiri kembali dan digunakan untuk kebaikan," ucap Pak Hamid, menatap langit biru dengan penuh syukur. Dan di bawah terik matahari Aceh, senyum warga merekah, menandakan bahwa harapan tak pernah benar-benar runtuh.