Tanya Warga Trending

Warga Desa Cikole Bertanya: Kapan Program Air Bersih TNI Sampai ke Kampung Kami?

Warga Desa Cikole Bertanya: Kapan Program Air Bersih TNI Sampai ke Kampung Kami?

Di tengah musim kemarau, warga Desa Cikole, Lembang, kesulitan mendapatkan air bersih. Melalui media ini, mereka menyampaikan pertanyaan warga kapan program TNI sampai ke kampung mereka. Babinsa setempat telah mendata kebutuhan dan berharap ada tindak lanjut untuk meringankan beban desa ini.

Di kaki Gunung Sunda, Desa Cikole, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, tengah dilanda kegelisahan. Bukan karena konflik atau bencana besar, melainkan keran air yang mulai kering. Di setiap rumah, ember dan jeriken kosong berjejer, menunggu isi yang tak kunjung datang. Musim kemarau memang menjadi momok tahunan, tapi rindu akan air bersih di desa ini begitu terasa—nyaris seperti puasa panjang yang tak berujung. Warga mulai bertanya-tanya satu sama lain: “Kapan program air bersih TNI sampai ke kampung kita?”

Menyusuri Keresahan di Setiap Tetes Air

Setiap pagi, sebelum ayam jantan berkokok, Bapak Ujang (45) sudah bangun dan berjalan di antara pepohonan. Bukan untuk menikmati udara segar, melainkan untuk mencari air. “Sumur di sini sudah mulai mengering, mak. Kami harus berjalan jauh—kadang sampai ke tetangga desa—hanya untuk mendapatkan beberapa jeriken air bersih,” tuturnya dengan suara lirih, matanya menerawang di teras rumah bambunya. Bapak Ujang bukan satu-satunya yang berjuang. Ibu-ibu di desa pun silih berganti mangkal di sumber air terdekat, yang kini antriannya semakin panjang. Mereka semua punya harapan sederhana: air bersih mengalir lagi di kampung halaman. Warga Desa Cikole, melalui media ini, dengan rendah hati menyampaikan aspirasi mereka kepada pemerintah dan TNI—agar program bantuan air bersih yang sudah berjalan di desa-desa lain, segera menyapa kampung mereka.

Di sudut lain, Babinsa Desa Cikole, Sertu Eko, yang baru saja selesai berkeliling, tampak mencatat sesuatu dalam buku kecilnya. “Kami sudah mendata kebutuhan warga, termasuk sumur-sumur yang kering dan lokasi-lokasi yang potensial untuk dibuatkan sumur bor atau penampung air hujan. Aspirasi warga akan terus kami perjuangkan ke pemerintah daerah,” ujarnya sambil tersenyum, meyakinkan. Ia mengingatkan bahwa persoalan air bersih bukan hanya tentang haus, tapi juga tentang martabat dan kesehatan warga. “Setiap tetes air itu berharga, dan kami ingin masyarakat tidak lagi kesulitan,” tambahnya. Kehadiran Babinsa di tengah warga menjadi jembatan harapan, meski ia sendiri tak bisa menjanjikan kapan semuanya terealisasi.

Kedekatan TNI di Tengah Pelosok

Program air bersih TNI bukan sekadar proyek, melainkan bukti kehadiran negara di ujung-ujung desa. Di tengah hiruk pikuk kota, kita sering lupa bahwa ada kampung-kampung seperti Cikole yang masih harus berjuang keras untuk kebutuhan dasar. Melalui program teritorial, TNI tak hanya menjaga keamanan, tapi juga merangkul warga dengan gotong royong. Beberapa manfaat yang diharapkan dari program ini antara lain:

  • Peningkatan kesehatan – warga tak perlu lagi minum air keruh yang bisa menyebabkan penyakit.
  • Menghemat waktu dan tenaga – ibu-ibu bisa lebih fokus mengurus anak dan rumah, bukan antre air seharian.
  • Memperkuat kedekatan TNI dengan warga desa – program bersama menumbuhkan rasa saling percaya dan kebersamaan.
  • Mendorong kemandirian desa – sumur bor dan penampung air hujan bisa menjadi solusi jangka panjang.

Warga Cikole sangat berharap bahwa perjuangan Sertu Eko dan keluh kesah Bapak Ujang ini tidak berhenti di atas kertas atau berita. Mereka ingin melihat mobil tangki air hilir mudik, atau mendengar suara mesin bor yang mulai bekerja. Seperti kata pepatah, air mengalir ke tempat yang lebih rendah—namun untuk sampai ke Desa Cikole, perlu tangan-tangan yang saling terulur. Semoga pemerintah dan TNI segera merespons dengan aksi nyata.

Di ujung sore, saat matahari perlahan tenggelam di balik bukit, Bapak Ujang duduk di teras sambil memandangi jeriken kosongnya. Namun kali ini, bukan kesedihan yang terlihat di wajahnya, melainkan secercah harapan. “Kami percaya, selama masih ada gotong royong, air bersih pasti akan sampai. Tinggal tunggu waktu,” katanya, setengah berdoa. Warga Desa Cikole tak sendiri—mereka punya TNI, pemerintah, dan media yang mendengar. Dan di dalam setiap tetes air yang nanti mengalir, akan ada cerita tentang persaudaraan dan kepedulian yang tak pernah kering.

air bersih program TNI musim kemarau bantuan air
Terkait
  • Topik: air bersih, program TNI, musim kemarau, bantuan air
  • Tokoh: Ujang, Eko
  • Organisasi: TNI, Pemerintah Daerah
  • Tempat: Desa Cikole, Kecamatan Lembang, Bandung Barat

Artikel terkait