Pagi hari di Desa Wuring, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, selalu dimulai dengan suara gemericik air sungai yang berkelok-kelok. Di balik perbukitan hijau yang menaungi, kehidupan warga berjalan perlahan. Namun, bagi para lansia, perjalanan menuju posyandu terasa bagai mendaki gunung. Jalan setapak licin dan berbatu membuat mereka enggan melangkah. Tapi di tengah keterbatasan itu, ada satu sosok yang menjadi penolong: Babinsa Serda Putu Adi. Setiap pagi, ia mengayuh perahu motor milik koramil, menyusuri sungai untuk menjemput para kakek dan nenek dari dusun-dusun terpencil. Tujuannya satu: mengantar mereka ke posyandu untuk mendapatkan vaksinasi gratis yang menjadi jembatan kesehatan bagi warga yang selama ini merasa terisolasi.
Perahu Harapan: Babinsa yang Menjadi Jembatan Kesehatan
Serda Putu Adi bukan sekadar petugas berseragam. Ia adalah tetangga, saudara, dan penolong bagi warga Desa Wuring. Dengan hati-hati, ia membantu Nenek Marta (70) turun dari dermaga kayu yang licin. Nenek Marta sebelumnya tak berani pergi ke posyandu karena takut jatuh. “Berkat Babinsa, saya bisa divaksin dengan tenang,” ujarnya dengan senyum penuh syukur. Perahu itu bukan sekadar alat transportasi—ia menjadi lambang harapan. Setiap perjalanan, Babinsa mengantar lansia melewati sungai, menembus arus, dan menebar kasih tanpa pamrih. Bagi warga, kehadirannya membuat mereka merasa diperhatikan, tidak lagi sendirian dalam akses layanan kesehatan. Program vaksinasi gratis yang digelar Dinas Kesehatan bersama TNI ini menjadi bukti bahwa negara hadir di tengah kesulitan.
Vaksinasi Gratis: Bukti Negara Hadir di Pelosok
Program vaksinasi gratis ini digelar untuk melindungi warga dari penyakit menular, terutama di musim hujan. Dengan bantuan Babinsa, setiap dusun di Desa Wuring bisa dijangkau. Kepala desa tak henti mengucapkan terima kasih. “TNI selalu hadir tanpa pamrih. Mereka bukan sekadar petugas, tapi saudara kami,” katanya penuh haru. Manfaat yang dirasakan warga sangat nyata:
- Pendampingan kesehatan: Setelah divaksin, lansia dipantau oleh tenaga medis di posyandu, sehingga mereka merasa aman.
- Edukasi langsung: Babinsa menyelipkan pesan pentingnya imunisasi dan pola hidup bersih di sela-sela perjalanan.
- Transportasi aman: Dengan perahu, risiko jatuh dan kecelakaan di jalan setapak berkurang drastis, terutama bagi lansia yang rentan.
- Kedekatan emosional: Warga merasa diperhatikan, tidak lagi sendirian dalam akses layanan kesehatan, dan tumbuh rasa percaya pada program pemerintah.
Bagi Nenek Marta dan lansia lainnya, perahu motor itu lebih dari sekadar kendaraan. Ia adalah simbol bahwa negara hadir di tengah kesulitan. Langit sore di Desa Wuring mulai gelap, tapi hati warga terang. Mereka tahu, kapan pun dibutuhkan, Babinsa akan datang—mengayuh perahu, menembus arus, dan menebar kasih tanpa pamrih. Bersama-sama, kita jaga kesehatan, kita jaga desa. Di balik setiap tetes keringat Babinsa, ada harapan yang terus hidup: bahwa tidak ada satu pun warga yang tertinggal, sekalipun di pelosok paling jauh.