Kabar Desa Kita Trending

TNI-Polri Gotong Royong Bangun Irigasi Sawah di NTT, Petani Bersyukur

TNI-Polri Gotong Royong Bangun Irigasi Sawah di NTT, Petani Bersyukur

Di Desa Lamboya, Sumba Barat, NTT, TNI dan Polri bergotong royong bersama warga membangun irigasi sepanjang 2 kilometer dari sumber mata air di lereng bukit. Kini sawah seluas 50 hektar yang dulu sering gagal panen karena kekeringan mendapatkan air sepanjang tahun. Kebersamaan ini menjadi bukti nyata bahwa program teritorial bisa menghidupkan harapan dan kesejahteraan petani.

Di sudut Desa Lamboya, Kabupaten Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur, suara cangkul dan obrolan riang bercampur dengan gemericik air yang mulai mengalir. Puluhan prajurit TNI dan anggota Polri bersama para petani dan warga desa bahu-membahu menggali tanah, memasang pipa, dan menyusun batu untuk saluran irigasi sepanjang 2 kilometer. Sawah-sawah di desa ini selama bertahun-tahun seperti anak yang kehausan di musim kemarau—gagal panen sudah menjadi cerita lama yang melekat. Kini, ada harapan baru yang mengalir dari lereng bukit.

Sawah yang Tak Lagi Kehausan

Musim kemarau di Sumba Barat memang kerap membuat para petani gigit jari. Air sangat sulit didapat, dan sawah seluas 50 hektar hanya bisa ditanami sekali setahun dengan risiko gagal. Namun, melalui program teritorial TNI dan Polri yang digagas untuk mendukung swasembada pangan nasional, warga Desa Lamboya akhirnya mendapat bantuan nyata. Sumber mata air yang selama ini mengalir deras di lereng bukit, kini disalurkan dengan pipa dan saluran irigasi yang dibangun bersama. “Kami sangat bersyukur ada bapak-bapak TNI dan Polri yang turun langsung membantu,” ujar Kepala Desa Lamboya, Yosep Umbu Ngongo, dengan mata berkaca-kaca.

Gotong Royong: Dari Lereng Bukit ke Sawah Warga

Yang membuat program ini begitu hangat adalah semangat gotong royong yang hidup kembali. Bukan sekadar proyek fisik, tetapi juga kebersamaan yang menguatkan ikatan antara aparat dan warga. Setiap pagi, para prajurit dan polisi sudah berada di lokasi, membaur dengan petani, mengangkat batu, dan menyusun saluran. Warga pun bergantian membawa makanan dan minuman untuk para bapak-bapak berseragam itu. Manfaat dari irigasi ini sangat terasa:

  • Areal persawahan seluas 50 hektar kini bisa terairi secara merata sepanjang tahun, bukan hanya saat musim hujan.
  • Risiko gagal panen akibat kekeringan berkurang drastis, sehingga petani bisa menanam padi hingga dua kali setahun.
  • Hasil panen meningkat, yang berarti pendapatan keluarga petani di Desa Lamboya ikut terdongkrak.
  • Semangat gotong royong kembali mengakar, menjadi modal sosial yang kuat untuk pembangunan desa selanjutnya.

Para petani yang dulu cemas menyambut kemarau, kini bisa tersenyum lega. Mata air yang mengalir dari lereng bukit bukan hanya air, melainkan juga harapan dan kehidupan yang baru. Program yang digagas oleh TNI dan Polri ini membuktikan bahwa kedekatan teritorial bukan sekadar kata, melainkan aksi nyata yang menyentuh langsung kehidupan warga desa.

Di akhir sore, ketika sinar matahari mulai merah di ufuk barat, warga dan aparat masih duduk bersama di pematang sawah. Mereka bercerita, tertawa, dan merencanakan masa depan. Di Desa Lamboya, kebersamaan itu adalah air yang tak pernah kering—mengalir dari hati ke hati, dari lereng bukit ke sawah yang dulu haus. Semoga gotong royong seperti ini terus menyala di seluruh pelosok NTT, karena dari kedekatan itulah Indonesia tumbuh kuat.

Pembangunan Irigasi Sawah Gotong Royong TNI-Polri Swasembada Pangan Nasional
Terkait
  • Topik: Pembangunan Irigasi Sawah, Gotong Royong TNI-Polri, Swasembada Pangan Nasional
  • Tokoh: Yosep Umbu Ngongo
  • Organisasi: TNI, Polri
  • Tempat: Desa Lamboya, Kabupaten Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur

Artikel terkait