Di ujung timur Flores, tepatnya di Desa Kisol, mentari pagi kini tak lagi menyaksikan perjuangan berat warga membawa ember kosong. Dulu, saat fajar menyingsing, Ibu Maria dan puluhan ibu lainnya harus rela berjalan kaki berbatu sejauh lima kilometer untuk mendapatkan setetes air bersih. Sumur-sumur kering menjadi saksi bisu kepayahan mereka setiap hari. Tapi sejak September 2026, semuanya berubah. Satgas TNI Manunggal Air hadir, bukan sekadar membangun pipa, melainkan juga merajut kebersamaan yang hangat bersama warga desa terpencil di Flores Timur ini.
Kisah Kering yang Berubah Menjadi Senyuman
Dulu, anak-anak di Kisol sering absen sekolah karena harus membantu orang tua mencari air. Namun, kedatangan prajurit TNI membawa harapan baru. Dengan semangat gotong royong, mereka bersama warga bergotong royong menggali pipa sepanjang dua kilometer, melewati medan berbatu dan lereng curam. Hasilnya, air bersih kini mengalir deras ke 300 rumah warga. Wajah-wajah lelah yang dulu biasa terlihat di pagi hari kini berubah menjadi senyuman. Ibu Maria tak kuasa menahan haru, "Baru kali ini kami bisa mandi dan mencuci tanpa harus berjalan jauh. Rasanya seperti mimpi."
- Air mengalir 24 jam — setiap keluarga di Kisol kini bisa menikmati air bersih kapan saja, tanpa harus menunggu giliran atau berjalan jauh.
- Kemandirian warga — program ini melibatkan warga secara langsung, sehingga mereka turut memiliki dan merawat fasilitas ini dengan penuh rasa tanggung jawab.
- Kesehatan meningkat — dengan air bersih yang mudah dijangkau, risiko penyakit kulit dan diare mulai berkurang drastis, terutama pada anak-anak.
- Anak-anak bisa belajar bersih — sekolah-sekolah di desa kini memiliki pasokan air untuk kebersihan diri dan lingkungan, membuat siswa lebih semangat datang ke kelas.
Sinergi TNI dan Warga: Gotong Royong yang Menghidupkan
Kehadiran TNI di Desa Kisol bukan sekadar membangun infrastruktur. Para prajurit menginap di rumah warga, ikut kerja bakti, dan berbagi cerita di sore hari. Malam-malam di desa yang dulunya hening, kini dipenuhi tawa dan obrolan akrab antara warga dan seragam hijau yang tak lagi terasa asing. Semua berkat satu kata: kebersamaan. Program TNI Manunggal Air ini bukan sekadar proyek, melainkan gerakan hati yang mengalirkan harapan bagi desa terpencil seperti Flores Timur. Warga bergotong royong menggali pipa bersama prajurit, menanamkan pipa di medan berbatu, dan merayakan setiap tetes air yang berhasil mengalir.
Kini, saat mentari pagi menyinari Desa Kisol, anak-anak mandi riang di halaman, ibu-ibu mencuci pakaian sambil bersenda gurau, dan bapak-bapak menyiram sayur yang mereka tanam. Air bersih telah menyambung hidup mereka dengan harapan baru. Bukan hanya desa yang teraliri air, tetapi juga hati yang terhubung dalam ikatan kebersamaan yang tak lekang oleh waktu. Semoga semangat ini terus mengalir, seperti air yang tak pernah berhenti mengucur di setiap rumah warga Kisol.