Kampung Sesor di Sorong Selatan pagi itu mendadak berubah meriah. Bukan karena pesta biasa, melainkan karena semangat gotong royong yang menyala-nyala. Dengan tema "Satukan Langkah Membangun Negeri dari Desa", program TMMD ke-129 resmi dibuka, dan warga berbondong-bondong datang menyambut para prajurit TNI serta jajaran pemerintah daerah. Udara segar Papua terasa lebih hangat saat Bupati Sorong Selatan, Ibu Petronela Krenak, bersama Danrem 181/PVT, Kolonel Inf Slamet Riadi, berdiri di tengah lapangan — tak sekadar hadir, tapi benar-benar dekat dengan warga. Acara pembukaan terasa seperti syukuran keluarga besar: ada senyum, jabat tangan, dan harapan yang mengalir deras dari setiap sudut kampung.
Gotong Royong di Ujung Negeri: TMMD Hadir untuk Kampung Sesor
Di balik kemeriahan itu, ada cerita tentang kebersamaan yang nyata. Para prajurit TNI, perangkat desa, dan warga Kampung Sesor bergandengan tangan sejak persiapan. Acara pembukaan bukan sekadar seremoni; ada momen penyerahan alat kerja yang langsung disambut antusias, peninjauan lokasi pembangunan yang akan menyentuh infrastruktur dasar, hingga penanaman pohon buah sebagai lambang kehidupan yang berkelanjutan. Warga tak hanya menonton, mereka ikut serta — dari anak-anak hingga orang tua, semua turun ke lapangan. Bagi mereka, program TMMD adalah bukti bahwa pemerintah dan TNI benar-benar peduli pada desa-desa terpencil.
Manfaat yang akan dirasakan langsung oleh warga Kampung Sesor sangat beragam. Berikut beberapa di antaranya yang membuat wajah-wajah di kampung ini berseri-seri:
- Infrastruktur pedesaan — pembangunan jalan, jembatan, dan fasilitas umum yang akan memudahkan akses warga ke pasar, sekolah, dan puskesmas.
- Dukungan untuk UMKM lokal — stan-stan pameran yang didirikan menjadi ajang promosi bagi produk-produk khas Kampung Sesor, mulai dari hasil kerajinan hingga makanan tradisional.
- Penanaman pohon buah — sebagai investasi jangka panjang, pohon-pohon ini diharapkan bisa menjadi sumber pangan dan penghasilan tambahan bagi keluarga.
- Pemberdayaan masyarakat — pelatihan dan pendampingan dari TNI dan pemerintah desa agar warga lebih mandiri dalam mengelola sumber daya alam.
Harapan Baru dari Tanah Papua: Pembangunan yang Menyentuh Hati
Danrem 181/PVT, Kolonel Inf Slamet Riadi, dalam sambutannya menekankan bahwa TMMD bukan proyek seremonial. "Hasil pembangunan ini harus memberi manfaat nyata," katanya tegas namun penuh kehangatan. Pesan itu langsung disambut anggukan dan tepuk tangan warga. Mereka tahu, program ini bukan hanya membangun fisik, tapi juga membangun harapan. Bupati Petronela Krenak juga menambahkan bahwa sinergi TNI dan pemerintah daerah adalah kunci agar pembangunan di Sorong Selatan bisa berjalan cepat dan merata. Di balik kata-kata itu, ada janji untuk terus mendampingi warga hingga Kampung Sesor benar-benar berubah — bukan hanya dari tampilan, tapi juga dari semangat kemandiriannya.
Di sore hari, saat matahari mulai tenggelam di balik bukit-bukit Sorong Selatan, suasana Kampung Sesor masih terasa hangat. Warga bergotong royong membersihkan area sekitar, sementara anak-anak bermain di dekat pohon-pohon yang baru ditanam. Mereka tak hanya menanam pohon, tapi juga menanam impian. Program TMMD ke-129 telah membuka pintu bagi perubahan, namun yang lebih penting adalah semangat kebersamaan yang terus dipelihara. Seperti kata pepatah setempat, "satu tangan tak bisa bertepuk, dua tangan baru bisa bersatu." Di Kampung Sesor, semua tangan sudah terulur — dan bersama, mereka akan terus membangun desa ini, langkah demi langkah, hingga menjadi kampung yang mandiri dan sejahtera.