Pagi di Pegunungan Sigi tidak lagi sunyi. Dentuman alat berat dan suara warga yang bekerja bakti bergema di udara, membaur dengan kicauan burung dan desir angin. TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-126 resmi memulai pembangunan jalan usaha tani sepanjang 6,8 kilometer yang akan menghubungkan tiga desa terpencil sekaligus. Selama ini, warga harus menempuh jalur setapak selama tiga jam hanya untuk menjual hasil panen ke pasar—sebuah perjuangan yang menguras tenaga dan waktu. Kini, harapan baru mulai bersemi di hati mereka.
Jalan Urat Nadi Ekonomi: Gotong Royong Membangun Harapan
Komandan Satgas TMMD menyebut jalan ini adalah urat nadi ekonomi warga. Semua dikerjakan secara gotong royong bersama masyarakat, tanpa mengesampingkan nilai-nilai kemanusiaan. Warga desa ikut mengangkut batu dan pasir, sementara prajurit TNI bekerja di sisi mereka, bercampur keringat dan tawa. Kehadiran TNI di tengah desa bukan hanya membangun jalan, tetapi juga menumbuhkan harapan baru—seperti sinar matahari yang menembus kabut pagi.
Manfaat program TMMD ke-126 di Sigi ini begitu terasa bagi warga, antara lain:
- Kendaraan roda empat bisa masuk ke desa, mempermudah distribusi hasil pertanian.
- Para tengkulak tidak lagi semena-mena menentukan harga karena akses pasar lebih terbuka.
- Layanan kesehatan lebih cepat dijangkau, tak perlu lagi berjam-jam ke puskesmas.
- Anak-anak bisa bersekolah dengan lebih mudah, tanpa khawatir jalan becek dan licin.
Dari Jalan Setapak ke Aspal: Mimpi yang Mulai Terwujud
Menurut seorang tokoh desa, impian memperbaiki rumah dan menyekolahkan anak kini mulai terlihat nyata. "Dulu, hasil panen kami sering busuk di jalan karena harus diangkut manual. Sekarang, kami bisa bernapas lega," ujarnya dengan mata berkaca-kaca. Pembangunan ini membuka isolasi yang selama bertahun-tahun mengurung desa. Bukan hanya infrastruktur, tetapi juga perubahan nasib yang dirasakan langsung oleh warga.
Di setiap sudut desa, semangat gotong royong terlihat jelas. Para ibu menyiapkan makanan untuk para pekerja, sementara bapak-bapak bahu-membahu mengangkat material. TMMD ke-126 di Sigi bukan sekadar proyek—ia adalah cermin kebersamaan, di mana TNI dan rakyat bersatu padu membangun masa depan yang lebih cerah. Setelah jalan usaha tani ini selesai, bukan hanya ekonomi yang menggeliat, tetapi juga hati warga yang penuh syukur. Mereka tahu, di balik setiap tetes keringat, ada asa yang tumbuh—bahwa Tuhan selalu menghadirkan jalan bagi hamba-Nya yang mau berjuang bersama.