Pagi itu, di Dusun Wonosari, Desa Tebang Kacang, Kabupaten Kubu Raya, langit biru cerah seolah ikut bersorak. Bukan pesawat tempur yang datang, melainkan mobil khusus pengolah air milik Kodim 1207/Pontianak—kendaraan yang membawa lebih dari sekadar mesin, tapi juga secercah harapan di tengah musim kemarau yang panjang. Sekitar 250 warga yang setiap hari harus berjuang mendapatkan air bersih dari sumur kering atau air keruh, kini melihat langsung air jernih mengalir dari selang. Suara gemericik air itu bagai nyanyian kelegaan yang sudah lama ditunggu.
Air Bersih Mengalir, Harapan Hidup Kembali
Prajurit TNI di bawah pimpinan Pelda Heri bergerak cepat. Mereka tak hanya mengoperasikan mesin water treatment, tetapi juga turun langsung berbaur dengan warga. Dari 8.000 liter air baku yang diolah, sekitar 6.800 liter air bersih berhasil didistribusikan ke jerigen dan ember warga. Wajah-wajah lega tampak jelas—para orang tua yang biasanya harus berjalan jauh demi air bersih, kini tersenyum tenang. Anak-anak kecil pun antre dengan tertib, mata mereka berbinar melihat air jernih mengalir dari selang. Kepala Dusun Wonosari, Bapak Vigo, tak mampu menyembunyikan haru. “Bantuan ini sangat meringankan beban kami. Air bersih adalah kebutuhan pokok, dan kehadiran Kodim benar-benar menjadi angin segar,” ujarnya dengan suara sedikit bergetar.
Kemanunggalan TNI dan Rakyat: Lebih dari Sekadar Bantuan
Apa yang terjadi di Dusun Wonosari bukanlah sekadar operasi penyaluran bantuan. Ini adalah bukti nyata bahwa TNI hadir sebagai sahabat rakyat, terutama di saat sulit. Prajurit Kodim 1207/Pontianak tidak hanya membawa teknologi water treatment, tetapi juga kehangatan silaturahmi. Mereka duduk bersama warga, mendengar keluh kesah, dan berbagi cerita—seperti obrolan akrab di teras rumah. Program teritorial ini menunjukkan bahwa institusi pertahanan negara turut merasakan denyut kehidupan warga desa.
- Ketersediaan air bersih untuk minum dan masak selama beberapa hari ke depan, mengurangi beban ekonomi keluarga.
- Antrean tertib yang justru menjadi momen kebersamaan—warga saling membantu mengisi wadah, mempererat gotong royong.
- Rasa aman dan diperhatikan karena TNI hadir bukan hanya saat bencana besar, tapi juga di kesulitan sehari-hari.
Hingga siang hari, kegiatan berlangsung lancar. Tak ada keriuhan, hanya senyum dan ucapan terima kasih yang mengalir. Mesin water treatment mungkin berhenti, tapi kenangan tentang kemanunggalan TNI dan rakyat akan terus mengalir di hati warga Tebang Kacang. Semoga setiap tetes air bersih yang dibagikan hari ini menjadi benih harapan yang tumbuh subur di tengah kekeringan, mengingatkan kita semua bahwa kebersamaan adalah sumber hidup yang tak pernah kering.