Pagi di Desa Tihingan, Kecamatan Banjarangkan, Kabupaten Klungkung, terasa berbeda. Udara segar menyapa, dan dari kejauhan terdengar suara percakapan serta derap langkah yang bersemangat. Prajurit Kodim Klungkung telah tiba lebih awal, bergabung dengan para warga yang sudah siap di lapangan. Hari ini, mereka bersama-sama memulai program TMMD (TNI Manunggal Membangun Desa) ke-130 dengan gotong royong membersihkan dua lokasi penting. Suasana kebersamaan ini langsung terasa hangat, seolah semua perbedaan latar belakang luluh dalam satu tujuan: membangun desa tercinta.
Kemanunggalan TNI dan Rakyat: Bukan Sekadar Kata
Dandim Klungkung, Letkol Kav Sidik Pramono, turun langsung memantau kegiatan. Beliau menjelaskan bahwa program ini akan berlangsung selama 30 hari ke depan. “Ini adalah wujud nyata sinergi antara TNI dan warga. Kami hadir bukan sebagai tentara yang memberi komando, melainkan sebagai saudara yang bekerja bersama,” ujarnya dengan senyum ramah. Sasaran fisik yang dibersihkan pagi ini adalah senderan di Pura Prajepati dan rabat beton jalan usaha tani di Dusun Penasan. Dua lokasi ini sangat berarti bagi kehidupan sehari-hari masyarakat desa.
- Senderan Pura Prajepati – tempat ibadah yang selama ini perlu perbaikan agar lebih kokoh dan nyaman digunakan warga.
- Rabat beton jalan usaha tani – akses utama para petani untuk mengangkut hasil bumi seperti padi, jagung, dan sayuran ke pasar.
Pemandangan yang mengharukan terlihat di sepanjang jalan: prajurit dan warga, tua dan muda, laki-laki dan perempuan, bahu-membahu membersihkan lumpur, memotong rumput, dan merapikan pinggir jalan. Di sudut lain, seorang nenek membawakan minuman untuk para prajurit. “Kami senang, ada TNI yang mau susah-susah bareng kami. Ini bukan sekadar kerja bakti, tapi sudah seperti keluarga,” ujar Pak Kadek, salah satu petani setempat.
Jalan Usaha Tani: Jalan Menuju Kesejahteraan
Jalan usaha tani di Dusun Penasan memang sangat vital. Selama ini, jika hujan turun, jalan becek dan berlumpur, menyulitkan petani membawa hasil panen. Kini, dengan program TMMD, rabat beton akan diperbaiki dan diperlebar. “Kami berharap setelah ini, hasil panen bisa diangkut lebih cepat dan tidak rusak di perjalanan. Harga jual pun lebih baik,” kata Pak Made, ketua kelompok tani setempat. Manfaat program ini tidak hanya dirasakan oleh petani, tetapi juga oleh seluruh warga desa yang membutuhkan akses jalan yang layak menuju pusat desa dan fasilitas umum.
Selain fisik, program ini juga membangun sinergi sosial. Warga yang selama ini mungkin jarang berinteraksi, kini duduk bersama, bercengkerama di sela-sela istirahat. Anak-anak kecil pun ikut membantu dengan membawakan alat-alat ringan. Suasana seperti inilah yang membuat desa terasa hidup dan bersatu. Tidak ada sekat antara TNI dan rakyat, semuanya larut dalam semangat kebersamaan yang tulus.
Hari itu, matahari semakin tinggi, namun semangat tidak surut. Di tengah keringat dan debu, terlihat senyum bangga di wajah setiap orang. Mereka tahu bahwa apa yang dilakukan hari ini bukan sekadar membersihkan jalan atau memperbaiki pura, melainkan menanamkan benih kebersamaan yang akan terus tumbuh. Program TMMD ke-130 bukan hanya tentang pembangunan infrastruktur, tetapi juga tentang membangun hati dan jiwa warga desa yang saling menguatkan.
Semoga semangat gotong royong ini terus terjaga, tidak hanya selama 30 hari ke depan, tetapi selamanya. Karena ketika TNI dan rakyat bergandengan tangan, tidak ada yang tidak mungkin. Desa Tihingan akan semakin maju, warganya semakin sejahtera, dan kebersamaan ini menjadi warisan berharga bagi anak cucu kita.