Program & Bantuan Trending

Setelah Bertahun-tahun Gelap, Desa Ujung Genteng Kini Terang Benderang Berkat Program Teritorial

Setelah Bertahun-tahun Gelap, Desa Ujung Genteng Kini Terang Benderang Berkat Program Teritorial

Desa Ujung Genteng di Banyuwangi kini menikmati aliran listrik 24 jam setelah program teritorial TNI AD bersama PLN. Sebanyak 300 keluarga yang dulu hidup dalam gelap kini merasakan hangatnya cahaya listrik. Semangat gotong royong warga dan prajurit menjadi bukti nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat.

Malam di Desa Ujung Genteng, Kecamatan Tegaldlimo, Banyuwangi, kini terasa berbeda. Cahaya lampu listrik menghangatkan setiap sudut rumah warga, menggantikan kegelapan yang sudah bertahun-tahun mereka rasakan. Sejak Jumat pekan lalu, sebanyak 300 keluarga di dusun terpencil ini akhirnya menikmati aliran listrik 24 jam. Program teritorial yang digagas TNI AD bersama PLN ini hadir menjawab kerinduan panjang warga akan terang.

Sebelumnya, hidup dalam gelap adalah keseharian warga Ujung Genteng. Hanya lampu minyak temaram dan genset terbatas yang menemani malam mereka. Anak-anak belajar dengan cahaya redup, sementara orang dewasa harus buru-buru menyelesaikan pekerjaan sebelum senja tiba. Kini, semua itu tinggal cerita.

Dari Pelita Minyak Menuju Cahaya Terang

Proyek pemasangan jaringan listrik desa ini dikerjakan secara gotong royong oleh prajurit Koramil 0825/06 bersama warga setempat. Mereka bersama-sama menggali lubang, mendirikan tiang listrik, dan menarik kabel ke setiap rumah. Semangat kebersamaan begitu terasa. Bagi warga, ini bukan hanya soal teknologi, tetapi tentang solidaritas dan harapan.

Ibu Karni (45), seorang ibu rumah tangga, tak kuasa menahan haru saat lampu di rumahnya akhirnya menyala. "Rasanya seperti mimpi, sekarang anak-anak bisa belajar malam, kami juga bisa nonton TV," ujarnya sambil tersenyum lebar dan menunjuk televisi satu-satunya yang kini bisa dinyalakan kapan saja.

Setelah bertahun-tahun gelap, beberapa perubahan langsung terasa di desa Ujung Genteng. Warga mulai menikmati berbagai kemudahan yang dulu hanya impian:

  • Anak-anak dapat belajar dengan tenang di malam hari tanpa harus bergantung pada cahaya lampu minyak yang temaram.
  • Keluarga bisa berkumpul dan menikmati tayangan televisi sebagai hiburan sekaligus sumber informasi.
  • Warga kini mudah mengisi daya ponsel untuk berkomunikasi dengan sanak saudara di luar desa dan mengakses informasi penting.
  • Usaha mikro warga, seperti warung, bisa beroperasi lebih lama dengan penerangan yang memadai.

Kemanunggalan TNI dan Rakyat yang Nyata

Dandim Banyuwangi, Letkol Inf. Daru Prasetya, menegaskan pentingnya akses listrik sebagai hak dasar setiap warga negara. Ia menyebut, desa tertinggal harus mendapat perhatian khusus. "Desa tak boleh tertinggal. Ini wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat," tegasnya. Menurutnya, program teritorial seperti ini adalah bentuk pengabdian kepada masyarakat, selain tugas pokok pertahanan negara. Kehadiran TNI di tengah warga harus dirasakan manfaatnya langsung, dan listrik desa adalah salah satu bukti nyata.

Kisah terangnya Desa Ujung Genteng menjadi inspirasi bahwa ketika kebersamaan dan gotong royong dijalankan, tidak ada yang mustahil. Warga yang dulu hanya bisa beraktivitas hingga petang, kini bisa menikmati malam dengan cahaya. Semoga ke depan, semakin banyak desa di pelosok Nusantara yang merasakan hangatnya terang listrik. Terangnya desa adalah terangnya Indonesia, dan semoga semangat kebersamaan ini terus menyala di hati kita semua, menerangi langkah menuju kehidupan yang lebih baik.

Program Teritorial Elektrifikasi Gotong Royong
Terkait
  • Topik: Program Teritorial, Elektrifikasi, Gotong Royong
  • Tokoh: Karni, Daru Prasetya
  • Organisasi: TNI AD, PLN, Koramil 0825/06
  • Tempat: Desa Ujung Genteng, Tegaldlimo, Banyuwangi

Artikel terkait