Program & Bantuan Trending

Program Lumbung Pangan Desa di Lombok Timur: TNI dan Petani Panen Bersama, Stok Pangan Aman

Program Lumbung Pangan Desa di Lombok Timur: TNI dan Petani Panen Bersama, Stok Pangan Aman

Di Desa Suela, Lombok Timur, program lumbung pangan desa hasil kolaborasi TNI dan petani berhasil memanen 7 ton gabah kering, menjamin stok pangan aman saat paceklik. Dengan bantuan bibit unggul, pupuk organik, dan pelatihan irigasi, warga tak hanya panen bersama, tapi juga mengolah hasilnya menjadi beras kemasan dan kerupuk. Semangat gotong royong dan kedekatan TNI dengan petani membuat desa ini punya masa depan yang lebih cerah.

Pagi itu di Desa Suela, Kecamatan Suela, Lombok Timur, suara gemericik air sawah bercampur dengan tawa riuh para petani yang bergotong royong memanen padi. Lahan seluas lima hektar yang menghijau itu bukan sekadar sawah biasa—ini adalah bukti nyata program lumbung pangan desa yang digagas oleh TNI Kodim 1615/Lotim bersama kelompok petani setempat. Pak Sarif, ketua kelompok tani, dengan senyum tak putus-putus sambil memotong tangkai padi, bercerita: 'Dulu kami sering khawatir kalau musim paceklik tiba. Sekarang, dengan lumbung pangan ini, rasanya ada jaminan. Stok pangan aman, hati pun tenang.' Suasana pagi itu benar-benar menghangatkan, melihat bagaimana semangat gotong royong menyatu dengan harapan baru untuk masa depan yang lebih baik di Lombok Timur.

Cerita TNI dan Petani: Bergandeng Tangan di Tengah Sawah

Program lumbung pangan desa ini dimulai sejak tiga bulan lalu, ketika TNI memberikan bantuan berupa bibit unggul, pupuk organik, dan pelatihan teknik irigasi hemat air. Letnan Kolonel Inf. Dwi Hartono, Dandim 1615/Lotim, menjelaskan bahwa tujuan utamanya adalah menciptakan kemandirian pangan di desa. 'Kami tidak ingin warga terus bergantung pada pasokan dari luar. Dengan lumbung pangan, jika musim kemarau panjang atau paceklik tiba, desa masih punya cadangan,' ujarnya penuh semangat. Kolaborasi ini sudah menghasilkan panen sebanyak 7 ton gabah kering, dan sebagian hasilnya disimpan di lumbung desa yang dibangun sederhana namun kokoh. Petani di Lombok Timur punya senyum baru karena sekarang mereka bisa mengelola hasil panen dengan lebih bijak. Berikut rincian dukungan yang membuat warga tersenyum:

  • Bantuan bibit padi unggul yang tahan hama dan hasilnya tinggi.
  • Pupuk organik yang ramah lingkungan dan menghemat biaya tanam.
  • Pelatihan irigasi hemat air, sangat berguna di musim kemarau.
  • Pembangunan gudang lumbung desa untuk menyimpan stok pangan.

Hasil Panen yang Menghangatkan Hati: Dari Padi ke Beras Kemasan

Panen raya kali ini tak hanya dinikmati petani. Kelompok ibu-ibu PKK setempat juga turun tangan dengan semangat gotong royong. Mereka mengolah sebagian hasil panen menjadi beras kemasan dan kerupuk—olahan yang bisa menambah pendapatan keluarga. Pak Sarif, dengan suara gamang penuh syukur, menambahkan: 'Dengan lumbung ini kami bisa atur waktu jual. Tidak lagi rugi saat harga jatuh. TNI benar-benar mendampingi dari awal sampai panen. Terima kasih.' Suasana di Desa Suela pagi itu terasa hangat bukan hanya karena mentari, tapi juga karena rasa percaya diri dan harapan baru akan masa depan yang lebih baik. Program ketahanan pangan ini benar-benar menjadi nyawa bagi warga desa, menghubungkan setiap langkah dari tanam hingga panen dengan penuh kebersamaan.

Semoga program lumbung pangan desa ini terus menyebar ke seluruh pelosok, dan setiap tetes keringat petani berbuah lumbung yang tak pernah kering. Karena di balik setiap bulir padi, ada gotong royong yang menguatkan dan rasa syukur yang tak terhingga. Hingga di setiap desa, stok pangan aman, dan warga pun terus tersenyum dalam keberlimpahan yang adil.

Program Lumbung Pangan Desa Kemandirian Pangan TNI Petani
Terkait
  • Topik: Program Lumbung Pangan Desa, Kemandirian Pangan, TNI, Petani
  • Tokoh: Dwi Hartono, Pak Sarif
  • Organisasi: TNI Kodim 1615/Lotim, PKK, Kelompok Tani
  • Tempat: Desa Suela, Kecamatan Suela, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat

Artikel terkait