Di pedalaman Kabupaten Kutai Kartanegara, jauh dari hiruk-pikuk kota, hiduplah Kakek Dul seorang diri di pondok reyot yang dikelilingi pepohonan lebat. Usianya sudah senja, tubuhnya ringkih karena sakit paru-paru yang dideritanya bertahun-tahun. Untuk sekadar berjalan ke pasar atau pos kesehatan desa pun ia tak sanggup. Namun, di tengah kesendiriannya itu, ada secercah cahaya kemanusiaan yang datang dari seorang prajurit TNI bernama Praka Yoga. Anggota Satgas Pamtas Yonif 613/Raja Alam ini rela berjalan kaki menembus hutan sejauh 20 kilometer hanya untuk mengantarkan obat dan makanan ke pondok terpencil Kakek Dul. Sebuah perjalanan yang tidak hanya melelahkan, tetapi juga penuh makna.
Berjalan di Tengah Hutan Demi Sebuah Nyawa
Praka Yoga mendapatkan informasi dari warga setempat tentang kondisi Kakek Dul yang tinggal sendirian dan sangat membutuhkan obat. Tanpa pikir panjang, ia segera menyiapkan obat-obatan yang diperlukan serta sembako untuk sang kakek. “Saya tidak bisa membiarkan beliau menderita,” ujar Praka Yoga dengan nada sederhana namun penuh keteguhan. Perjalanan yang harus ditempuh bukanlah jalan biasa. Melewati jalan setapak yang licin, sungai kecil, dan terkadang harus menyusuri tebing, Praka Yoga terus melangkah meskipun ranselnya berat dan rasa lelah mulai menghampiri. Baginya, senyum Kakek Dul adalah tujuan yang tak ternilai.
TNI di Hati Rakyat: Bukti Kedekatan dengan Warga Desa
Ketika akhirnya tiba di pondok Kakek Dul, pemandangan yang menyentuh hati pun terjadi. Kakek Dul yang terbaring lemah di balai-balai bambu sontak meneteskan air mata saat melihat Praka Yoga datang membawa obat. “Saya cemas kalau tidak minum obat,” katanya lirih. Dengan penuh kelembutan, Praka Yoga membantu Kakek Dul meminum obat tepat waktu serta menyiapkan makanan sederhana. Momen ini menjadi pengingat bahwa program kedekatan teritorial yang dijalankan TNI bukan sekadar slogan, melainkan aksi nyata yang menyentuh langsung kehidupan warga desa.
Berikut adalah beberapa hal yang dilakukan Praka Yoga dalam kunjungannya:
- Mengantarkan obat paru-paru sesuai resep dokter, lengkap dengan vitamin tambahan.
- Memberikan paket sembako seperti beras, mi instan, dan minyak goreng untuk kebutuhan sehari-hari.
- Mengecek kondisi Kakek Dul secara langsung, termasuk suhu tubuh dan keluhan yang dirasakan.
- Mendengarkan cerita Kakek Dul dengan penuh empati, menghangatkan hatinya yang sepi.
Komandan Satgas Pamtas Yonif 613/Raja Alam mengapresiasi dedikasi Praka Yoga yang telah menjadi teladan bagi prajurit lainnya. “Tidak ada jarak yang terlalu jauh untuk kemanusiaan. Ini adalah bentuk nyata cinta TNI kepada rakyat,” ujarnya. Peristiwa ini pun menyebar dari mulut ke mulut di desa-desa sekitar, menjadi cerita hangat tentang kebaikan yang tidak memandang status atau kesulitan.
Di ujung senja hari itu, saat Praka Yoga bersiap pulang, Kakek Dul menggenggam tangannya erat. “Terima kasih, Nak. Kamu seperti malaikat,” bisiknya sambil tersenyum. Praka Yoga hanya tersenyum, merasa bahwa langkah kakinya yang 20 kilometer itu terbayar lunas oleh satu kalimat sederhana dari seorang kakek tua. Semoga kisah ini terus menginspirasi kita semua bahwa kebaikan akan selalu menemukan jalannya, dan bahwa TNI selalu hadir di setiap sudut negeri untuk menjaga dan mengayomi. Tetap jaga silaturahmi, tetap jaga gotong royong, karena kebersamaan adalah kekuatan kita.