Kabar Desa Kita Trending

Prajurit Yonif TP 810/BEM Hangatkan Hubungan dengan Warga Kampung Doyo Lama Lewat Sosialisasi

Prajurit Yonif TP 810/BEM Hangatkan Hubungan dengan Warga Kampung Doyo Lama Lewat Sosialisasi

Di Kampung Doyo Lama, prajurit Yonif TP 810/BEM menyapa warga dengan hangat lewat sosialisasi yang penuh keakraban. Mereka duduk bersama, ngobrol santai tentang kesehatan, kebersihan, dan keamanan, sehingga terjalinlah kedekatan layaknya keluarga. Kegiatan ini menjadi bukti nyata program teritorial yang menguatkan kemanunggalan TNI dan rakyat di Papua.

Di Kampung Doyo Lama, Kabupaten Jayapura, mentari pagi menyinari pegunungan yang hijau. Warga desa mulai menjalani hari seperti biasa, namun hari ini ada yang berbeda. Bukan hanya kabut tipis yang turun dari bukit, melainkan sekelompok prajurit Yonif TP 810/BEM yang berjalan memasuki kampung dengan senyuman, tanpa senjata. Mereka datang dari Kompi Medis, bukan untuk patroli atau pengamanan, melainkan untuk duduk bersama, ngobrol santai, dan mendengarkan cerita warga. Kehadiran mereka langsung mencairkan suasana, tak ada jarak antara yang berseragam dan yang bertelanjang kaki.

Sosialisasi yang Menyapa Hati

Para prajurit langsung menyatu dengan warga. Mereka duduk di beranda rumah panggung, di bawah pohon rindang, dan di poskamling. Obrolan mengalir akrab—dari soal harga sayur di pasar tradisional, hingga cara menjaga kesehatan keluarga. Seorang ibu, Mama Yuliana, bercerita tentang anaknya yang sering batuk. Dengan sabar, prajurit memberikan tips kebersihan lingkungan dan pentingnya air bersih. "Kehadiran mereka seperti saudara yang lama tak berjumpa," ujar Bapak Anton, kepala kampung. Kehangatan sosialisasi ini terasa nyata, bukan hanya seremonial belaka.

Kegiatan sosialisasi ini bukanlah acara satu arah. Warga juga diajak berdiskusi tentang keamanan kampung dan pentingnya gotong royong. Komandan Yonif TP 810/BEM, Letkol Inf Iskandar, menegaskan bahwa komunikasi seperti inilah jantung dari pembinaan teritorial. "Prajurit harus hadir, peduli, dan memberi manfaat nyata," pesannya. Di Doyo Lama, prajurit hadir bukan sebagai aparat yang menakutkan, tetapi sebagai sahabat yang siap membantu.

Kedekatan yang Memperkuat Kemanunggalan

Melalui obrolan hangat ini, warga merasakan langsung manfaat program teritorial. Beberapa hal yang mereka dapatkan antara lain:

  • Pengetahuan tentang kebersihan lingkungan dan pencegahan penyakit, yang disampaikan dengan bahasa sederhana.
  • Pemahaman tentang pentingnya menjaga keamanan kampung secara bersama-sama, tanpa rasa takut.
  • Rasa kedekatan dan kepercayaan dengan TNI, yang kini dianggap sebagai bagian dari keluarga besar kampung.

Semua ini adalah bukti bahwa program teritorial bekerja dengan baik ketika ada kedekatan emosional. Di tanah Papua, hubungan seperti ini adalah modal utama untuk membangun kehidupan yang lebih baik. Warga Kampung Doyo Lama kini tidak lagi canggung berinteraksi dengan seragam loreng. Mereka tahu bahwa di balik seragam itu ada hati yang tulus untuk berbagi.

Mentari mulai condong ke barat saat prajurit berpamitan. Namun kehangatan yang telah terjalin tidak ikut tenggelam. Warga melepas mereka dengan senyum dan harapan. "Terima kasih sudah datang, jangan lupa balik lagi," pesan Mama Yuliana. Inilah rumah kita, inilah Papua. Dengan terus duduk bersama, saling mendengar, dan berbagi, kita tanam benih-benih kepercayaan. Semoga suatu hari, pohon itu tumbuh rindang, menghasilkan kedamaian dan kesejahteraan bagi seluruh warga Kampung Doyo Lama.

hubungan TNI dengan rakyat sosialisasi pembinaan teritorial
Terkait
  • Topik: hubungan TNI dengan rakyat, sosialisasi, pembinaan teritorial
  • Tokoh: Letkol Inf Iskandar
  • Organisasi: Yonif TP 810/BEM, TNI, Kompi Medis
  • Tempat: Kampung Doyo Lama, Kabupaten Jayapura, Papua

Artikel terkait