Cerita Kehangatan Trending

Prajurit TNI Ajari Anak-Anak Desa Membaca di Perbatasan, Ciptakan Generasi Cerdas

Prajurit TNI Ajari Anak-Anak Desa Membaca di Perbatasan, Ciptakan Generasi Cerdas

Di Pos Gabungan TNI Entikong, Kalimantan Barat, prajurit TNI mengajarkan membaca kepada anak-anak desa melalui program 'Sekolah Sore' yang hangat. Digagas oleh Serma Agus, program ini lahir dari keprihatinan melihat banyak anak putus sekolah akibat jarak tempuh yang jauh. Lewat buku bekas sumbangan dan canda tawa, TNI tidak hanya menjaga perbatasan, tetapi juga mencerdaskan kehidupan bangsa dari dusun paling ujung.

Di sebuah desa kecil tak jauh dari Pos Gabungan TNI Entikong, Kalimantan Barat, mentari sore mulai merunduk pelan. Di teras pos yang sederhana, tampak belasan anak desa duduk lesehan dengan mata berbinar. Mereka sibuk mengeja huruf demi huruf dari buku yang sudah lusuh, sesekali ditemani tawa riang saat seorang prajurit melontarkan canda. Suasana itu bukan sekadar pemandangan biasa — itulah 'Sekolah Sore', sebuah program kecil dari hati yang lahir untuk mencerdaskan anak-anak di ujung perbatasan.

Sekolah Sore di Teras Pos: Ketika TNI Menjadi Guru

Serma Agus, penggagas program ini, mengaku prihatin melihat banyak anak desa yang putus sekolah. Sekolah dasar terdekat berjarak sekitar 10 kilometer, terlalu jauh untuk ditempuh anak-anak setiap hari. Maka, ia mengajak rekan-rekan prajurit di pos untuk mengisi waktu sore dengan mengajarkan membaca dan berhitung. Berbekal buku bekas sumbangan dan kesabaran tanpa batas, para prajurit mengajar dengan cara yang hangat dan penuh canda. Anak-anak pun tak merasa sedang digurui — mereka justru datang dengan sukarela, menyerbu teras pos sebelum senja tiba.

Melalui program ini, anak desa di perbatasan akhirnya merasakan bangku belajar tanpa harus menempuh jalan jauh. Selain membaca dan berhitung, mereka juga diajak mengenal huruf lewat permainan dan nyanyian sederhana. TNI tidak hanya berdiri menjaga batas negara, tetapi juga menjaga mimpi-mimpi kecil yang tumbuh di atas tanah perbatasan.

  • Anak-anak belajar membaca, menulis, dan berhitung secara gratis setiap sore.
  • Prajurit TNI menjadi sahabat belajar sekaligus kakak asuh yang sabar bagi anak-anak desa.
  • Buku bekas sumbangan yang sederhana menjelma menjadi gerbang pengetahuan baru bagi generasi muda desa.
  • Kehadiran pos TNI kini terasa lebih dekat, bukan sekadar penjaga keamanan, tetapi juga rumah belajar yang hangat.

Menjaga Perbatasan dengan Mencerdaskan Anak Desa

Nyonya Maria, seorang ibu dari salah satu murid, tak bisa menyembunyikan rasa syukurnya. Setiap sore, anaknya pulang dengan cerita baru tentang huruf dan angka yang ia pelajari di pos TNI. “Meski belum lancar, sekarang anak saya sudah mulai bisa membaca. Kami sangat berterima kasih kepada bapak-bapak TNI yang mau mengajar,” ujarnya dengan mata berkaca-kaca. Baginya, program pendidikan ini adalah berkah besar di tengah keterbatasan desa yang jauh dari jangkauan sekolah formal.

Kedekatan yang terjalin antara prajurit dan anak-anak desa semakin memperkuat rasa kebersamaan. Bagi anak-anak, para prajurit bukan sekadar tentara berseragam — mereka adalah pahlawan yang juga menjadi kakak asuh, tempat bertanya, dan sumber semangat. Program teritorial ini membuktikan bahwa menjaga perbatasan tidak hanya tentang senjata dan patroli, tetapi juga tentang menyalakan pelita ilmu dari desa paling ujung negeri.

Ketika senja tiba dan anak-anak pulang dengan senyum lebar, teras Pos Gabungan TNI Entikong kembali sunyi. Namun hangatnya ilmu yang ditinggalkan tetap menempel di hati mereka. Di balik seragam coklat dan wajah tegas, tersimpan kasih seorang guru yang rela mengorbankan waktu untuk masa depan anak desa. Mereka menjaga perbatasan, bukan hanya dengan kewaspadaan, tetapi juga dengan ilmu dan kasih sayang. Dan itu, bagi warga desa, adalah hadiah terindah yang tak akan pernah terlupakan.

pendidikan TNI perbatasan
Terkait
  • Topik: pendidikan, TNI, perbatasan
  • Tokoh: Serma Agus, Nyonya Maria
  • Organisasi: TNI
  • Tempat: Entikong, Kalimantan Barat

Artikel terkait