Cerita Kehangatan Trending

Prajurit Siswa TNI Jadi Guru Sehari, Edukasi Bahaya Karhutla ke Pelajar Banjarbaru

Prajurit Siswa TNI Jadi Guru Sehari, Edukasi Bahaya Karhutla ke Pelajar Banjarbaru

Para Perwira Siswa Sesko TNI mengisi kelas di SMAN 5 Banjarbaru untuk mengedukasi pelajar tentang bahaya karhutla di lahan gambut Kalimantan Selatan. Dengan cara yang santai dan hangat, mereka mengajak siswa memahami karakteristik lahan gambut dan langkah pencegahan sederhana. Program ini menumbuhkan kesadaran lingkungan dan kedekatan antara TNI dengan warga desa.

Suasana SMAN 5 Banjarbaru pada Rabu (2/9/2026) siang itu beda dari biasanya. Bukan guru dengan pakaian rapi yang berdiri di depan papan tulis, melainkan para Perwira Siswa (Pasis) Sesko TNI dengan seragam loreng khas mereka. Kehadiran mereka bukan untuk latihan baris-berbaris atau hal militer lainnya, melainkan untuk berbagi ilmu yang dekat banget dengan kehidupan sehari-hari warga Kalimantan Selatan, yakni soal bahaya kebakaran hutan dan lahan atau karhutla di lahan gambut.

Kelas Hangat Ala TNI: Sosok ‘Bapak Guru’ di Tengah Warga

Dengan cara yang sederhana tapi mengena, para Pasis menjelaskan karakteristik unik lahan gambut yang jadi ciri khas daerah Banjarbaru dan sekitarnya. Mereka ngasih tahu para siswa bahwa di musim kemarau, akar rumput di lahan gambut bisa seperti sumbu yang menjalar dalam tanah, memicu api yang susah banget dikendalikan. Materi ini bukan teori asing, tapi pengetahuan praktis yang bisa langsung dipakai untuk melindungi rumah dan lingkungan sendiri.

Kepala SMAN 5 Banjarbaru, Ibu Indriaty Ermayani, menyambut dengan hangat inisiatif ini. Menurutnya, kehadiran personel TNI disambut antusias banget sama siswa. Program yang dikasih nama ‘Sekolah Sehari’ ini nggak cuma ngisi jam pelajaran, tapi juga jadi momen berharga buat menumbuhkan kesadaran lingkungan sejak dini.

  • Pendekatan Praktis: Para Pasis menggunakan contoh nyata dari lingkungan sekitar, seperti cara mendeteksi titik api di lahan gambut lewat tanda-tanda alam.
  • Kedekatan Emosional: Dengan gaya bicara yang santai dan hangat, para siswa merasa seperti lagi ngobrol dengan kakak atau tetangga, bukan dengan pejabat militer yang tegang.
  • Peran Aktif Siswa: Siswa diajak untuk membuat peta sederhana rawan karhutla di desa mereka, sekaligus belajar langkah pencegahan yang bisa dilakukan sendiri.

Bukan Cuma Soal Api, Tapi Jaga Alam Bersama-sama

Salah satu siswi, Chelsea, ngaku baru menyadari bahwa karhutla itu bukan fenomena biasa yang cuma perlu dibiarkan. Ia bilang, “Sekarang saya paham, kalau kita nggak peduli, api bisa menjalar tanpa kita sadari. Ternyata peran kita semua, termasuk pelajar, sangat penting untuk menjaga lingkungan.” Lewat cara yang hangat dan edukatif ini, TNI nggak cuma turun tangan pas kebakaran terjadi, tapi juga menanamkan api semangat menjaga alam di hati generasi muda Banjarbaru.

Di akhir sesi, suasana makin akrab saat para Pasis ngobrol santai dengan siswa sambil berbagi cerita soal pengalaman mereka di lapangan. Program ini jadi bukti nyata bahwa kedekatan teritorial bukan cuma soal patroli atau pengamanan, tapi juga tentang berbagi ilmu dan rasa peduli yang tulus. Semoga semangat gotong royong ini terus menyala, layaknya api yang dijaga agar nggak membakar lahan kita semua.

edukasi bahaya karhutla lahan gambut kesadaran lingkungan TNI pelajar
Terkait
  • Topik: edukasi bahaya karhutla, lahan gambut, kesadaran lingkungan, TNI, pelajar
  • Tokoh: Indriaty Ermayani, Chelsea
  • Organisasi: TNI, Sesko TNI, SMAN 5 Banjarbaru
  • Tempat: Banjarbaru, Kalimantan Selatan

Artikel terkait