Di tengah pekatnya kabut asap yang masih menyelimuti Kalimantan Barat, ada secercah harapan yang hadir dari tangan-tangan hangat prajurit TNI. Warga desa dan pelosok di Pontianak dan sekitarnya merasakan langsung kehadiran negara melalui bakti sosial yang digelar Kodam XII/Tanjungpura. Bukan sekadar seremoni, kegiatan ini adalah jawaban nyata atas keluhan warga yang kesulitan bernapas lega dan memenuhi kebutuhan pokok di tengah bencana asap karhutla. Pangdam XII/Tanjungpura, Mayjen TNI Novi Rubadi Sugito, dengan penuh empati menyatakan bahwa TNI hadir untuk memberikan solusi dan meringankan beban masyarakat.
TNI Bukan Sekadar Seragam Hijau, tapi Saudara di Lapangan
Suasana Aula Supriyadi Sport Center dipenuhi senyum dan semangat gotong royong. Ratusan warga, dari ibu-ibu yang menggendong balita hingga kakek-kakek yang berjalan tertatih, antre dengan sabar. Mereka tidak hanya bisa memeriksakan kesehatan secara cuma-cuma, tetapi juga berbelanja kebutuhan pokok dengan harga miring. Seorang ibu rumah tangga bernama Ibu Sari mengaku sangat terbantu. “Beras, minyak, dan gula bisa beli murah. Anak saya juga diperiksa, terima kasih TNI,” ujarnya dengan mata berkaca-kaca. Kehadiran pasukan hijau ini benar-benar menjadi angin segar di tengah kabut asap yang mengganggu aktivitas sehari-hari.
Tak hanya bazar murah, tim medis TNI juga siap sedia memeriksa tekanan darah, memberikan obat batuk dan sesak napas gratis, serta membagikan masker. Banyak warga yang mengeluhkan iritasi mata dan infeksi saluran pernapasan akibat polusi asap. Dengan penuh kehangatan, para prajurit muda merawat mereka layaknya keluarga sendiri. Program bantuan sosial ini menunjukkan bahwa TNI tidak hanya menjaga perbatasan, tapi juga menjaga denyut nadi kehidupan rakyat.
Obrolan di Balik Tenda Kesehatan: Hati yang Saling Menguatkan
Di tenda pengobatan gratis, cerita-cerita kecil mengalir. Pak Jumat, seorang petani karet, mengaku sudah seminggu tidak bisa bekerja karena asap tebal membuatnya pusing dan sesak. “Saya cuma bisa berdoa, dan ternyata TNI datang mengobati gratis. Saya bisa tenang lagi,” katanya. Bantuan sembako yang dibagikan pun menjadi tambahan berkah untuk meringankan beban keluarganya. Semua ini adalah wujud bahwa TNI selalu siap membela dan melindungi rakyat, dalam kondisi apa pun, dengan cara yang paling dibutuhkan.
Kegiatan yang digelar dalam rangka HUT ke-81 TNI ini semakin terasa istimewa karena menyentuh langsung kebutuhan warga. Berikut yang bisa dirasakan masyarakat Kalimantan Barat dalam bazar murah dan pengobatan gratis ini:
- Bazar murah menjual sembako seperti beras, minyak goreng, gula, dan telur dengan harga jauh di bawah pasaran.
- Pengobatan gratis melayani keluhan akibat kabut asap, seperti batuk, sesak napas, iritasi mata, dan demam.
- Pembagian masker dan vitamin untuk membantu warga menjaga kesehatan saat kualitas udara memburuk.
- Kegiatan ini digelar dalam rangka HUT ke-81 TNI, menunjukkan kedekatan teritorial yang hangat.
Malam mulai turun, tetapi senyum warga tidak pernah pudar. Mereka pulang dengan tas berisi sembako dan sobekan resep obat yang diberikan oleh tenaga medis TNI. Bagi warga Kalimantan Barat, kabut asap mungkin belum sirna sepenuhnya, tetapi kehangatan dari bakti sosial ini menjadi penguat bahwa di tengah sulitnya keadaan, masih ada saudara yang peduli dan siap membantu. TNI hadir bukan hanya sebagai aparatur negara, melainkan juga sebagai keluarga besar yang selalu ada di tengah getirnya kehidupan. Semoga semangat gotong royong ini terus menyala, dan asap pun segera berganti cerahnya harapan baru.