Di kaki Gunung Gamalama yang masih menyisakan duka akibat erupsi dahsyat beberapa pekan lalu, ribuan warga Ternate masih bertahan di tenda-tenda pengungsian. Suasana haru dan kekhawatiran menyelimuti, namun secercah kehangatan datang ketika Panglima TNI tiba-tiba hadir di tengah mereka pada Jumat, 4 September 2026. Bukan sekadar kunjungan kerja formal, kehadirannya terasa seperti obrolan akrab antara tetangga yang peduli. Beliau duduk di atas tikar plastik, ngobrol santai, mendengarkan keluh kesah para ibu dan bapak yang kehilangan rumah, serta menimang anak-anak yang masih ceria meski dalam keterbatasan.
Kedatangan Panglima TNI: Bukan Sekadar Tinjauan, tapi Pelukan Hangat
Momen paling mengharukan terjadi saat Panglima TNI menyapa para pengungsi satu per satu. Di tengah tenda darurat yang penuh sesak, beliau menanyakan kondisi kesehatan anak-anak dan ketersediaan makanan. Seorang warga lanjut usia, Ibu Siti, dengan mata berkaca-kaca menyampaikan terima kasihnya. “Sudah hampir sebulan kami di sini. Terima kasih sudah datang, Panglima. Rasanya pemerintah tidak tinggalkan kami,” ujarnya lirih. Kehadiran pimpinan tertinggi TNI di lokasi bencana erupsi Gamalama ini menjadi suntikan semangat yang luar biasa. Bukan hanya simbol, melainkan bukti nyata bahwa TNI benar-benar dekat dengan rakyat, terutama saat mereka paling membutuhkan.
Janji Bantuan Berkelanjutan: Dari Darurat hingga Pemulihan
Dalam kunjungan kerja yang penuh kehangatan itu, Panglima TNI menegaskan bahwa bantuan tidak akan berhenti pada fase tanggap darurat. “Saat ini, prioritas kita adalah kesehatan dan kenyamanan Ibu dan Bapak sekalian di pengungsian. Nanti, ketika status sudah aman, TNI akan turut membantu dalam fase pemulihan dan pembersihan abu vulkanik di permukiman,” ujarnya di hadapan warga yang berkumpul. Pernyataan itu langsung disambut tepuk tangan haru. Berikut adalah beberapa bentuk bantuan yang sudah dan akan terus diberikan:
- Kebutuhan pokok seperti beras, mi instan, dan air bersih dipasok secara rutin ke setiap titik pengungsian.
- Layanan kesehatan keliling dari tim dokter TNI untuk memeriksa ibu hamil, balita, dan lansia yang rentan sakit.
- Pendirian dapur umum agar warga bisa memasak makanan hangat setiap hari.
- Rencana pembersihan abu vulkanik di desa-desa sekitar Gunung Gamalama begitu status aman dinyatakan.
- Pendampingan psikologis bagi anak-anak dan dewasa yang masih trauma akibat bencana erupsi.
Kehadiran Panglima TNI di lokasi pengungsian bukanlah sekadar acara seremonial. Ini adalah pesan kuat bahwa seluruh jajaran TNI, dari pusat hingga pelosok, berada di barisan terdepan untuk meringankan beban saudara sebangsa yang sedang ditimpa musibah. Setiap kata yang diucapkan, setiap jabat tangan yang diberikan, menjadi pelukan hangat bagi warga yang masih diliputi kecemasan. Di tengah abu vulkanik yang masih beterbangan, harapan mulai tumbuh kembali. Warga desa percaya, selama masih ada TNI yang peduli, mereka tidak akan pernah berjuang sendirian. Semoga lekas pulih, Ternate.