Program & Bantuan Trending

Menhan dan Pangdam Tinjau Kesiapan Prajurit Yonif TP 926/PL di Perbatasan Bengkayang

Menhan dan Pangdam Tinjau Kesiapan Prajurit Yonif TP 926/PL di Perbatasan Bengkayang

Kunjungan Menteri Pertahanan dan Pangdam ke Yonif TP 926/PL di Bengkayang menguatkan ikatan antara prajurit dan warga di perbatasan. Melalui program teritorial dan kedekatan sehari-hari, prajurit tidak hanya menjaga keamanan tetapi juga turut membangun kesejahteraan masyarakat. Kehangatan dan gotong royong menjadi kunci kehidupan yang lebih tenang dan penuh harapan di tapal batas negeri.

Di ujung barat Kalimantan, di Kabupaten Bengkayang yang mungkin jarang tersentuh gemerlap kota, ada sebuah desa yang hidupnya terasa begitu hangat. Bukan karena sinar matahari tropis, melainkan karena kehadiran para prajurit Yonif TP 926/PL yang setiap hari berbaur dengan warga. Mereka tidak hanya berjaga di pos perbatasan, tapi juga ikut membantu warga di sawah, mengajar anak-anak di sekolah sederhana, dan duduk bersama di warung kopi. Suasana akrab ini terasa semakin kental saat Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin bersama Pangdam XII/Tanjungpura datang berkunjung pada 8 Oktober 2026 lalu. Kedatangan mereka bukan sekadar inspeksi, melainkan untuk merasakan langsung denyut kehidupan di perbatasan—menyapa prajurit dan warga yang telah lama hidup berdampingan seperti keluarga.

Prajurit Bukan Sekadar Penjaga, Tapi Keluarga

Dalam kunjungan tersebut, Menteri Pertahanan menekankan bahwa prajurit di perbatasan harus menjadi sahabat, bukan sekadar penjaga. Filosofi ini sudah lama dijalankan oleh Yonif TP 926/PL. Mereka tak hanya berlatih fisik dan menjaga pos, tetapi juga turun langsung ke tengah masyarakat—ikut gotong royong membangun jalan, membantu panen padi, bahkan mengadakan acara makan bersama. Pak Rudi, seorang warga desa setempat yang sudah berusia 56 tahun, bercerita dengan mata berbinar, "Mereka seperti keluarga sendiri. Kalau ada masalah, kami saling bantu. Prajurit juga sering ajari anak-anak kami baris-berbaris dan disiplin." Kesiapan prajurit di sini bukan hanya soal fisik dan mental, tetapi juga tentang bagaimana mereka hadir di tengah kehidupan warga. Beberapa kegiatan yang mempererat hubungan ini antara lain:

  • Latihan rutin dan pembinaan agar prajurit sigap menghadapi situasi di perbatasan, sambil tetap melibatkan warga dalam kegiatan sosial.
  • Kedekatan emosional melalui acara gotong royong, bakti sosial, dan kegiatan keagamaan yang mengikis sekat antara TNI dan masyarakat.
  • Kehadiran sebagai teladan, terutama bagi anak-anak desa yang belajar tentang disiplin dan kebersamaan dari para prajurit.

Kesejahteraan Warga Jadi Prioritas di Tapal Batas

Kunjungan Menteri Pertahanan dan Pangdam juga menyoroti pentingnya kesejahteraan sebagai pilar pertahanan. Pangdam XII/Tanjungpura menegaskan bahwa kehadiran TNI di perbatasan harus memberi rasa aman sekaligus mendorong pembangunan. Program-program teritorial seperti Pos Kamling Rakyat, bedah rumah, dan penyuluhan pertanian menjadi bukti nyata kepedulian. Setiap pekan, prajurit mengadakan bakti kesehatan gratis dan membantu warga memperbaiki rumah yang rusak. Tak hanya itu, semangat gotong royong antara prajurit dan warga menjadi modal utama membangun masyarakat yang tangguh di tapal batas. Berbagai bantuan yang telah dirasakan warga antara lain:

  • Pos Kamling Rakyat yang membantu warga menjaga keamanan lingkungan secara bersama-sama, sehingga rasa aman semakin kuat.
  • Bantuan bibit tanaman untuk mendorong kemandirian pangan, sehingga warga tidak perlu khawatir soal pangan sehari-hari.
  • Penyuluhan pertanian dan bedah rumah yang membuat hidup warga lebih layak dan produktif.

Pak Rudi dan tetangganya mengaku hidup mereka terasa lebih tenang sejak ada prajurit di kampung. Perbatasan yang dulu mungkin terasa menakutkan, kini berubah menjadi rumah bersama yang harus dijaga dan dimajukan. Kebersamaan antara prajurit dan warga mengajarkan kita semua bahwa menjaga negara bukan hanya soal senjata, tetapi juga tentang merangkul hati dan membangun kesejahteraan bersama. Semoga kehangatan ini terus menyala di setiap sudut perbatasan negeri kita.

kesiapan prajurit pembinaan teritorial keamanan perbatasan
Terkait
  • Topik: kesiapan prajurit, pembinaan teritorial, keamanan perbatasan
  • Tokoh: Sjafrie Sjamsoeddin
  • Organisasi: Yonif TP 926/PL
  • Tempat: Bengkayang, Kalimantan Barat

Artikel terkait