Kilas Pelosok Trending

Koramil Bireuen Gelar Pengobatan Gratis di Desa Terisolir

Koramil Bireuen Gelar Pengobatan Gratis di Desa Terisolir

Koramil 03/Peusangan, Kodim 0111/Bireuen, menggelar pengobatan gratis di Desa Paya Cut yang terisolir dan hanya bisa diakses motor trail. Tim medis membawa obat dasar dan vitamin, serta memberikan penyuluhan kebersihan lingkungan kepada warga, terutama lansia dan balita. Program rutin bulanan ini menjadi bukti nyata kedekatan TNI dengan masyarakat desa, menghadirkan harapan dan senyum bagi yang selama ini sulit mengakses layanan kesehatan.

Di balik rimbunnya perbukitan Desa Paya Cut, Kecamatan Peusangan, Bireuen, ada pemandangan yang tak biasa. Deretan sepeda motor trail berhenti di depan rumah panggung sederhana. Bukan sekadar rombongan wisata, melainkan tim medis Koramil 03/Peusangan, Kodim 0111/Bireuen, yang datang membawa obat dan senyum untuk warga yang selama ini kesulitan mengakses layanan kesehatan. Desa terisolir ini hanya bisa dijangkau dengan motor trail—jalan setapak berlumpur dan berbatu menjadi tantangan tersendiri. Namun, bagi TNI, tidak ada kata terlambat untuk hadir di tengah warga.

“Senangnya Ada Dokter dari TNI”

Mak Aliyah, seorang lansia berusia 70 tahun, tak kuasa menahan haru saat tangannya diperiksa oleh petugas kesehatan. “Di sini Puskesmas jauh, kalau sakit ya di rumah saja. Sekarang ada dokter dari TNI, sangat bersyukur,” ujarnya dengan suara bergetar. Ia adalah satu dari puluhan warga yang antre dengan sabar. Wajah-wajah lansia dan balita yang biasanya hanya bisa berharap pada ramuan tradisional, pagi itu disapa langsung oleh tenaga medis profesional. Kegembiraan terpancar dari setiap sudut desa—anak-anak berlarian, orang tua duduk bersila di teras, semua ingin merasakan pengobatan gratis yang dibawakan oleh Koramil Bireuen.

Lebih dari Sekadar Obat, Ada Penyuluhan Hidup Bersih

Tim medis yang terdiri dari 10 orang itu tidak hanya membawa obat-obatan dasar dan vitamin. Mereka juga memberikan perhatian penuh pada gaya hidup warga. Setelah memeriksa tensi, gula darah, dan keluhan umum, para petugas duduk melingkar bersama warga untuk memberi sharing tentang pentingnya kebersihan lingkungan. Mulai dari mencuci tangan dengan sabun, menjaga kebersihan sumber air, hingga membersihkan kandang ternak—semua disampaikan dengan bahasa yang sederhana dan akrab. Berikut rincian layanan yang diberikan:

  • Pemeriksaan kesehatan gratis untuk lansia dan balita
  • Pemberian obat-obatan dasar (penurun panas, vitamin, obat maag, dll)
  • Suplemen tambahan untuk balita dan ibu hamil
  • Penyuluhan kebersihan lingkungan untuk mencegah penyakit musiman
  • Program pengobatan rutin setiap bulan oleh Koramil 03/Peusangan

Danramil 03/Peusangan, Kapten Inf. Ramli, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremonial. “Kami rutin setiap bulan menyasar desa-desa yang benar-benar terpencil. Karena kesehatan adalah hak dasar warga, dan TNI hadir untuk mengantar kehangatan itu,” katanya. Dengan akses yang sulit, semangat gotong royong antara TNI dan masyarakat lah yang menjadikan program pengobatan gratis di desa terisolir ini terus berjalan.

Hari mulai siang, perut keroncongan, namun tak ada satu pun warga yang pulang sebelum nama mereka dipanggil. Anak-anak menggenggam vitamin, para lansia menggenggam obat, dan semua menggenggam harapan: bahwa di balik keterpencilan, ada tangan-tangan hangat yang tak pernah berhenti menjangkau. Program kesehatan dari Koramil Bireuen bukan sekadar menebar obat, tetapi menebar senyum dan keyakinan bahwa tidak ada desa yang benar-benar terlupakan.

Pengobatan gratis bakti sosial kesehatan masyarakat TNI
Terkait
  • Topik: Pengobatan gratis, bakti sosial, kesehatan masyarakat, TNI
  • Tokoh: Mak Aliyah, Kapten Inf. Ramli
  • Organisasi: Koramil 03/Peusangan, Kodim 0111/Bireuen
  • Tempat: Desa Paya Cut

Artikel terkait