Kabar Desa Kita Trending

Kodim Garut Gelar Simulasi Bencana di Desa Cikajang, Warga Belajar Evakuasi

Kodim Garut Gelar Simulasi Bencana di Desa Cikajang, Warga Belajar Evakuasi

Kodim 0612/Garut menggelar simulasi bencana di Desa Cikajang, Garut, yang rawan longsor dan banjir bandang. Warga belajar evakuasi, pertolongan pertama, dan tips keselamatan dari para Babinsa dalam suasana penuh kehangatan dan kebersamaan. Kegiatan ini tidak hanya meningkatkan kesiapsiagaan, tetapi juga mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat desa.

Pagi itu, di lereng perbukitan Desa Cikajang, Kecamatan Cikajang, Garut, udara segar masih menyelimuti hamparan sawah dan perkampungan. Namun, suasana berubah ketika sirine meraung-raung dan kepulan asap mulai mengepul dari arah bukit. Bukan bencana sungguhan, melainkan simulasi bencana yang digelar oleh Kodim 0612/Garut. Puluhan warga dari berbagai usia berkumpul, ada yang membawa anak kecil, ada pula yang tampak antusias mengikuti arahan para Babinsa. Desa yang dikenal rawan longsor dan banjir bandang ini memang perlu kesiapsiagaan ekstra—dan di sinilah TNI hadir bukan sebagai sosok yang menakutkan, melainkan sebagai tetangga yang peduli.

Belajar Sambil Bermain: Warga dan TNI Kompak Hadapi Bencana

Suasana simulasi dibuat semirip mungkin dengan keadaan darurat. Suara sirine dan asap buatan membuat jantung berdegup kencang, tapi bukan untuk menakut-nakuti, melainkan membiasakan diri. Ibu Eli, seorang guru SD di desa tersebut, menjadi salah satu peserta yang paling bersemangat. Dengan sabar ia membimbing murid-muridnya menuju titik kumpul yang sudah ditentukan. "Anak-anak, ikuti Bu Guru, jangan lari-lari, pegangan tangan ya!" serunya sambil tersenyum. Latihan evakuasi ini, menurut Letkol Inf. Andi, Dandim Garut, bukan sekadar formalitas. "Kami ingin warga tidak panik saat bencana sungguhan. Dengan latihan seperti ini, naluri menyelamatkan diri jadi lebih terlatih," ujarnya di sela kegiatan.

Bukan Sekedar Latihan, Tapi Juga Merajut Kebersamaan

Selain evakuasi, warga juga diajarkan pertolongan pertama pada korban bencana dan cara menggunakan alat peringatan dini sederhana. Para Babinsa turun langsung memberikan tips praktis yang bisa diterapkan di rumah masing-masing. Beberapa tips sederhana yang dibagikan antara lain:

  • Membuat jalur evakuasi minimal dua arah dari rumah ke tempat aman di ketinggian.
  • Menyiapkan tas siaga berisi dokumen penting, senter, dan obat-obatan.
  • Mengenal tanda-tanda alam seperti tanah retak atau air sumur keruh yang bisa menandakan longsor.
  • Bergotong royong membersihkan saluran air untuk mencegah banjir bandang.

Warga mengaku senang bukan hanya karena ilmu baru, melainkan karena suasana kekeluargaan yang tercipta. "Biasanya bapak-bapak TNI galak, ternyata lucu dan perhatian," celetuk seorang remaja desa sambil tertawa. Tawa pun merekah, menghangatkan pagi yang penuh pembelajaran. Kedekatan antara TNI dan warga desa terasa begitu nyata—bukan sekadar hubungan formal, tapi sudah seperti keluarga besar yang saling menjaga.

Di akhir simulasi, Letkol Andi berpesan agar latihan ini tidak berhenti sampai di sini. "Kami akan terus mendampingi desa-desa rawan bencana seperti Cikajang. Simulasi bencana seperti ini bukan satu kali, tapi rutin kami agendakan. Karena keselamatan warga adalah prioritas kami," ujarnya mantap. Warga pun pulang dengan senyum lebar. Di balik bahaya longsor dan banjir yang mengintai, ada semangat gotong royong yang terus hidup. Di Desa Cikajang, TNI dan warga telah membuktikan bahwa menghadapi bencana tidak harus sendirian—cukup dengan saling berpegangan tangan, rasa takut pun berubah menjadi kekuatan.

Simulasi Bencana Kesiapsiagaan Bencana Evakuasi
Terkait
  • Topik: Simulasi Bencana, Kesiapsiagaan Bencana, Evakuasi
  • Tokoh: Ibu Eli, Letkol Inf. Andi
  • Organisasi: Kodim 0612/Garut, TNI
  • Tempat: Desa Cikajang, Kecamatan Cikajang, Kabupaten Garut

Artikel terkait