Program & Bantuan Trending

Kodim di Flores Gelar Pelatihan Pertanian Organik untuk Perempuan Desa

Kodim di Flores Gelar Pelatihan Pertanian Organik untuk Perempuan Desa

Di balai desa Flores, perempuan desa ikut pelatihan pertanian organik dari Kodim, belajar bikin pupuk dari sampah dapur dan pestisida alami. Program ini bukan cuma ngurangin biaya, tapi juga ningkatin kemandirian pangan dan kebersamaan warga. Harapan baru bersemi di pekarangan rumah, dengan semangat gotong royong yang menghangatkan.

Pagi itu, di sebuah balai desa sederhana di sudut Flores, suasananya beda banget. Ibu-ibu yang biasanya sibuk ngurus rumah, hari itu kumpul dengan semangat luar biasa. Mereka duduk rapi, matanya fokus ke depan, mendengarkan setiap kata dari instruktur Kodim setempat. Bukan arisan atau rapat PKK yang bikin mereka rame, melainkan pelatihan pertanian organik yang digelar khusus untuk perempuan desa. Tujuannya mulia: kasih keterampilan baru biar para ibu bisa bercocok tanam tanpa bergantung pada pupuk kimia yang harganya bikin pusing.

Pupuk dari Dapur, Hama dari Alam, Hasilnya Melimpah

Pelatihan ini bukan cuma teori doang. Para peserta langsung praktik bikin pupuk kompos dari limbah dapur, kayak sisa sayur dan kulit buah. Mereka juga diajarin bikin pestisida alami dari daun mimba dan bawang putih. "Selama ini kami turun-temurun tanam aja. Gak pernah ada ilmu baru kayak gini," ujar Mama Maria, salah satu peserta dengan wajah berseri. Ibu rumah tangga yang sehari-hari ngurus kebun sayur di pekarangan ini merasa dapet harapan baru. "Semoga dengan pupuk organik ini, tanaman kami gak gampang mati dan hasilnya banyak. Kami ibu-ibu bisa punya penghasilan tambahan," tambahnya penuh harap. Di kebun percontohan, mereka belajar gemburkan tanah, campur kompos, sampai semprot pestisida alami. Semuanya dilakukan bareng-bareng, dalam semangat gotong royong yang hangat banget.

Sinergi TNI dan Perempuan Desa untuk Kemandirian Pangan

Kegiatan ini bagian dari program pemberdayaan ekonomi keluarga desa yang digagas Kodim setempat. Bapak Dandim dengan tegas bilang, "Ketahanan pangan dimulai dari pekarangan rumah. Ibu-ibu adalah ujung tombaknya." Dengan kasih keterampilan lewat pelatihan ini, TNI ingin bantu keluarga desa gak cuma ningkatin pendapatan, tapi juga ciptain kemandirian pangan. Program ini terasa nyata dan menyentuh kebutuhan dasar warga, apalagi di tengah harga pupuk kimia yang makin naik. Berikut manfaat yang dirasakan langsung para ibu:

  • Biaya produksi pertanian berkurang drastis karena pupuk dan pestisida bisa dibuat sendiri dari bahan alami di sekitar rumah.
  • Hasil panen lebih sehat dan bebas residu kimia, jadi aman buat konsumsi keluarga sehari-hari.
  • Buka peluang usaha kecil, kayak jual sayur organik ke pasar lokal atau tetangga, yang nambah penghasilan keluarga.
  • Kebersamaan dan gotong royong makin kuat karena saling berbagi ilmu dan bertani bareng.
  • Pengetahuan perempuan desa soal pertanian organik jadi meningkat, lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Di akhir pelatihan, Mama Maria dan ibu-ibu lainnya pulang dengan bawa bibit sayuran dan segumpal kompos buatan sendiri. Mereka berjanji terus latihan dan saling berbagi ilmu. Kebersamaan antara prajurit TNI dan warga desa ini jadi potret indah pembangunan yang lahir dari hati. Harapan baru bersemi di setiap pekarangan, tumbuh subur bareng semangat gotong royong yang tak pernah padam.

pertanian organik pelatihan pemberdayaan ekonomi keluarga desa ketahanan pangan
Terkait
  • Topik: pertanian organik, pelatihan, pemberdayaan ekonomi keluarga desa, ketahanan pangan
  • Tokoh: Mama Maria
  • Organisasi: Kodim, TNI
  • Tempat: Flores

Artikel terkait