Suasana Desa Awang di Kecamatan Batang Alai Utara, Hulu Sungai Tengah, belakangan ini terasa lebih hangat dan bersemangat. Bukan hanya karena sinar matahari pagi, melainkan kehadiran sekitar 150 saudara dari TNI dan warga setempat yang berbaur menjadi satu dalam Program TMMD Ke-129. Mereka bekerja bersama seperti keluarga, saling bercerita dan tertawa di sela-sela mengangkat bahan bangunan, menciptakan sebuah simfoni gotong royong yang menghangatkan hati. Di sini, bantuan tidak datang sebagai sesuatu yang cuma-cuma, melainkan sebagai bentuk kebersamaan yang tulus.
Jejak Paving Baru, Langkah Baru Menuju Kebun dan Sekolah Anak
Bagi warga Awang, terutama para petani dan ibu-ibu, jalan tanah sepanjang 900 meter menuju kebun adalah cerita lama tentang perjuangan. Saat hujan, jalan itu menjelma jadi kubangan lumpur yang licin, membuat langkah anak-anak ke sekolah terasa berat dan hati orang tua was-was. Kini, cerita itu mulai berganti. Dengan semangat kebersamaan, program Jalan Paving blok digarap bersama-sama. Setiap batu yang tertata rapi bukan sekadar material; itu adalah janji untuk pagi yang lebih cerah, untuk hasil bumi yang lebih mudah dibawa pulang, dan untuk desa yang perlahan membuka jalannya sendiri menuju kemajuan. Anak-anak pun kini bisa bermain lebih leluasa di jalan yang sudah rata.
Lebih dari Sekadar Perbaikan: Sentuhan Kasih untuk Rumah dan Kehidupan
Sementara jalan desa mulai menampakkan wajah barunya, perhatian juga tertuju ke pondasi kehidupan yang paling intim: rumah tinggal. Program Rehab Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dengan penuh perhatian menyentuh langsung kehidupan dua keluarga di Awang. Ini bukan sekadar soal menambal bocor atau menguatkan dinding yang rapuh. Lebih dari itu, ini adalah upaya mengembalikan rasa aman dan memberi tempat berlindung yang hangat bagi anak-anak untuk tumbuh dengan nyaman. Bersamaan, pembangunan musala dan MCK umum menjadi bukti nyata bahwa pembangunan di sini menyentuh seluruh sendi kehidupan warga, dari ibadah hingga kebersihan sehari-hari.
Namun, kehangatan program ini benar-benar terasa di sela-sela kegiatan fisik. Sebuah Bakti Sosial digelar dengan penuh kepedulian, yang langsung menyentuh kebutuhan warga:
- Pengobatan gratis bagi yang sakit, meringankan beban perjalanan jauh ke puskesmas.
- Edukasi pentingnya pencegahan stunting untuk ibu-ibu muda, sebagai investasi kesehatan generasi penerus desa.
- Pembagian sembako yang tepat waktu, menjadi bantuan yang sangat berarti bagi keluarga yang membutuhkan di Hulu Sungai Tengah.
Seperti diungkapkan salah seorang Komandan di lapangan, semua ini adalah bentuk pengabdian yang sederhana: hadir, mendengarkan, dan membantu dengan tulus. Sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan warga Desa Awang sendiri membuat setiap upaya terasa lebih hidup dan bermakna. Mereka bersama-sama menulis babak baru untuk desa tercinta. Kini, cerita-cerita kecil nan hangat mulai bertebaran: senyum lega ibu-ibu yang rumahnya kokoh kembali, tawa riang anak-anak bermain di jalan yang rata, dan rasa syukur yang dalam karena perhatian itu datang tanpa perlu diminta. Keberadaan TMMD Ke-129 ini meninggalkan jejak yang lebih abadi daripada paving dan tembok baru; ia menanamkan benih kebersamaan dan harapan yang akan terus tumbuh di hati warga Desa Awang.