Kabar Desa Kita Trending

Kodim 0733 Salatiga Gelar Posyandu Keliling untuk Bayi di Desa Terisolasi

Kodim 0733 Salatiga Gelar Posyandu Keliling untuk Bayi di Desa Terisolasi

Kodim 0733 Salatiga menggelar Posyandu keliling di desa terisolasi Kecamatan Getasan, menghadirkan layanan kesehatan gratis bagi bayi dan balita. Ibu Watini menangis haru saat bayinya pertama kali ditimbang dan diimunisasi. Program jemput bola ini rutin setiap dua pekan, membuktikan bahwa negara hadir di pelosok dengan kehangatan dan empati.

Lereng Gunung Merbabu masih diselimuti kabut tebal ketika langkah-langkah kecil para prajurit Kodim 0733 Salatiga mulai menyusuri pematang sawah yang licin. Bersama bidan desa, mereka meniti jembatan bambu goyang dan menerobos dinginnya pagi, bukan untuk patroli biasa, melainkan untuk menghadirkan Posyandu keliling bagi para ibu dan bayi di desa terisolasi Kecamatan Getasan, Salatiga. Tiga dukuh yang nyaris putus dari dunia luar itu akhirnya merasakan kehadiran negara, bukan dalam bentuk janji, tetapi dalam bentuk uluran tangan dan timbangan bayi yang hangat.

Bu Watini Menangis Haru, Bayinya Baru Pertama Kali Ditimbang

Di Dukuh Sumurkepel, pagi itu berubah menjadi peristiwa yang tak akan dilupakan Ibu Watini (25). Berdiri di posko darurat yang sederhana, ia tak kuasa menahan haru saat bayinya yang berusia tujuh bulan akhirnya ditimbang dan diukur untuk pertama kalinya. Selama ini, ia hanya bisa memeluk anaknya di rumah panggung kayu yang jauh dari puskesmas, tak punya ongkos untuk menuruni lembah. "Tadi bayi saya diare, dikasih obat oralit. Sekarang lega, Bu Bidan sama Bapak TNI baik sekali," ujarnya lirih dengan mata berkaca-kaca. Di sudut ruangan, para prajurit ikut membantu menenangkan bayi yang rewel, sementara ibu-ibu lain yang baru selesai menggembala kambing antusias menunggu giliran.

Kedatangan tim kesehatan ini langsung membawa manfaat yang nyata bagi warga, di antaranya:

  • Imunisasi lengkap sesuai usia bayi dan balita
  • Vitamin A gratis untuk menjaga daya tahan tubuh
  • Obat diare dan oralit tanpa biaya sepeser pun
  • Pencatatan buku KMS (Kartu Menuju Sehat) untuk memantau tumbuh kembang anak
  • Penyuluhan gizi langsung dari bidan desa dengan bahasa yang sederhana dan akrab

Tiap tetes obat dan tiap sentuhan timbangan terasa begitu berharga. Tak ada jarak antara prajurit dan warga; yang ada hanyalah hangatnya rasa kekeluargaan yang tumbuh di tengah keterpencilan.

Jemput Bola ke Rumah Warga: Napas Kedekatan Teritorial

Danramil Kapten Catur menjelaskan bahwa banyak orangtua di desa terisolasi tak sanggup membawa anak mereka ke posyandu karena ongkos mahal dan medan yang berat. "Kami jemput bola, periksa rumah ke rumah jika perlu," tegasnya. Semangat inilah yang menjadi napas program kedekatan teritorial Kodim 0733 Salatiga. Prajurit tak hanya menggendong bayi, tetapi juga duduk lesehan di rumah panggung kayu sambil mengobrol santai tentang kesehatan anak. Posyandu keliling ini direncanakan rutin setiap dua pekan sekali, menyusuri setiap dukuh yang tersembunyi di balik bukit dan kabut.

Matahari mulai merangkak naik, menerobos celah-celah kabut yang masih setia menyelimuti lembah. Ibu Watini berjalan pulang ke rumah panggungnya sambil menggendong bayinya yang tertidur pulas. Di tangannya tergenggam secarik buku KMS dan obat oralit yang diberikan dengan penuh keikhlasan. "Semoga bayiku sehat terus, Pak Tentara mau datang lagi dua minggu ke depan," katanya lirih, dan dari pelupuk matanya terpancar harapan yang baru tumbuh—harapan yang dirawat bersama oleh TNI, bidan, dan seluruh warga yang saling menguatkan. Di sinilah, di balik kabut dan pematang sawah, negara hadir bukan sebagai nama besar, melainkan sebagai tetangga yang selalu siap mengulurkan tangan.

Posyandu Imunisasi Kesehatan
Terkait
  • Topik: Posyandu, Imunisasi, Kesehatan
  • Tokoh: Kapten Catur, Watini
  • Organisasi: Kodim 0733 Salatiga, TNI
  • Tempat: Salatiga, Jawa Tengah, Kecamatan Getasan, Dukuh Sumurkepel

Artikel terkait