Udara dingin khas lereng Merapi masih menyelimuti Desa Kepuharjo, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, ketika puluhan warga telah memadati lapangan desa. Tenda-tenda putih berdiri di tengah hamparan tanah, dan sejak pagi para ibu, bapak, serta anak-anak sudah mengantre dengan sabar. Mereka bukan sedang menunggu acara seremonial, melainkan menanti layanan bakti sosial kesehatan yang digelar Kodim 0732 Sleman. Di sinilah terlihat jelas bagaimana warga lereng Merapi dan TNI berbagi kehangatan di tengah dinginnya pagi.
Ketika Dokter dan Prajurit Turun ke Desa
Letnan Kolonel Infanteri Andi Kurniawan, Komandan Kodim 0732 Sleman, tampak sibuk memantau jalannya pelayanan. Beliau sengaja memilih lokasi ini karena banyak warga lanjut usia yang kesulitan menjangkau puskesmas. "Apalagi kalau hujan turun, jalanan licin dan berbahaya. Kami hadir untuk memastikan warga tetap mendapat layanan kesehatan tanpa harus menempuh jarak jauh," ujarnya sambil membantu mengarahkan para orang tua.
Layanan yang diberikan pun lengkap dan menyentuh kebutuhan warga:
- Pemeriksaan tensi darah dan gula darah secara gratis
- Pemberian vitamin khusus untuk anak-anak
- Konsultasi dengan dokter dan perawat dari kesehatan militer
- Obat-obatan yang dibagikan tanpa dipungut biaya
Warga yang datang tidak hanya lansia, tetapi juga ibu-ibu yang membawa balita. Mereka datang sambil membawa harapan akan hidup yang lebih sehat. Setelah diperiksa, masing-masing menerima obat atau vitamin dengan senyum puas. Semua ini dilakukan dengan penuh kesabaran dan senyuman, membuat warga merasa seperti diperhatikan keluarga sendiri.
Harum Jamu Berganti Jadi Obat dari TNI
Salah satu warga yang merasakan manfaatnya adalah Ibu Sumiyati (67). Dengan mata berkaca-kaca, ia bercerita bahwa biasanya ia hanya mengandalkan jamu buatan sendiri ketika badan terasa tidak enak. "Jauh ke puskesmas, dan kalau musim hujan jalanannya susah. Sekarang TNI datang membawa dokter, periksa gratis, obatnya juga gratis. Saya cuma bisa berdoa semoga mereka selalu sehat," tuturnya haru.
Kehangatan makin terasa ketika para prajurit ikut duduk lesehan di antara warga. Mereka mendengar cerita tentang aktivitas di ladang, hasil panen, dan juga kekhawatiran soal kondisi gunung. Tak ada sekat antara seragam dan pakaian tani; yang ada hanyalah obrolan akrab seperti tetangga. Suasana ini membuktikan bahwa bakti sosial bukan sekadar program, melainkan jembatan emas yang menghubungkan TNI dengan warga di kawasan rawan bencana. Semua itu mencerminkan kedekatan yang tumbuh di antara TNI dan masyarakat.
Hari pun beranjak siang, tetapi kebersamaan itu nampaknya tak ingin cepat berakhir. Semoga program kesehatan seperti ini terus hadir di lereng Merapi, dan semoga setiap langkah prajurit selalu membawa berkah. Karena saat TNI dan warga saling bergandengan tangan, desa terasa lebih hangat dan kehidupan terasa lebih ringan.