Program & Bantuan Trending

Kodim 0728 Gelar Pelatihan Pertanian Organik bagi Pemuda Desa Giri Mulyo

Kodim 0728 Gelar Pelatihan Pertanian Organik bagi Pemuda Desa Giri Mulyo

Kodim 0728 menggelar pelatihan pertanian organik bagi tiga puluh pemuda Desa Giri Mulyo. Mereka belajar membuat pupuk kompos, mengendalikan hama alami, dan mendapat bibit gratis. Program ini diharapkan membangun kemandirian petani muda dan menjaga kesuburan tanah secara berkelanjutan.

Pagi itu, mentari baru saja menyinari pucuk-pucuk pohon di Desa Giri Mulyo, Kabupaten Wonogiri. Suasana yang biasanya sepi mendadak berubah riuh rendah. Sekitar tiga puluh pemuda desa berkumpul di lahan percontohan seluas setengah hektar milik Babinsa setempat. Bukan untuk sekadar nongkrong atau bermain, melainkan mereka datang dengan semangat membara untuk mengikuti pelatihan pertanian organik yang digelar oleh Kodim 0728. Di bawah pohon rindang, para peserta duduk melingkar, telinga mereka menangkap setiap arahan dari para instruktur yang sudah siap berbagi ilmu. Udara segar khas pedesaan dan pemandangan hamparan sawah yang menghijau seolah menjadi saksi tekad mereka untuk mengubah cara bertani yang lebih ramah lingkungan. Ini bukan sekadar pelatihan biasa, ini adalah sebuah obrolan hangat tentang masa depan pertanian yang lebih baik untuk kampung halaman mereka.

Belajar dari Lahan Percontohan: Pupuk Kompos hingga Pengendalian Hama Alami

Dalam pelatihan ini, para pemuda desa, yang menjadi harapan baru bagi dunia pertanian, tidak hanya diberi teori. Mereka langsung diajak praktik. Mulai dari meracik pupuk kompos dari kotoran ternak yang selama ini mungkin dianggap limbah, hingga belajar teknik pengendalian hama alami tanpa menggunakan bahan kimia berbahaya. Danrem 073, Kolonel Inf Eko, yang hadir langsung, menjelaskan bahwa program ini lahir dari keprihatinan terhadap mahalnya harga pupuk kimia dan dampaknya yang merusak kesuburan tanah. “Kami ingin petani muda desa bisa mandiri dan tidak bergantung pada pupuk kimia yang terus naik harganya. Dengan pupuk kompos, mereka bisa menghemat biaya sekaligus menjaga tanah tetap sehat,” ujarnya dengan penuh keyakinan. Bukan hanya sekadar kata-kata, para peserta juga langsung merasakan bagaimana mengolah kotoran ternak menjadi kompos yang siap pakai di lahan percontohan. Semua ilmu dibagikan dengan cara yang sederhana dan mudah dipahami, seperti obrolan akrab antara sesama petani. Berikut beberapa hal yang dipelajari para pemuda dalam pelatihan pertanian organik ini:

  • Pembuatan pupuk kompos dari kotoran ternak dan limbah dapur, mengubah sampah menjadi berkah.
  • Teknik pengendalian hama alami menggunakan tumbuhan lokal yang ada di sekitar desa, seperti daun pepaya dan sereh.
  • Rotasi tanaman yang tepat untuk menjaga kesuburan tanah agar tetap gembur dan kaya nutrisi.
  • Pemberian bibit cabai dan tomat organik secara gratis kepada setiap peserta sebagai modal awal untuk memulai.

Harapan Baru untuk Pemuda Desa: Kelompok Tani Muda dan Pendamping

Salah satu peserta, Andi (22), pemuda yang sehari-hari membantu orang tuanya di sawah, tak bisa menyembunyikan antusiasmenya. “Selama ini kita pakai pupuk urea terus, sekarang diajari bikin kompos dari kotoran ternak, jadi lebih hemat dan ramah lingkungan,” katanya sambil tersenyum lebar. Ia berencana langsung mempraktikkan ilmunya di kebun orang tuanya yang seluas seperempat hektar. Kisah Andi ini mewakili semangat para pemuda desa yang ingin membawa perubahan positif bagi pertanian di kampung halaman mereka, dari yang konvensional menjadi lebih alami dan berkelanjutan. Kodim 0728 pun tidak berhenti di sini. Mereka akan membentuk kelompok tani muda dan memberikan pendampingan rutin agar ilmu yang didapat bisa terus diterapkan. Dengan gotong royong dan semangat kebersamaan, para pemuda desa ini bertekad menjadikan pertanian organik sebagai gaya hidup baru yang tidak hanya menguntungkan secara ekonomi, tetapi juga menjaga alam untuk anak cucu kelak.

Matahari semakin tinggi, namun semangat para pemuda Desa Giri Mulyo tak kunjung surut. Mereka pulang bukan hanya dengan ilmu baru, tapi juga dengan keyakinan bahwa perubahan bisa dimulai dari hal kecil. Di tengah hamparan sawah yang hijau, harapan baru tumbuh bersama langkah-langkah kecil menuju pertanian yang lebih ramah lingkungan. Dan satu hal yang pasti, di balik setiap pelatihan pertanian organik yang digelar Kodim, ada cerita tentang kebersamaan, gotong royong, dan mimpi besar para pemuda desa untuk masa depan yang lebih baik. Semoga terus berkah dan lestari.

pertanian organik pelatihan pemuda
Terkait
  • Topik: pertanian organik, pelatihan pemuda
  • Tokoh: Kolonel Inf Eko, Andi
  • Organisasi: Kodim 0728, Babinsa, Danrem 073
  • Tempat: Desa Giri Mulyo, Kabupaten Wonogiri

Artikel terkait