Cerita Kehangatan Trending

Kisah Prajurit TNI yang Jadi Guru Dadakan untuk Anak-Anak Pesisir

Kisah Prajurit TNI yang Jadi Guru Dadakan untuk Anak-Anak Pesisir

Kisah hangat Praka Hendra, seorang prajurit TNI yang berinisiatif mengajar anak-anak pesisir sepulang sekolah, membuktikan pendidikan nonformal bisa lahir dari kepedulian sederhana. Dukungan penuh warga menjadikan kelas dadakan ini ruang belajar dan ikatan kebersamaan yang kuat di tepi laut.

Sore itu, langit di pesisir Sulawesi Tenggara mulai berwarna jingga, seolah menyapa ombak yang tenang. Di balik riuhnya perahu nelayan yang baru pulang, ada tawa riang yang lain. Tawa itu berasal dari sekumpulan anak-anak yang berkumpul di sebuah gubuk kecil, menanti sosok yang mereka sayangi: Praka Hendra, seorang prajurit TNI yang dengan senyum ramahnya, telah mengubah gubuk sederhana itu menjadi ruang belajar penuh canda. Inilah kisah hangat tentang seorang relawan TNI yang hatinya tergerak melihat anak-anak pesisir sepulang sekolah langsung membantu orang tua, tanpa ada yang membimbing mereka belajar lebih jauh.

Dari Hati, Lahir Sekolah di Bawah Langit Senja

"Awalnya saya cuma lihat beberapa anak main di pantai, bukunya terbuka tapi tak ada yang mengarahkan," kenang Praka Hendra. Keprihatinan itulah yang menggerakkan langkahnya. Tanpa perintah atasan, dengan modal papan tulis kecil dan beberapa kapur, ia pun memulai kelas dadakannya. Apa yang dimulai dengan dua tiga anak penasaran, kini telah disambut belasan anak dengan mata berbinar setiap sore. Di tepi laut yang teduh, mereka tak hanya belajar membaca dan berhitung, tetapi juga sesekali menyanyi bersama, menciptakan melodi kebahagiaan sederhana. Pendidikan nonformal ini murni lahir dari ikatan batin seorang prajurit dengan masyarakat tempat ia mengabdi.

Lebih Dari Sekadar Pelajaran: Ikatan yang Merajut Hati

Kehadiran Praka Hendra telah merajut lebih dari sekadar tali pengetahuan. Bu Rina, salah satu orang tua, berkata dengan haru, "Dia seperti kakak bagi anak-anak kami. Jarang ada yang mau menyempatkan waktu seperti itu." Dukungan hangat dari warga pun mengalir, menciptakan sinergi yang indah antara program kedekatan TNI dan kehidupan sehari-hari. Kelas sederhana ini telah memberikan manfaat nyata yang bisa dirasakan langsung oleh keluarga di pesisir:

  • Anak-anak mendapatkan bimbingan belajar tambahan yang menyenangkan di luar jam sekolah, mengisi waktu luang dengan hal produktif.
  • Terbentuknya ruang aman bagi anak untuk bertumbuh, bertanya, dan merasa diperhatikan.
  • Menguatkan hubungan antara institusi TNI dengan warga desa melalui pendekatan pendidikan dan kepedulian yang tulus.
  • Memberikan inspirasi bahwa membantu sesama bisa dimulai dari hal kecil di lingkungan terdekat, dengan hati yang ikhlas.

Cerita Praka Hendra dan anak-anak pesisir ini adalah bukti nyata bahwa pendidikan nonformal tak selalu membutuhkan gedung megah. Kadang, ia hanya butuh sebuah hati yang tulus dan papan tulis di bawah langit senja. Dengan segala kesederhanaannya, ia telah menjadi jembatan ilmu dan juga sahabat bagi masa depan anak-anak di tepi laut. Semangat gotong royong dan kehangatan ini, bagai sinar matahari sore yang menemani langkah mereka, terus menyinari hati setiap warga desa, menguatkan rasa bahwa kita semua adalah saudara dalam mengukir masa depan yang lebih baik.

Artikel terkait