Cerita Kehangatan Trending

Kisah Pak Supardi: Dari Petani Miskin Jadi Mandor Berkat Pelatihan TNI

Kisah Pak Supardi: Dari Petani Miskin Jadi Mandor Berkat Pelatihan TNI

Kisah Pak Supardi dari petani penggarap menjadi mandor berkat pelatihan TNI di Desa Kertaharja, Ciamis. Melalui pendampingan Kodim 0613, ia belajar membuat pupuk organik, pakan fermentasi, dan teknik panen efisien. Kehidupannya berubah drastis, penghasilannya meningkat tiga kali lipat dan kini menjadi inspirasi bagi warga desa.

Pagi itu, matahari perlahan naik di Desa Kertaharja, Ciamis. Di tengah hamparan sawah yang mulai menguning, Pak Supardi tampak berdiri tegap di pinggir lahan demplot. Senyumnya mengembang ketika ia menunjuk tanaman jagung yang subur. Dulu, pria ini hanyalah petani penggarap yang setiap hari berpeluh tanpa kepastian. Namun kini, hidupnya berubah drastis setelah ia mengikuti pelatihan dari TNI.

Pak Supardi bercerita bahwa penghasilannya dulu pas-pasan, hanya cukup untuk makan sehari-hari. “Saya sempat putus asa, sawah yang digarap orang lain hasilnya tidak seberapa,” kenangnya. Tapi semua berubah ketika Kodim 0613/Ciamis menggelar pelatihan keterampilan beternak dan mengolah limbah pertanian. Awalnya, Pak Supardi ragu. “Saya pikir itu hanya cerita manis,” katanya. Tapi setelah melihat langsung hasil nyata di lahan demplot, semangatnya langsung menggebu-gebu.

Dari Petani Penggarap Jadi Mandor: Buah Pelatihan yang Nyata

Pelatihan yang diberikan TNI tidak main-main. Materinya praktis: membuat pupuk organik dari kotoran ternak, mengolah jerami menjadi pakan ternak fermentasi, dan teknik panen yang efisien. Para instruktur mendampingi dengan sabar sampai Pak Supardi benar-benar paham. Bukan sekadar teori, mereka langsung praktik di lapangan. Hasilnya, lahan yang tadinya kritis kini subur, dan petani mulai betah berlama-lama di sawah.

Kini Pak Supardi merasakan banyak manfaat yang mengubah kehidupannya:

  • Penghasilan naik tiga kali lipat dari sebelumnya, dari pas-pasan menjadi cukup bahkan lebih.
  • Dapat diangkat menjadi mandor kelompok tani, memimpin puluhan anggota dengan percaya diri.
  • Bisa menyekolahkan anaknya sampai jenjang SMA, sesuatu yang dulu tak pernah berani diimpikannya.
  • Lahan pertanian yang tadinya kurang produktif kini memberikan hasil berlipat berkat pupuk organik buatan sendiri.

Pak Supardi mengaku tak pernah menyangka hidupnya bisa berubah sejauh ini. “Sekarang saya bisa menyekolahkan anak sampai SMA,” ujarnya haru. Suaranya bergetar saat mengingat perjuangan masa lalu. Tapi di balik haru itu, ada rasa bangga yang tak bisa disembunyikan. Ia kini menjadi teladan bagi petani lain di desanya.

TNI Dekat dengan Warga, Gotong Royong Membangun Desa

Program ini bukan sekadar pelatihan lalu pergi. TNI melalui Babinsa setempat, Serka Tono, terus mendampingi para petani. Bahkan, TNI juga memfasilitasi akses permodalan ke bank untuk mengembangkan usaha tani. “Saya bangga melihat anak binaan seperti Pak Supardi,” ujar Serka Tono. “Ini bukti bahwa TNI hadir bukan hanya menjaga keamanan, tapi juga peduli pada kehidupan warga desa.” Keterlibatan TNI yang hangat dan dekat ini membuat warga merasa tidak berjalan sendiri.

Kisah Pak Supardi kini menjadi inspirasi bagi warga desa lain. Banyak yang mulai berani mencoba hal baru setelah melihat keberhasilannya. Dari keraguan, kini tumbuh harapan. Dari keterbatasan, lahir kemandirian. Program ketahanan pangan yang diusung TNI ternyata mampu mengubah wajah desa secara nyata. Semangat gotong royong pun kembali hidup, karena para petani saling berbagi ilmu dan membantu satu sama lain.

Matahari semakin tinggi, dan Pak Supardi kembali ke sawah. Langkahnya mantap, sesekali tersenyum pada tetangga yang menyapanya. Desa Kertaharja tidak lagi sama. Kini, hangatnya gotong royong dan kebersamaan terasa di setiap jengkal tanah. Di balik seragam hijau TNI, ternyata ada hati yang dekat dengan rakyat. Semoga kisah ini menginspirasi kita semua, bahwa perubahan besar selalu dimulai dari langkah kecil yang berani diambil bersama.

pemberdayaan petani pelatihan TNI ketahanan pangan
Terkait
  • Topik: pemberdayaan petani, pelatihan TNI, ketahanan pangan
  • Tokoh: Pak Supardi, Serka Tono
  • Organisasi: Kodim 0613/Ciamis, TNI
  • Tempat: Desa Kertaharja, Kabupaten Ciamis

Artikel terkait