Kabar Desa Kita Trending

Kisah Ibu Yanti: Berbekal Pelatihan TNI, Ia Kini Pemasok Sayur Organik ke Pasar Kota

Kisah Ibu Yanti: Berbekal Pelatihan TNI, Ia Kini Pemasok Sayur Organik ke Pasar Kota

Kisah Ibu Yanti di Desa Bonto-Bonto, Sulawesi Selatan, berubah setelah mengikuti pelatihan TNI dalam program Agribisnis. Kini ia menjadi pemasok sayur organik ke pasar kota bersama kelompok tani binaan TNI. Pelatihan ini tidak hanya memberdayakan ibu rumah tangga secara ekonomi, tetapi juga menumbuhkan kemandirian dan kehangatan kemanuggalan TNI dengan rakyat.

Di sebuah sore yang cerah di Desa Bonto-Bonto, Sulawesi Selatan, aroma tanah basah dan daun hijau segar menyambut siapa saja yang melintas di pekarangan rumah Ibu Yanti (43). Perempuan ramah ini kini tersenyum bangga sambil memetik sawi dan kangkung yang tumbuh subur di lahan seluas 10 meter persegi. Dulu, ia hanya bisa termenung melihat suaminya bekerja sebagai kuli bangunan dengan pendapatan pas-pasan. Namun, siapa sangka, pelatihan TNI dalam program Agribisnis oleh Kodim 1409/Wajo mengubah segalanya. Apa yang tadinya angan-angan kini menjadi kenyataan manis yang menghidupi keluarganya.

Dari Pekarangan Rumah ke Pasar Kota: Sayur Organik Ibu Yanti

Cerita perubahan ini dimulai tiga bulan lalu, ketika para Babinsa mendatangi rumah-rumah warga dan mengajak para ibu rumah tangga untuk belajar bercocok tanam. Ibu Yanti mengaku ragu pada awalnya. Bagaimana tidak, ia tak pernah membayangkan bisa menanam sayur tanpa pestisida kimia. Namun, dengan sabar, para pelatih dari TNI memberikan pendampingan langsung—mulai dari menyiapkan lahan, memilih bibit unggul, hingga teknik merawat tanaman secara alami. “Dulu saya pikir ini susah, ternyata pelan-pelan jadi mudah juga,” kenangnya sambil tertawa kecil.

Kegigihan Ibu Yanti pun membuahkan hasil. Kini, setiap minggu ia memanen sawi, kangkung, dan selada yang segar dan sehat. Ia bahkan bergabung dengan kelompok tani binaan TNI yang rutin menyetor hasil panen ke pasar kota. Suasana di pasar itu pun jadi lebih hidup, sebab sayur organik dari desa selalu laris diburu pembeli. “Dulu saya hanya bisa beli sayur, sekarang saya malah jual. Rasanya seperti mimpi,” ujarnya dengan mata berbinar. Keberhasilan ini membuktikan bahwa pemberdayaan ibu rumah tangga melalui pelatihan TNI mampu mengubah hidup, tidak hanya bagi dirinya tetapi juga bagi warga desa lainnya.

Berikiut adalah beberapa bantuan dan pendampingan yang mereka terima dari program ini:

  • Bibit sayur organik berkualitas tanpa biaya, sehingga ibu-ibu tidak perlu khawatir dengan modal awal.
  • Pendampingan langsung dari Babinsa di lapangan, mulai dari teknik menanam hingga panen.
  • Pelatihan teknik menanam tanpa pestisida kimia, menjaga kesehatan tanah dan hasil panen.
  • Bantuan pemasaran hasil panen ke pasar kota, memastikan sayur organik dari desa sampai ke tangan pembeli.

TNI Hadir, Harapan Tumbuh: Kemanunggalan yang Menghidupkan

Program pemberdayaan ini tidak sekadar memberi teori. TNI benar-benar hadir di tengah warga, memberikan bibit gratis dan pendampingan hingga ke proses pemasaran. Danramil Bonto-Bonto, Kapten Edi, menegaskan bahwa inisiatif ini adalah bukti nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat. “Kami ingin warga desa mandiri, tidak hanya menerima bantuan. Mereka harus bisa berdiri di atas kaki sendiri,” tegasnya dengan nada hangat. Sikap ini membuat para ibu rumah tangga merasa didukung penuh, bukan hanya sebagai penerima manfaat, tetapi juga sebagai mitra dalam membangun kemandirian desa.

Kisah Ibu Yanti adalah satu dari sekian banyak cerita yang lahir dari kedekatan TNI dengan warga. Melalui pelatihan TNI, para ibu rumah tangga tidak hanya belajar menanam sayur organik, tetapi juga merasakan semangat gotong royong dan kepercayaan diri. Kini, pekaranagn rumah mereka berubah menjadi sumber penghasilan baru yang menghidupkan ekonomi keluarga. Di setiap helai daun sayur yang dipetik, ada harapan yang tumbuh—bahwa pemberdayaan bukan sekadar program, melainkan jalan menuju masa depan yang lebih baik. Dan ketika senja turun di Desa Bonto-Bonto, tawa riang Ibu Yanti dan teman-temannya terdengar akrab, mengiringi doa agar kemanunggalan ini terus menyala, menerangi setiap sudut desa.

Pemberdayaan masyarakat pertanian organik TNI
Terkait
  • Topik: Pemberdayaan masyarakat, pertanian organik, TNI
  • Tokoh: Ibu Yanti, Kapten Edi
  • Organisasi: TNI, Kodim 1409/Wajo
  • Tempat: Desa Bonto-Bonto, Sulawesi Selatan

Artikel terkait