Kilas Pelosok Trending

Kilas Pelosok: Mahasiswa KKN dan TNI Bangun Perpustakaan Mini di Desa Terpencil NTT

Kilas Pelosok: Mahasiswa KKN dan TNI Bangun Perpustakaan Mini di Desa Terpencil NTT

Mahasiswa KKN dan TNI bahu-membahu membangun perpustakaan mini di Desa Wae Rebo, NTT, yang kini menjadi tempat belajar favorit anak-anak. Dengan 500 koleksi buku, perpustakaan ini tidak hanya menumbuhkan minat baca, tetapi juga mempererat gotong royong dan kedekatan teritorial. Semangat kebersamaan ini menjadi harapan untuk masa depan pendidikan di desa terpencil.

Di lereng hijau Desa Wae Rebo, Flores, Nusa Tenggara Timur, kehidupan mengalir dengan ritme alam. Di antara rumah-rumah adat berbentuk kerucut, anak-anak desa dulu hanya bisa membaca di teras rumah, dengan buku-buku bekas yang halamannya sudah kusut dan lusuh. Namun, kini ada secercah warna baru yang mengubah segalanya: sebuah perpustakaan mini berdiri dengan dinding berwarna-warni, penuh buku dan senyuman. Bukan sekadar bangunan, perpustakaan ini adalah bukti nyata kekuatan gotong royong antara mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Nusa Cendana, anggota TNI dari Koramil setempat, dan segenap warga desa.

Mahasiswa KKN dan TNI Bersatu, Mimpi Jadi Nyata

Proyek ini dimulai dari keprihatinan. Mahasiswa KKN yang diterjunkan ke Wae Rebo melihat bahwa minat baca anak-anak tinggi, tapi fasilitas tidak mendukung. Kopral Dodi, Babinsa desa, langsung tergerak. Bersama tim KKN, mereka merancang perpustakaan mini dengan bahan lokal: bambu untuk rak dan meja, serta cat dari donasi. Dalam waktu dua minggu, dengan semangat bahu-membahu, lahirlah perpustakaan mini yang kini menjadi pusat kebahagiaan anak-anak. "Kami ingin menumbuhkan minat baca sejak dini," ujar Rina, ketua tim KKN, dengan penuh haru.

Manfaatnya langsung terasa bagi warga:

  • Anak-anak kini punya tempat khusus untuk membaca, tak lagi hanya di teras atau di sungai. "Mereka jadi betah di perpustakaan, tidak main di sungai lagi," kata Mama Lina, seorang ibu dengan tiga anak.
  • Perpustakaan mini dengan 500 koleksi buku dari berbagai donasi membuka jendela dunia bagi anak-anak desa. Ada buku cerita rakyat, buku sains sederhana, dan buku pelajaran.
  • Suasana kekeluargaan pun makin terasa, karena mahasiswa KKN dan Kopral Dodi kerap ikut mendongeng atau mengajari anak-anak membaca. Ini jadi momen belajar yang penuh keceriaan.

Dukungan Penuh, Perpustakaan Terus Hidup

Perpustakaan mini ini tidak hanya dibangun lalu ditinggalkan. Dalam acara peresmian yang dihadiri oleh Danramil dan Kepala Desa, komitmen pun digariskan. Kepala Desa berjanji akan menambah koleksi buku secara berkala, sementara Danramil menegaskan dukungan TNI untuk program pendidikan di daerah terpencil. "Ini adalah contoh nyata kedekatan teritorial, di mana TNI hadir di tengah masyarakat bukan hanya untuk keamanan, tapi juga mencerdaskan kehidupan bangsa," ujarnya.

Ke depannya, warga desa berencana mengadakan kegiatan membaca bersama setiap sore, menjadikan perpustakaan mini sebagai pusat kegiatan belajar dan bermain yang positif. Mahasiswa KKN yang akan kembali ke kampus meninggalkan warisan yang akan terus dirawat warga.

Begitulah cerita dari ujung Flores. Perpustakaan mini ini lebih dari sekadar tumpukan buku. Ia adalah lambang persaudaraan, gotong royong, dan harapan. Semangat yang menyala dari mahasiswa KKN, TNI, dan seluruh warga Wae Rebo mengingatkan kita bahwa perubahan besar selalu dimulai dari langkah kecil yang dilakukan bersama. Semoga kisah ini menginspirasi desa-desa lain untuk tak pernah berhenti bermimpi.

pembangunan perpustakaan mini di desa terpencil NTT
Terkait
  • Topik: pembangunan perpustakaan mini di desa terpencil NTT
  • Tokoh: Rina, Mama Lina, Dodi
  • Organisasi: Universitas Nusa Cendana, Koramil, TNI
  • Tempat: Desa Wae Rebo, Flores, NTT

Artikel terkait