Kilas Pelosok Trending

Kilas Pelosok: Desa Sibalung 14 Hari Tanpa Listrik, TNI Pasang Pembangkit Tenaga Surya Darurat

Kilas Pelosok: Desa Sibalung 14 Hari Tanpa Listrik, TNI Pasang Pembangkit Tenaga Surya Darurat

Selama 14 hari, Desa Sibalung di lereng Merapi gelap total akibat listrik padam karena longsor. TNI Angkatan Laut turun tangan dengan memasang 10 panel surya darurat di rumah kepala desa, posyandu, dan masjid, sehingga alat kesehatan bisa berfungsi dan anak-anak bisa belajar kembali. Kehangatan terasa ketika prajurit ikut membantu warga membersihkan puing, meneguhkan semangat gotong royong di tengah keterbatasan.

Selama 14 hari, Desa Sibalung di lereng Merapi, Jawa Tengah, tenggelam dalam kegelapan. Jaringan listrik PLN putus total akibat longsor yang menerjang jalur distribusi. Warga terpaksa kembali ke cara-cara kuno: lilin dan lampu minyak menjadi penerang utama. Anak-anak kecil terlihat berhimpit di meja kayu, mencoba membaca buku pelajaran dengan cahaya yang temaram. Suara jangkrik dan gemerisik angin malam menjadi pengiring kegelisahan. Namun, di tengah keterbatasan itu, semangat gotong royong tak pernah padam.

Malam di Lereng Merapi, Lampu Minyak Jadi Saksi

Setiap malam, suasana desa berubah sunyi dan mencekam. Para ibu sibuk mengatur lilin di sudut-sudut ruangan, sementara bapak-bapak bergotong royong membersihkan material longsor di siang hari. Namun, yang paling terasa adalah nasib anak-anak. Mereka harus belajar dengan alat seadanya, memejamkan mata lelah karena kurang cahaya. “Kami hanya bisa pasrah, tapi yakin ada jalan keluar,” ujar Bu Sari, salah satu warga. Titik terang akhirnya datang dari arah yang tak terduga: TNI Angkatan Laut.

Satgas Bencana TNI AL: Listrik Darurat Menyala, Harapan Hidup Kembali

Satgas Bencana TNI Angkatan Laut bergerak cepat. Mereka membawa 10 unit panel surya portabel yang langsung dipasang di beberapa titik strategis: rumah kepala desa, posyandu, dan masjid. Letda Adi, pimpinan satgas, menjelaskan, “Listrik padam adalah denyut nadi desa yang terhenti. Dengan panel surya darurat ini, setidaknya alat kesehatan di posyandu bisa berfungsi, dan anak-anak bisa belajar lagi.” Bantuan ini bukan sekadar teknologi, melainkan wujud kedekatan TNI dengan warga Desa Sibalung. Manfaat yang langsung dirasakan warga antara lain:

  • Posyandu bisa kembali melayani imunisasi dan pemeriksaan ibu hamil.
  • Anak-anak bisa belajar di malam hari dengan penerangan yang cukup.
  • Masjid kembali terang untuk kegiatan ibadah dan pengajian.
  • Warga bisa mengisi ulang ponsel untuk berkomunikasi dengan keluarga di luar desa.

Malam pertama setelah pemasangan panel, lampu-lampu mulai menyala satu per satu. Warga yang sempat gamang kini bertepuk tangan dan bersyukur. Kehangatan terasa ketika para prajurit ikut membantu warga membersihkan puing-puing longsor di sekitar pemukiman. “Mereka tidak hanya pasang panel, tapi juga ikut kerja bakti. Rasanya seperti keluarga sendiri,” kata Pak Karto, kepala desa dengan mata berkaca-kaca. Listrik darurat ini akan bertahan hingga PLN berhasil memperbaiki jaringan permanen. Namun, yang lebih penting, semangat kebersamaan telah kembali menyala.

Kisah di Desa Sibalung membuktikan bahwa di balik setiap kesulitan selalu ada uluran tangan. TNI hadir bukan sebagai penguasa, melainkan sebagai saudara yang peduli. Di lereng Merapi yang dingin, kehangatan gotong royong dan bantuan nyata menjadi pelita yang tak pernah padam. Semoga PLN segera memperbaiki jaringan, dan Desa Sibalung kembali terang benderang seperti sedia kala.

listrik padam pembangkit tenaga surya darurat bantuan TNI
Terkait
  • Topik: listrik padam, pembangkit tenaga surya darurat, bantuan TNI
  • Tokoh: Letda Adi
  • Organisasi: PLN, TNI Angkatan Laut, Satgas Bencana
  • Tempat: Desa Sibalung, Lereng Merapi, Jawa Tengah

Artikel terkait