Kilas Pelosok Trending

Kilas Pelosok: Desa Oben di NTT Kini Punya Listrik 24 Jam Berkat PLTS TNI

Kilas Pelosok: Desa Oben di NTT Kini Punya Listrik 24 Jam Berkat PLTS TNI

Desa Oben di NTT kini bersinar 24 jam berkat PLTS hasil program TMMD TNI. Warga yang dulu hanya punya listrik genset beberapa jam, kini bisa menikmati energi terbarukan yang ramah lingkungan. Kisah gotong royong ini menjadi inspirasi bahwa kebersamaan bisa menghadirkan harapan dan terang bagi pelosok.

Malam itu, di Desa Oben, Pulau Timor, Nusa Tenggara Timur, lampu-lampu mulai menyala terang untuk pertama kalinya dalam puluhan tahun. Warga yang sejak dulu hanya bisa menikmati listrik dari genset selama beberapa jam saja, kini tersenyum haru. Beberapa ibu-ibu bahkan tak kuasa menahan air mata saat saklar dinyalakan dan cahaya memenuhi rumah-rumah panggung mereka. "Anak-anak saya bisa belajar dengan nyaman. Saya bisa menjual ikan asin dengan kulkas," ujar Mama Ria, salah satu warga yang paling bersyukur. Desa yang sebelumnya tenggelam dalam gelap selepas senja, kini berubah total—berkat program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-122 yang menghadirkan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 50 kW.

Dari Pelita ke PLTS: Kisah Terang yang Lahir dari Gotong Royong

Selama puluhan tahun, listrik desa Oben hanya hidup beberapa jam dari genset yang berisik dan boros bahan bakar. Anak-anak terpaksa belajar dengan lampu minyak, sementara ibu-ibu kesulitan menyimpan bahan makanan. Namun, sejak TNI bekerja sama dengan warga membangun PLTS di NTT ini, semuanya berubah. Proyek yang dikerjakan selama 45 hari oleh Satgas TMMD bersama warga setempat itu bukan hanya menghadirkan listrik, tetapi juga menumbuhkan harapan baru. Peresmian dilakukan oleh Dandim 1605 bersama Kepala Desa, disaksikan puluhan warga yang bertepuk tangan histeris. Energi terbarukan dari matahari kini menjadi sumber kehidupan yang tak pernah padam—24 jam sehari, 7 hari seminggu.

Cahaya yang Membawa Berkah: Apa yang Berubah di Desa Oben?

Manfaat langsung dari hadirnya listrik desa ini sudah dirasakan oleh seluruh warga. Berikut beberapa perubahan yang paling terasa:

  • Anak-anak bisa belajar di malam hari tanpa khawatir lampu mati, meningkatkan semangat sekolah.
  • Ibu-ibu seperti Mama Ria bisa menjual ikan asin dengan kulkas, membantu perekonomian keluarga.
  • Penerangan jalan desa membuat warga lebih aman saat beraktivitas malam, termasuk ronda malam.
  • Mesin penggilingan padi yang dulu hanya bisa dipakai siang hari, kini bisa beroperasi lebih lama.

Tak hanya listrik desa, program TMMD ke-122 juga membangun jalan usaha tani sepanjang 2 km yang menghubungkan kebun warga ke pasar. "Kami bersama-sama mengangkat batu, mencampur semen, dan menanam tiang surya. Ini bukan proyek, ini kebersamaan," ujar Serka Budi, salah satu anggota Satgas. Kodam IX/Udayana berjanji akan melanjutkan pembangunan infrastruktur di daerah 3T lainnya, termasuk desa-desa terpencil di NTT. Warga Desa Oben kini tak lagi takut gelap—mereka punya energi terbarukan yang ramah lingkungan dan tanpa biaya operasional besar.

Malam itu, ketika lampu-lampu desa menyala, suara tawa anak-anak terdengar riang. Di beranda rumah, para tetua duduk bercerita sambil menikmati secangkir kopi. Listrik desa bukan sekadar cahaya, tetapi simbol gotong royong dan harapan yang tak pernah padam. Semoga cerita Desa Oben ini menjadi inspirasi bagi desa-desa lain di pelosok Indonesia—bahwa dengan kebersamaan, masa depan yang terang selalu mungkin digapai. Terima kasih, TNI, dan terima kasih, warga Desa Oben, yang sudah membuktikan bahwa kehangatan gotong royong bisa menerangi seluruh negeri.

Pembangunan Infrastruktur Energi Terbarukan Program TNI Manunggal Membangun Desa
Terkait
  • Topik: Pembangunan Infrastruktur, Energi Terbarukan, Program TNI Manunggal Membangun Desa
  • Tokoh: Mama Ria
  • Organisasi: TNI, TMMD, Kodam IX/Udayana, Satgas TMMD
  • Tempat: Desa Oben, Pulau Timor, NTT

Artikel terkait