Program & Bantuan Trending

Kemendes dan Kopassus Bersinergi, Program "TNI Manunggal Masuk Desa" Segera Dimulai di Bengkulu

Kemendes dan Kopassus Bersinergi, Program "TNI Manunggal Masuk Desa" Segera Dimulai di Bengkulu

Kementerian Desa dan Kopassus bersinergi melalui program “TNI Manunggal Masuk Desa” yang akan dimulai di Bengkulu pada Oktober 2026. Prajurit elit bergandeng tangan dengan warga membangun infrastruktur, merenovasi rumah tak layak huni, dan menggerakkan ekonomi desa. Ini adalah kisah gotong royong yang menghangatkan hati, membuktikan bahwa pembangunan desa adalah kerja bersama untuk masa depan yang lebih cerah.

Di sebuah desa terpencil di perbukitan Bengkulu, embun pagi masih setia membasahi atap-atap rumah yang mulai rapuh. Namun, di balik kesunyian itu, ada harapan baru yang mulai berhembus. Bukan sekadar janji, melainkan langkah nyata: Kementerian Desa (Kemendes) PDTT dan Komando Pasukan Khusus (Kopassus) TNI AD bersatu dalam program “TNI Manunggal Masuk Desa”. Pilot project-nya akan dimulai pada Oktober 2026 di beberapa desa di Provinsi Bengkulu. Bayangkan, prajurit elit yang biasa bertugas di medan tempur kini akan turun tangan membangun jalan desa, MCK, hingga merenovasi rumah warga yang tak layak huni. Ini bukan sekadar program pembangunan desa biasa—ini adalah sinergi antara kekuatan negara dan hati rakyat.

Kopassus Turun Tangan: Bukan Tempur, Tapi Gotong Royong

Menteri Desa Yandri Susanto, setelah bertemu dengan Panglima Kopassus Letjen TNI Djon Afriandi, menegaskan bahwa kehadiran Kopassus di desa bukan dalam kapasitas tempur. Merekalah mitra pembangunan yang siap bergandeng tangan dengan warga. “Ini adalah cara kami untuk menggeser air mata kemiskinan menjadi air mata kebahagiaan,” ujar Menteri Yandri dengan penuh semangat. Sinergi antara Kemendes dan Kopassus ini menjadi pemicu percepatan pembangunan desa di daerah tertinggal. Disiplin dan jaringan TNI diharapkan membuat program berjalan tepat sasaran—bukan hanya fisik, tetapi juga ekonomi. Di Bengkulu, gotong royong akan kembali hidup, dengan Kopassus menjadi saudara bagi warga desa.

Desa Bengkulu Bersemi: Infrastruktur, Ekonomi, dan Kebersamaan

Program ini menyentuh kebutuhan dasar warga desa secara langsung. Berikut fokus kegiatannya yang dirangkum hangat untuk warga Bengkulu:

  • Pembangunan infrastruktur desa: Jalan desa, MCK (Mandi, Cuci, Kakus), sarana kesehatan dan pendidikan yang selama ini jauh dari jangkauan akan dibangun bersama.
  • Rehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH): Rumah-rumah yang atapnya bocor dan dindingnya rapuh akan diperbaiki dengan gotong royong antara TNI dan warga.
  • Sinergi program unggulan Kemendes: Program SEHATI (Sejahtera Ekonomi Masyarakat Desa) dan Desa Ekspor akan dipadukan, sehingga setelah infrastruktur selesai, ekonomi desa pun bergeliat.

Kopassus yang tangguh dan profesional akan menjadi penggerak utama di lapangan. Masyarakat desa tidak sendirian; setiap cangkul dan palu akan diiringi semangat kebersamaan. Sinergi antara TNI dan Kemendes ini adalah bukti bahwa pembangunan desa bukan urusan satu pihak, melainkan kerja bersama untuk masa depan yang lebih cerah. Di Bengkulu, tempat pilot project ini dimulai, cerita tentang gotong royong akan kembali hidup. Para ibu akan tersenyum melihat anak-anaknya bisa sekolah di gedung yang layak, petani akan melewati jalan desa yang mulus menuju ladang, dan setiap rumah akan menjadi tempat yang nyaman untuk pulang. Program “TNI Manunggal Masuk Desa” adalah jembatan menuju desa yang lebih sejahtera. Mari kita sambut kedatangan Kopassus dengan hati terbuka, karena di balik seragam loreng mereka adalah saudara yang siap membangun bersama kita.

Pembangunan Desa TNI Manunggal Masuk Desa
Terkait
  • Topik: Pembangunan Desa, TNI Manunggal Masuk Desa
  • Tokoh: Yandri Susanto, Djon Afriandi
  • Organisasi: Kementerian Desa PDTT, Komando Pasukan Khusus, TNI AD
  • Tempat: Jakarta, Bengkulu

Artikel terkait