Program & Bantuan Trending

Kelas Berjalan TNI: Mengajar Baca Tulis untuk Ibu-Ibu di Pedalaman Sumatra Selatan

Kelas Berjalan TNI: Mengajar Baca Tulis untuk Ibu-Ibu di Pedalaman Sumatra Selatan

‘Kelas Berjalan’ TNI di Ogan Komering Ilir, Sumatra Selatan, membawa cahaya ilmu bagi ibu-ibu yang buta aksara. Dengan penuh kesabaran dan empati, anggota TNI mengajarkan membaca dan menulis, mengubah rasa malu menjadi kebanggaan. Program ini bukan hanya mengentaskan buta huruf, tetapi juga menguatkan kemandirian dan kebersamaan warga desa.

Senja baru saja turun di dusun kecil Ogan Komering Ilir, Sumatra Selatan, tapi balai desa sudah ramai oleh suara tawa dan semangat belajar. Di sana, puluhan ibu-ibu dengan wajah penuh tekun berkumpul, buku tulis terbuka di depan mereka. Bunyi melafalkan huruf A hingga Z mengisi udara malam yang biasanya hanya ditemani suara jangkrik. Inilah momen hangat ‘Kelas Berjalan’, di mana anggota TNI Koramil setempat berubah peran dari penjaga wilayah menjadi guru yang penuh kesabaran, membuka pintu ilmu bagi para ibu tangguh yang dulu tak sempat mengecap bangku sekolah.

Menulis Nama Sendiri: Sebuah Kebanggaan yang Tertunda

Bagi ibu-ibu di pedalaman ini, belajar membaca dan menulis bukan sekadar urusan akademis, melainkan perjuangan sehari-hari untuk hidup yang lebih mandiri. Serda Fitri, salah satu pengajar dengan senyum yang tak pernah pudar, berbagi cerita tentang semangat luar biasa para muridnya. “Mereka datang setelah seharian mengurus rumah, kerja di kebun, atau mengolah sawit. Tapi di mata mereka, ada tekad yang begitu kuat,” ungkapnya dengan penuh hormat. Impian mereka sederhana namun sangat menyentuh hati: bisa membaca label obat saat anak demam, menghitung uang belanja tanpa salah, atau memahami pesan singkat dari anak yang merantau.

Ibu Sariah, 45 tahun, dengan bangga menunjukkan buku catatannya yang mulai penuh coretan belajar. “Dulu kalau ada urusan administrasi, saya cuma bisa kasih cap jempol. Rasanya malu sekali,” kenangnya. Sekarang, matanya berbinar saat menceritakan bahwa ia sudah bisa menulis namanya sendiri. Kisah Ibu Sariah adalah cermin dari banyak perempuan di pelosok Sumatra Selatan yang masa kecilnya dihabiskan membantu orang tua di ladang, bukan di kelas. Program pendidikan yang diinisiasi TNI ini seperti cahaya di kegelapan, pelan-pelan mengikis buta aksara dan mengembalikan rasa percaya diri yang sempat hilang.

TNI sebagai Sahabat Desa: Gotong Royong yang Menyentuh Hati

Kelas ini lebih dari sekadar pengajaran alfabet; ia adalah wujud nyata dari program kemasyarakatan yang lahir dari kedekatan dan empati. Kehadiran Serda Fitri dan kawan-kawannya di balai desa tak berkesan kaku atau militeristik. Mereka datang sebagai sahabat, pendamping, dan pengajar yang sabar, duduk sama rendah dengan ibu-ibu, mendengarkan keluh kesah sambil membimbing tangan yang masih kaku memegang pensil. Inilah esensi dari program teritorial TNI: membangun kedaulatan bangsa dengan memperhatikan manusia dan wilayah terdepan, dimulai dari hal-hal kecil yang berarti bagi kehidupan warga.

Manfaat dari ‘Kelas Berjalan’ ini begitu nyata dan terasa dalam keseharian. Seiring waktu, ibu-ibu mulai merasakan perubahan positif:

  • Mereka kini lebih percaya diri saat menandatangani dokumen administrasi, tak lagi bergantung pada cap jempol.
  • Kemampuan membaca label obat dan petunjuk penggunaannya mengurangi risiko kesalahan pengobatan di keluarga.
  • Mereka bisa menghitung transaksi jual-beli hasil kebun dengan lebih mandiri, menjaga ekonomi rumah tangga.
  • Kelas ini juga menjadi ruang silaturahmi hangat, tempat berbagi cerita dan saling menyemangati antar-ibu.

Di balik segala kesibukan dan keterbatasan, cahaya harapan terus menyala di dusun-dusun Sumatra Selatan. Kehadiran TNI melalui ‘Kelas Berjalan’ telah menumbuhkan benih percaya diri dan kemandirian yang suatu hari nanti akan berbuah manis untuk generasi mendatang. Karena sejatinya, membangun negeri ini dimulai dari perhatian pada hal-hal sederhana—seperti membantu seorang ibu menulis namanya sendiri, atau memahami pesan kasih dari anaknya yang jauh. Inilah gotong royong yang sebenarnya, di mana setiap langkah kecil bersama mampu menciptakan perubahan besar yang menghangatkan hati.

program pendidikan buta aksara keterlibatan TNI
Terkait
  • Topik: program pendidikan, buta aksara, keterlibatan TNI
  • Tokoh: Serda Fitri, Ibu Sariah
  • Organisasi: TNI Koramil
  • Tempat: Ogan Komering Ilir, Sumatra Selatan

Artikel terkait