Pagi itu, udara segar pegunungan Aceh Timur menyapa hangat. SD Negeri 1 Peureulak, yang biasanya sunyi, tiba-tiba berubah riuh. Suara tawa anak-anak bercampur dengan denting palu dan suara sapuan kuas cat. Para prajurit TNI berseragam loreng tampak sibuk mengecat dinding, memperbaiki atap bocor, dan merapikan taman. Tak ketinggalan, para guru dan orang tua ikut bergotong royong — ada yang menyuguhkan kopi hangat, ada yang membantu mengangkat peralatan. Suasana ini bukan sekadar kerja bakti, melainkan sebuah keluarga besar yang sedang merapikan rumah bersama. Inilah potret nyata program TNI Manunggal dengan Desa, yang tak hanya hadir sebagai seremoni, tetapi benar-benar menyentuh kebutuhan dasar warga, terutama di sektor pendidikan dan kesehatan.
Sekolah yang Kini Berseri: Semangat Baru untuk Anak Desa
Bagi warga Desa Peureulak, melihat sekolah anaknya kini berubah cerah dan nyaman adalah kebahagiaan yang tak ternilai. Ibu Salma, salah satu wali murid, tak bisa menyembunyikan harunya saat ikut mengecat pagar sekolah. "Dulu atap bocor, kalau hujan anak-anak belajar sambil nampung air. Sekarang sudah bagus, terima kasih TNI," ujarnya sambil tersenyum. Program TNI Manunggal dengan Desa ini tidak hanya membangun fisik, tetapi juga menumbuhkan semangat belajar anak-anak desa. Berikut adalah kegiatan yang dilakukan:
- Pengecatan dinding sekolah yang kusam menjadi cerah dan ceria
- Perbaikan atap bocor agar anak-anak tak lagi belajar di bawah tirai air hujan
- Pembenahan fasilitas kelas — meja dan kursi yang mulai lapuk diperbaiki
- Penanaman pohon di halaman sekolah agar lingkungan lebih asri rindang
- Gotong royong membersihkan saluran air dan lapangan upacara
Semua dikerjakan bersama-sama, tanpa sekat antara prajurit, guru, dan orang tua. Rasanya seperti pesta gotong royong yang menghidupkan kembali semangat kebersamaan.
Pengobatan Gratis: Harapan Baru bagi Warga yang Terlupakan
Sementara di balai desa, antrean panjang warga tampak sabar menunggu giliran. Kesehatan menjadi perhatian berikutnya dalam program TNI Manunggal dengan Desa ini. Dokter-dokter dari Korem 011/Lilawangsa dengan telaten memeriksa tekanan darah, memberikan obat, serta konsultasi kesehatan gratis. Bagi warga seperti Pak Ruslan, yang sudah lama mengeluh sakit pinggang tapi tak punya biaya ke puskesmas, pengobatan ini bagai oase di tengah kemarau. "Alhamdulillah, bisa periksa gratis. Obatnya juga dikasih. Ini benar-benar membantu kami," katanya dengan mata berkaca-kaca. Layanan yang diberikan meliputi:
- Pemeriksaan kesehatan umum (tekanan darah, gula, kolesterol)
- Pengobatan gratis untuk penyakit ringan seperti batuk, pilek, dan nyeri sendi
- Penyuluhan tentang pentingnya menjaga kebersihan dan pola makan sehat
- Pemberian vitamin dan suplemen untuk balita dan lansia
Komandan Korem 011/Lilawangsa, Kolonel Inf Ahmad Syaiful, menegaskan bahwa TNI Manunggal dengan Desa adalah wujud nyata kedaulatan rakyat. "Kedaulatan bukan hanya soal tapal batas, tapi juga soal rakyat yang sehat, anak-anak yang bisa belajar dengan layak, dan hidup yang sejahtera. Ini tugas kita bersama," ujarnya saat memantau langsung kegiatan.
Kisah di Desa Peureulak ini mengajarkan kita bahwa kebersamaan adalah kunci. Ketika TNI, guru, orang tua, dan anak-anak bergandengan tangan, hal-hal kecil pun terasa besar. Dari atap yang tak lagi bocor hingga tubuh yang kembali sehat, semua adalah berkah yang lahir dari gotong royong. Semoga semangat TNI Manunggal dengan Desa terus menyala, menghangatkan setiap pelosok negeri, dan mengingatkan kita bahwa kita semua adalah keluarga Indonesia.